Kancah Kemanusiaan Palang Merah Indonesia Di Kepulauan Solomon

TC Maila Operation _The Lesson Learn Workshop Activity (Photo Credit : Solomon Islands Red Cross)

LINTAS86.com,  JAKARTA - Operasi kemanusiaan internasional terpadu yang digawangi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) di Provinsi Barat (Western Province), Kepulauan Solomon, resmi memasuki tahapan evaluasi akhir, Selasa, 8 September 2026 . 


Setelah bertugas selama hampir empat bulan sejak Juni lalu, agenda penanganan dampak pascabencana Siklon Tropis Maila kini fokus pada penguatan kapasitas jangka panjang melalui Kegiatan Lokakarya Evaluasi (The Lesson Learn Workshop Activity).

Rangkaian fase akhir operasi di lapangan diisi oleh aktivitas teknis yang padat, seperti Kegiatan Pemantauan Pasca-Distribusi (The Post Distribution Monitoring Activity) serta pemantauan berkala ke komunitas Hopongo. 

Tim gabungan juga sukses menjalankan agenda pembagian lampu tenaga surya kepada komunitas Baniata untuk menerangi area pemukiman darurat warga.

Ony Purwitasari, Manajer Operasi PMI yang memimpin langsung jalannya lokakarya evaluasi tersebut, memaparkan pentingnya mendokumentasikan catatan taktis lapangan demi merumuskan formulasi mitigasi bencana kepulauan global di masa depan.

"Melalui agenda The Lesson Learn Workshop Activity ini, kami bersama Solomon Islands Red Cross mengumpulkan seluruh catatan taktis di lapangan agar penanganan pemulihan komunitas Hopongo dan Baniata dapat menjadi acuan operasi darurat internasional yang lebih efektif di masa mendatang," kata Ony Purwitasari merangkum hasil lokakarya.

Di sisi lain, kiprah kemanusiaan luar negeri PMI ternyata tidak hanya berpusat di Kepulauan Solomon. Jaringan organisasi berlambang mawar merah ini tengah memperluas penetrasi bantuannya ke beberapa negara lain yang juga sedang didera krisis alam ekstrem secara simultan.

Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI, Ridwan Sobri Carman, membeberkan komitmen perluasan bantuan internasional yang sedang berjalan saat ini di bawah bendera IFRC.

“PMI selalu berupaya membantu kejadian bencana tidak hanya di dalam negeri tetapi di luar negeri dengan sumberdaya dan jaringan organisasi yang kami miliki,” ujar Ridwan Sobri Carman.  

Ia menambahkan bahwa saat ini PMI memobilisasi personil terlatih spesialisasi air dan sanitasi untuk membantu banjir bandang nepal, personil spesialis bantuan non tunai di sandakan, malaysia serta personil spesialis hunian di fiji bersama IFRC.

Dengan berakhirnya penugasan personel di Kepulauan Solomon pada bulan September 2026 ini, PMI terbukti sukses meletakkan fondasi manajemen bencana yang kokoh sekaligus mempertegas eksistensi kerelawanan Indonesia di mata dunia.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kancah Kemanusiaan Palang Merah Indonesia Di Kepulauan Solomon
  • Kancah Kemanusiaan Palang Merah Indonesia Di Kepulauan Solomon
  • Kancah Kemanusiaan Palang Merah Indonesia Di Kepulauan Solomon
  • Kancah Kemanusiaan Palang Merah Indonesia Di Kepulauan Solomon
  • Kancah Kemanusiaan Palang Merah Indonesia Di Kepulauan Solomon
  • Kancah Kemanusiaan Palang Merah Indonesia Di Kepulauan Solomon

Posting Komentar