Aktif Belajar Mitigasi Bencana, Siswa TK IT Mumtaza Ceria Terapkan Simulasi Siaga Gempa
LINTAS86.com, NGANJUK – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar rutinitas tahunan untuk sekadar mengenalkan ruang kelas kepada siswa baru. Di KB dan TK Islam Terpadu (IT) Mumtaza Ceria, Nganjuk, agenda tersebut disulap menjadi sebuah pengalaman edukatif yang mendalam, berkesan, dan penuh makna. Pada Selasa (14/7/2026), suasana sekolah tampak sangat berbeda dengan kehadiran tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk yang membawa misi penting bagi masa depan anak-anak: pendidikan mitigasi bencana sejak usia dini.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari itu dikemas dengan memadukan unsur keceriaan khas anak-anak dan kedisiplinan simulasi tanggap darurat. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah mampu berinovasi dalam menyusun kurikulum pengenalan lingkungan yang tidak hanya informatif, tetapi juga membekali siswa dengan kecakapan hidup (life skills) yang krusial.
Mengawali MPLS dengan Semangat dan Kegembiraan
Rangkaian kegiatan hari kedua MPLS di KB dan TK IT Mumtaza Ceria dibuka dengan sesi senam bersama para relawan PMI. Musik yang ceria serta gerakan senam yang energik berhasil memecah suasana canggung para siswa baru. Seluruh peserta didik tampak sangat antusias mengikuti setiap instruksi gerakan. Sesi ini menjadi pembuka yang sempurna untuk membangun bonding antara siswa dengan lingkungan baru mereka, sekaligus memastikan anak-anak berada dalam kondisi fisik yang prima sebelum mengikuti rangkaian simulasi yang lebih menantang.
Setelah senam, para siswa diajak untuk melakukan penjelajahan lingkungan sekolah. Dalam sesi school tour ini, para guru membimbing anak-anak mengenal setiap sudut sekolah, mulai dari ruang kelas, area bermain, hingga fasilitas pendukung lainnya. Tujuannya sangat jelas: agar anak-anak segera beradaptasi, merasa nyaman, dan memiliki rasa kepemilikan terhadap sekolah mereka. Pengenalan ruang yang komprehensif ini menjadi fondasi awal agar siswa merasa aman dan tidak asing saat menjalani hari-hari belajar ke depannya.
Simulasi "Ayo Siaga Bencana Gempa Bumi"
Puncak dari kegiatan MPLS hari kedua ini adalah sesi edukasi berjudul "Ayo Siaga Bencana Gempa Bumi" yang dipandu langsung oleh pemateri ahli dari PMI, Kak Zaid Ardha. Mengingat pesertanya adalah anak usia dini, metode penyampaian yang digunakan sangat interaktif dan komunikatif. Kak Zaid dengan sabar dan kreatif mengajarkan langkah-langkah dasar mitigasi, seperti bagaimana cara melindungi diri saat terjadi guncangan, pentingnya menjaga ketenangan, serta prosedur sederhana untuk menyelamatkan diri saat situasi darurat.
Metode bermain sambil belajar ini terbukti efektif. Anak-anak tidak merasa terbebani dengan materi yang berat, melainkan justru antusias mempraktikkan teknik perlindungan diri. Keberhasilan dalam menanamkan kesadaran ini menjadi langkah strategis agar mitigasi bencana bukan sekadar teori di masa depan, melainkan insting yang tertanam kuat dalam diri mereka sejak kecil.
Pengalaman Langsung dengan Ambulans PMI
Kegiatan semakin seru ketika satu unit Ambulans PMI Kabupaten Nganjuk hadir di halaman sekolah. Kehadiran kendaraan operasional yang biasanya hanya dilihat anak-anak dari kejauhan ini, kini bisa diamati dari dekat. Para siswa diajak melihat isi bagian dalam ambulans, mulai dari perlengkapan medis hingga tandu. Tim PMI dengan penuh kasih sayang menjelaskan fungsi ambulans dan tugas mulia relawan dalam menolong sesama. Interaksi langsung ini memberikan wawasan baru bagi anak-anak tentang sisi kemanusiaan dan pentingnya membantu orang lain dalam kondisi kegawatdaruratan.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Kepala TK Islam Terpadu Mumtaza Ceria, Muhammad Chisma Daafiq Fasawwa, S.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Beliau menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana adalah bagian dari karakter anak yang harus dibangun sedini mungkin.
"Kami ingin peserta didik tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan tentang keselamatan diri. Harapannya, seluruh warga sekolah, baik peserta didik, guru, tenaga kependidikan, maupun orang tua, semakin waspada dan memahami pentingnya mengenal lingkungan serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Edukasi seperti ini menjadi investasi karakter yang sangat berharga bagi anak-anak," ujar Muhammad Chisma Daafiq Fasawwa, S.Pd.I.
Senada dengan pihak sekolah, orang tua siswa juga menyambut baik inovasi ini. Ibu Ika Lailatul Azizah, salah satu wali murid, mengaku merasa tenang dengan metode pengajaran yang diterapkan di sekolah.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan berbeda dari biasanya. Anak-anak belajar sambil bermain, mengenal lingkungan sekolah, sekaligus mendapatkan edukasi tentang keselamatan. Sebagai orang tua, kami merasa tenang karena sekolah memberikan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sangat berguna bagi anak-anak," ungkap Ibu Ika Lailatul Azizah.
Sinergi untuk Keselamatan Masyarakat
Pihak KB dan TK IT Mumtaza Ceria menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PMI Kabupaten Nganjuk. Sinergi ini merupakan bentuk nyata komitmen sekolah untuk membangun generasi yang tangguh dan peduli terhadap sesama. Sekolah berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut sebagai model edukasi berkelanjutan.
Tidak hanya di level sekolah, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi layanan publik. Sesuai arahan Ketua PMI Kabupaten Nganjuk, Drs. Lishandoyo, M.Si., sekolah turut membantu menyebarluaskan informasi mengenai layanan Ambulans Gratis PMI Kabupaten Nganjuk.
"Diharapkan, masyarakat luas, terutama warga Nganjuk, semakin mengenal layanan ini agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kemanusiaan dan kegawatdaruratan secara cepat, tepat, dan tanpa dipungut biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,". Ungkap Lishandoyo
Inovasi pembelajaran dalam MPLS ini tercatat sebagai yang pertama kali diselenggarakan untuk jenjang PAUD dan TK di wilayah tersebut. Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, KB dan TK IT Mumtaza Ceria berhasil menanamkan budaya sekolah yang aman, tangguh, dan peduli.
Langkah kecil yang dimulai dari ruang kelas ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain, serta selalu siap siaga menghadapi berbagai tantangan situasi darurat di masa depan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar