Borong 10 Piala, PMR SMPN 5 Ponorogo Sukses Guncang JKP Jawa Timur 2026
LINTAS86.com, PONOROGO – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Bumi Reog. Korps Palang Merah Remaja (PMR) Madya dari SMPN 5 Ponorogo sukses mendominasi ajang bergengsi Jumpa Karya Prestasi (JKP) PMR Tingkat Jawa Timur 2026. Kompetisi yang berlangsung ketat selama dua hari, yakni pada 25–26 Juli 2026 di SMA Negeri 2 Ponorogo ini, diikuti oleh total 436 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Tidak tanggung-tanggung, SMPN 5 Ponorogo memborong 10 trofi sekaligus, termasuk gelar prestisius Kontingen Terbaik.
Ajang JKP Jawa Timur 2026 ini digelar sebagai wadah evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan pembinaan PMR di wilayah Jawa Timur. Berbagai cabang perlombaan disajikan dengan konsep dinamis. Mulai dari model travelling yang menguji ketangkasan kepalangmerahan, kesehatan remaja, donor darah, sanitasi kesehatan, kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, hingga kepemimpinan. Selain itu, ada pula kategori non-travelling seperti duta kesehatan remaja, cerdas tangkas, Lentera Night Show, dan journalistic activity.
SMPN 5 Ponorogo menurunkan dua tim terbaiknya (Tim A dan Tim B) dengan total 22 personel lintas kelas. Sejak hari pertama, para kader muda kemanusiaan ini langsung menunjukkan taji mereka di setiap pos ujian teknis maupun panggung kreativitas.
Perjuangan Keras 3 Kali Seminggu Berbuah Manis
Keberhasilan luar biasa ini tidak datang secara instan. Kedisplinan tinggi menjadi kunci utama di balik senyum kemenangan para siswa. Anggota PMR SMPN 5 Ponorogo harus menjalani ritme latihan yang sangat padat dan menguras energi selama beberapa bulan terakhir demi menyamakan standar kompetensi tingkat provinsi.
Afifatul Zahria Ulfa, salah satu anggota PMR SMPN 5 Ponorogo yang turun di bidang Donor Darah Tim A, menceritakan bagaimana beratnya proses persiapan yang harus mereka lalui. Kedisiplinan adalah harga mati yang ditanamkan sejak awal masa karantina latihan.
"Saat persiapan, kami latihan rutin tiga kali seminggu dengan metode yang sama-sama disiplin dan ketat. Jelas lelah, tapi saat kegiatan lomba berjalan selama dua hari di SMAN 2 Ponorogo, kami semua berkomitmen menampilkan yang maksimal. Setelah pengumuman lomba, kami sangat bersyukur bisa mendapatkan 10 piala dalam ajang ini. Semua lelah langsung terbayar lunas," ungkap Afifatul penuh haru.
Pengalaman berkompetisi selama dua hari penuh di lapangan memberikan pelajaran berharga tentang kerja sama tim bawah tekanan. Menurutnya, atmosfer perlombaan tingkat Jawa Timur sangat kompetitif, namun kekompakan delegasi SMPN 5 Ponorogo tetap terjaga hingga akhir acara.
Pesan Fasilitator: Skill Lebih Penting dari Piala Kosong
Di balik layar kesuksesan para siswa, ada figur pelatih dan fasilitator yang terus menempa mental mereka. Yoga Muhammad Ali, selaku Fasilitator PMR SMPN 5 Ponorogo, memberikan apresiasi mendalam atas pengorbanan anak-anak didiknya. Baginya, proses panjang selama berbulan-bulan melampaui nilai dari piala itu sendiri.
Yoga menegaskan bahwa piala hanyalah simbol apresiasi sesaat, sementara karakter tangguh dan keterampilan menyelamatkan nyawa adalah investasi masa depan yang sesungguhnya bagi para siswa.
"Untuk teman-teman semua, terima kasih atas perjuangan dua hingga tiga bulannya. Perjuangan kalian semua sudah terbayar di dalam kepala. Ini adalah pengalaman yang tidak akan terulang, tentang bagaimana belajar kerja keras dan berjuang mati-matian di lapangan," tutur Yoga saat memberikan evaluasi tim.
Ia juga memberikan pandangan filosofis mengenai arti sebuah kemenangan dalam kompetisi remaja.
"Tanamkan dalam diri masing-masing, bagi yang menang itu adalah bonus. Karena piala itu hanyalah benda kosong untuk pengakuan sesaat. Namun, sifat kerja keras, jiwa perjuangan, dan skill yang sekarang tertanam dalam otak kalian, itu tidak akan pernah hilang di masa depan. Skill jauh lebih penting dari apa yang pernah didapat. Orang hebat ditaruh di mana pun tetap akan menjadi orang hebat," tambah Yoga menyemangati.
Meskipun sukses besar, Yoga langsung meminta anak didiknya untuk tetap membumi dan melakukan evaluasi teknis. Ia menekankan pentingnya memperbaiki kualitas presentasi saat sesi diskusi kelompok agar estafet prestasi ini bisa diturunkan dengan lebih matang kepada adik-adik kelas mereka kelak.
Kepala Sekolah: Usaha Sungguh-Sungguh Tidak Mengkhianati Hasil
Apresiasi tinggi juga mengalir dari pihak manajemen sekolah. Kepala SMPN 5 Ponorogo, Crysna Rhany Ningrum, S.Kom., melalui Pembina PMR, Aruf Sukma Wijaya, S.Pd., menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi kolektif seluruh elemen sekolah yang solid. Pihak sekolah berkomitmen penuh mendukung segala bentuk pengembangan potensi siswa.
Manajemen sekolah melihat bahwa esensi dari keikutsertaan dalam JKP Jawa Timur ini adalah pembentukan karakter berbasis kemanusiaan dan kepemimpinan sejak dini.
"Melalui kegiatan ini kami menyadari bahwa prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah bukti nyata bahwa usaha yang dilakukan secara sungguh-sungguh tidak akan pernah mengkhianati hasil. Keberhasilan besar ini adalah milik kita bersama: para Anggota, Pembina, Pelatih, Guru, serta seluruh pihak sekolah yang senantiasa memberikan dukungan tanpa henti," tegas Aruf Sukma Wijaya menyampaikan pesan dari Kepala Sekolah.
Pihak sekolah berharap nilai-nilai kerelawanan PMR dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
"Kami juga belajar bahwa nilai terbesar dari kegiatan JKP ini adalah karakter kuat yang terbentuk di dalam diri anak-anak. Mereka belajar tentang arti disiplin, tanggung jawab, semangat gotong royong, dan rasa cinta yang mendalam terhadap Gerakan Palang Merah," pungkasnya.
Daftar Capaian Gemilang SMPN 5 Ponorogo di JKP Jatim 2026
Berikut adalah rincian 10 piala dan penghargaan yang berhasil dibawa pulang oleh kontingen SMPN 5 Ponorogo dari bumi SMAN 2 Ponorogo:
- 🥇 Juara 1 – Lentera Night Show
- 🥇 Juara 1 – Kerapian dan Kebersihan (Tim A)
- 🥈 Juara 2 – Cerdas Tangkas
- 🥈 Juara 2 – Kerapian dan Kebersihan (Tim B)
- 🥉 Juara 3 – Sanitasi Kesehatan
- 🥉 Juara 3 – Donor Darah
- 🏅 Juara 4 – Simulasi Pertolongan Pertama
- 🏅 Juara 5 – Gerakan Kepalangmerahan
- 🏆 Kontingen Terbaik Utama – Tim A
- 🏆 Kontingen Terbaik Pratama – Tim B
Pencapaian ini mengukuhkan posisi PMR SMPN 5 Ponorogo sebagai salah satu kekuatan utama pembinaan kepalangmerahan remaja di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Berikut daftar resmi 22 siswa SMPN 5 Ponorogo yang berjuang di ajang JKP Jawa Timur 2026:
Kategori Delegasi Tim A
- Davenia Lailatul Zahwa (VII F) – Kesehatan Remaja
- Feodora Tifara Elwisya (VII I) – Gerakan Kepalangmerahan
- Fatnaora Zaneta Almayra (VII F) – Pertolongan Pertama
- Fitria Nur Janah (VII I) – Sanitasi Kesehatan
- Afifatul Zahria Ulfa (VII I) – Donor Darah
- Kairava Maulana Tanjung (VIII A) – Jurnalistik
- Mikhayla Cindy Mareta (VII I) – Duta Kesehatan
- Shayna Arfiditia Nabilah (VII I) – Duta Kesehatan
- Jessica Ayu Mustikasari (VIII A) – Kesiapsiagaan Bencana
- Berlian Maudy Virginia (VII I) – Kepemimpinan
- Khoirul Rahma Aqshol Munaya (VIII A) – Cerdas Tangkas
Kategori Delegasi Tim B
- Kimnara Shamanta Zaila Q.Z (VII F) – Kesehatan Remaja
- Kaila Khansa Ramadhani (VII F) – Gerakan Kepalangmerahan
- Levina Shafa Candra Fazela (VII G) – Pertolongan Pertama
- Asna Azizah (VII I) – Sanitasi Kesehatan
- Faricka Putri Triminalisa (VII C) – Donor Darah
- Aquila Fadiya Haya – Jurnalistik
- Agia Shafa Raisa Aulia (VII I) – Duta Kesehatan
- Cheisya Princella G. P (VII F) – Duta Kesehatan
- Aulia Humaira Eka S.P (VII F) – Kesiapsiagaan Bencana
- Putri Ayu Rahmawati (VII F) – Kepemimpinan
- Dewi Kartika Arum Sari (VII B) – Cerdas Tangkas
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar