Sasar Kelurahan Sobo dan Kepatihan, Warga Digembleng Hadapi Ancaman "Miniatur Bencana" Banyuwangi
LINTAS86.com, BANYUWANGI – Langkah nyata dalam memperkuat mitigasi bencana di tingkat tapak terus digencarkan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi secara resmi menggelar kegiatan Pembentukan dan Pelatihan Tim Siaga Berbasis Masyarakat (SIBAT). Langkah strategis ini diambil guna merespons tingginya potensi ancaman bencana di wilayah tersebut sekaligus menciptakan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan sigap dalam situasi kedaruratan.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 21 hingga 23 Juli 2026, terpusat di Aula PMI Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 30 peserta terpilih tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka merupakan perwakilan warga dari dua wilayah strategis, yakni 15 orang dari Kelurahan Sobo dan 15 orang dari Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari tokoh masyarakat, anggota Linmas, pengurus PKK, pemuda Karang Taruna, hingga kader kesehatan.
Pembekalan Komprehensif Manajemen Kedaruratan
Selama pelatihan, para peserta digembleng dengan berbagai materi krusial mengenai manajemen kedaruratan. Materi yang disajikan melingkupi orientasi kepalangmerahan, pengantar tanggap darurat bencana, hingga dimensi mendalam dalam membangun ketangguhan masyarakat. Tidak hanya itu, peserta juga dibekali kemampuan teknis seperti pengenalan peta kerawanan bencana wilayah, pertolongan pertama (First Aid), simulasi evakuasi mandiri, serta sistem komunikasi darurat.
Melalui pelatihan ini, relawan SIBAT diajak untuk mengidentifikasi dan melakukan penilaian risiko bencana secara mandiri. Mereka dilatih menyusun rencana aksi mitigasi yang realistis untuk diterapkan langsung di lingkungan RT maupun RW masing-masing, sehingga aksi kesiapsiagaan dapat langsung terwujud.
Garda Terdepan Penyelamatan Mandiri
Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Nurhadi, MM, menegaskan pentingnya pembentukan kapasitas lokal.
Menurutnya, ketika bencana melanda, warga lokal adalah pihak pertama yang berada di lokasi kejadian sebelum tim bantuan luar tiba.
"Melalui pembentukan SIBAT ini, PMI Banyuwangi berharap masyarakat tidak hanya menjadi korban saat bencana terjadi, tetapi mampu menjadi garda terdepan dalam penyelamatan diri, pengurangan risiko bencana (PRB), serta penanganan pasca-bencana sebelum bantuan tiba," ujar Dr. H. Nurhadi, MM.
Ia menambahkan bahwa keberadaan tim ini menjadi ujung tombak kolaborasi antara pemerintah dan instansi terkait dalam menciptakan Banyuwangi yang lebih siaga dan resilien.
Banyuwangi sebagai "Miniatur Bencana Indonesia"
Dukungan penuh juga mengalir dari pemerintah setempat. Camat Banyuwangi, Andik Basuki, S.AB, M.Si., yang mewakili Pemerintah Kecamatan Banyuwangi, menyambut baik serta mengapresiasi tinggi langkah proaktif yang dilakukan PMI.
Kehadiran SIBAT dinilai ampuh menumbuhkan budaya sadar bencana untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian material.
Andik Basuki menyoroti bahwa kondisi geografis Banyuwangi sangatlah unik sekaligus menantang. Dengan lanskap yang membentang dari pesisir pantai, dataran rendah, hingga wilayah pegunungan, Banyuwangi kerap dijuluki sebagai "Miniatur Bencana Indonesia".
Potensi ancaman yang dihadapi sangat komprehensif, mencakup gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi.
"Mengingat Banyuwangi memiliki potensi ragam bencana yang lengkap, sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat seperti Kelurahan Sobo dan Kepatihan sangat krusial dalam mewujudkan ketangguhan wilayah. Banyuwangi adalah Miniatur Bencana Indonesia," tegas Andik Basuki, S.AB, M.Si.
Beliau menjelaskan bahwa anggota SIBAT akan memegang peranan vital di tingkat kelurahan. Mereka bertugas melakukan tindakan mitigasi awal, mendata kelompok warga rentan—seperti lansia dan anak-anak—serta memberikan respons cepat saat masa darurat tiba.
Menjaga Kesiapsiagaan dan Citra Wisata
Selain berfokus pada potensi bencana alam, Camat Banyuwangi juga mengingatkan keterkaitan erat antara kesiapsiagaan bencana dengan sektor pariwisata. Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur, keamanan dan kenyamanan wilayah Banyuwangi menjadi modal utama yang wajib dijaga bersama.
Masyarakat diimbau untuk turut menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan. Lingkungan yang bersih dari sumbatan sampah tidak hanya menekan risiko banjir pemukiman, tetapi juga menciptakan atmosfer aman bagi para wisatawan yang berkunjung.
Melalui kolaborasi erat antara PMI, pemerintah kecamatan, serta warga Kelurahan Sobo dan Kepatihan, pembentukan Tim SIBAT ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya sistem peringatan dini dan respons lokal yang tangguh di Bumi Blambangan.

Posting Komentar