Cerita Mahasiswi Merantau Taklukkan Jarum Suntik di CREVO FAIR UMPO demi Aksi Sosial



LINTAS86.comPONOROGO — Gelaran tahunan akbar CREVO FAIR UMPO sukses menyedot perhatian publik serta ratusan mahasiswa. Acara yang mengusung tema besar "Gelar Produk Mahasiswa: Inovasi Hari Ini, Inspirasi Masa Depan!" ini diselenggarakan di bawah naungan Divisi Sertifikasi Profesi Kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (SERKWU UMPO). Mengambil lokasi strategis di Panggung Ekraf, Mixzone Creative Hub (MCH) Ponorogo, agenda pameran ini tampil beda. 

Kegiatan tidak hanya menyuguhkan inovasi bisnis digital, tetapi juga memadukannya secara apik dengan aksi kemanusiaan donor darah yang bekerja sama langsung dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo.
Sejak pagi hari, area Mixzone Creative Hub sudah dipadati oleh mahasiswa dan pengunjung umum. Pameran ini menampilkan berbagai klaster keahlian mahasiswa, mulai dari konsep Business Plan, pameran teknologi tepat guna, bisnis digital, klaster pendidikan, industri kreatif, hingga stan kewirausahaan umum. 
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kegiatan dikemas sangat interaktif dengan menghadirkan stan eksposisi produk (Expo), demonstrasi teknologi ramah kecerdasan buatan (AI), serta sesi bincang santai (talkshow) edukatif di panggung utama bersama pemateri yang diikuti secara antusias oleh para mahasiswa yang duduk lesehan di area depan panggung.

Buah Pendampingan Intensif Selama Enam Bulan

Ketua Divisi Sertifikasi Profesi Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Yusuf Arif, M.M., menjelaskan bahwa pameran produk ini bukan sekadar tugas kuliah biasa. Kegiatan ini merupakan puncak atau muara dari program pendampingan kewirausahaan intensif yang dijalani mahasiswa selama enam bulan penuh, baik melalui kelas teoretis (in class) maupun praktik langsung di lapangan.
"Kegiatan ini adalah bagian dari bukti keaktifan dan kreativitas teman-teman mahasiswa. Sebelumnya, mereka sudah melewati masa pendampingan ketat selama enam bulan, mulai dari pandangan kewirausahaan di dalam kelas hingga implementasi di luar kelas. Setelah serangkaian mentoring tersebut, mahasiswa dituntut menghasilkan produk riil yang siap bersaing, mulai dari kemasan yang bagus (packing), pemasaran yang baik, hingga kualitas produk yang unggul," ujar Yusuf Arif saat ditemui di sela-sela kesibukan acara.
Yusuf menambahkan bahwa dalam CREVO FAIR UMPO kali ini, terdapat pula agenda penilaian Idol Entrepreneur Award untuk menyaring karya-karya terbaik dan paling kreatif ciptaan mahasiswa. Acara ini secara resmi dibuka oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk perwakilan rektorat dan Wakil Rektor II UMPO.
"Alhamdulillah, di sela-sela talkshow... bisnis dan penilaian produk, kami juga menyelipkan kegiatan sosial berupa aksi donor darah. Ide awal ini muncul dari diskusi bersama teman-teman panitia. Mengingat jumlah mahasiswa kita sangat banyak, alangkah baiknya jika potensi ini digandeng untuk misi kemanusiaan. Kami putuskan menggandeng PMI Ponorogo, dan ternyata antusiasme mahasiswa sangat luar biasa untuk ikut mendonorkan darahnya hari ini," imbuh Yusuf.

Cerita Menggugah Para Pendonor Pemula

Aksi donor darah di sela pameran wirausaha ini melahirkan banyak cerita unik, terutama dari para mahasiswa yang baru pertama kali memberanikan diri berhadapan dengan jarum suntik demi misi kemanusiaan.
Fitri Sukma Ayu L., seorang mahasiswi aktif Program Studi Akuntansi semester 6 yang berasal dari wilayah Pelabuhan Merak, mengaku sangat antusias sekaligus deg-degan saat mendaftarkan diri di stan PMI. Pengalaman pertama ini diakuinya sempat memicu rasa cemas.
"Berhubung ini pengalaman pertama kali seumur hidup, rasanya sangat campur aduk dan excited. Awalnya saya takut sekali dengan jarumnya. Saya pikir kalau jarum donor darah yang besar itu akan terasa sangat sakit, tetapi ternyata setelah dicoba tidak sesakit yang ditakutkan. Harapan saya, setelah donor ini tubuh bisa menjadi lebih sehat dan darah yang terkumpul benar-benar bisa membantu orang lain yang membutuhkan. Ke depannya, saya ingin mencoba rutin mendonorkan darah lagi," ungkap Fitri sambil tersenyum lega setelah menyelesaikan proses donor.
Kisah yang tidak kalah dramatis datang dari Liana, mahasiswi Jurusan Akuntansi semester 7 yang merantau dari Perumahan Sukajaya, Bekasi. Ia membagikan pengalamannya saat berjuang melawan rasa takut karena ukuran jarum donor yang panjang, ditambah kondisi fisik yang sempat mengalami penurunan sesaat.
"Jujur, ini pengalaman pertama saya. Awalnya takut melihat jarumnya yang panjang. Ditambah lagi, petugas dari PMI tadi sempat bilang kalau pembuluh darah saya kecil, jadi tingkat ketakutan saya makin bertambah. Saat proses pengambilan darah dimulai, petugas sempat bertanya apakah saya merasa pusing atau mual. Saya tidak mual, tetapi tiba-tiba pandangan mata saya sempat blur dan agak pusing," kenang Liana menceritakan momen mendebarkannya.
Beruntung, kesiapan dan kesigapan tim medis PMI Ponorogo berhasil menangani kondisi Liana dengan sangat baik sesuai prosedur keselamatan penanganan pendonor.
"Setelah saya bilang pandangan blur, petugas langsung meminta saya untuk berbaring rileks terlebih dahulu. Tidak lama kemudian, kondisi saya mulai pulih, sadar penuh, dan penglihatan kembali cerah. Sekarang sudah bisa duduk normal lagi dan alhamdulillah prosesnya lancar. Untuk ke depannya, mungkin saya akan langsung datang ke kantor PMI saja agar tempatnya lebih proper, tenang, dan nyaman untuk meminimalkan pusing. Golongan darah saya O, dan saya sangat berharap kantong darah saya ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh adik-adik atau pasien lain yang sedang kekurangan darah," jelas Liana secara detail.

Apresiasi Tinggi dari Palang Merah Indonesia

Tingginya kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Ponorogo mendapat respons positif dan apresiasi setinggi-tingginya dari pihak Palang Merah Indonesia Kabupaten Ponorogo. Sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan organisasi kemanusiaan ini dinilai menjadi angin segar bagi pemenuhan stok darah daerah.
Mewakili Ketua PMI Kabupaten Ponorogo, petugas Donor Darah PMI, Taufikurrahman menyatakan bahwa aksi yang diinisiasi oleh mahasiswa UMPO ini sangat membantu menjaga stabilitas pasokan darah, khususnya di tengah tingginya permintaan medis di berbagai rumah sakit wilayah Ponorogo dan sekitarnya.
"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim panitia CREVO FAIR UMPO serta seluruh mahasiswa yang telah dengan sukarela datang dan mendonorkan darah mereka. Langkah nyata ini menjadi bukti konkret bahwa mahasiswa UMPO tidak hanya unggul dan kompeten dalam hal inovasi teknologi, bisnis digital, maupun ilmu kewirausahaan, tetapi mereka juga dibekali dengan empati serta rasa kepedulian sosial yang luar biasa tinggi terhadap sesama manusia yang saat ini sedang berjuang untuk sembuh di rumah sakit," tegas Taufikurrahman dalam pernyataan resminya.
Pihak PMI berharap kolaborasi kemanusiaan di lingkungan kampus seperti ini tidak hanya berhenti pada momentum pameran saja, melainkan dapat terus bertumbuh menjadi agenda rutin yang terprogram berkala. Langkah ini krusial untuk terus mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya gaya hidup sehat sekaligus berbagi melalui donor darah.

Komitmen Mencetak Wirausaha Muda Mandiri yang Berjiwa Sosial

Kesuksesan perhelatan CREVO FAIR UMPO ini tidak lepas dari kolaborasi kokoh dengan berbagai sponsor lokal dan mitra strategis, di antaranya Al-Fath, Nibras House, Freeland, Alfachia Journey, Apotek Safa Marwa, serta jajaran mitra pendukung lainnya. Integrasi antara eksposisi bisnis dan aksi sosial donor darah ini menegaskan posisi UMPO sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengejar aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter luhur mahasiswanya.
Menutup rangkaian evaluasi kegiatan, Yusuf Arif menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap dampak dari acara ini mampu mengubah pola pikir (mindset) mahasiswa dalam jangka panjang.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Cerita Mahasiswi Merantau Taklukkan Jarum Suntik di CREVO FAIR UMPO demi Aksi Sosial
  • Cerita Mahasiswi Merantau Taklukkan Jarum Suntik di CREVO FAIR UMPO demi Aksi Sosial
  • Cerita Mahasiswi Merantau Taklukkan Jarum Suntik di CREVO FAIR UMPO demi Aksi Sosial
  • Cerita Mahasiswi Merantau Taklukkan Jarum Suntik di CREVO FAIR UMPO demi Aksi Sosial
  • Cerita Mahasiswi Merantau Taklukkan Jarum Suntik di CREVO FAIR UMPO demi Aksi Sosial
  • Cerita Mahasiswi Merantau Taklukkan Jarum Suntik di CREVO FAIR UMPO demi Aksi Sosial

Posting Komentar