Tumbuhkan Solidaritas Kemanusiaan Generasi Muda, PMI Ponorogo Safari Sosialisasi PMR dan Donor Darah



LINTAS86.comPONOROGO — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo secara resmi meluncurkan gerakan kepedulian sosial melalui Sosialisasi PMR dan Donor Darah Sukarela Tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Ponorogo. Menargetkan 50 satuan pendidikan di Ponorogo, program intensif ini dilaksanakan selama lima hari berturut-turut, mulai dari tanggal 13 Juli hingga 17 Juli 2026.
Gerakan kepedulian ini memanfaatkan momentum strategis Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk menyaring minat dan membentuk kepribadian siswa baru agar memiliki kepekaan terhadap sesama. SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo atau yang jamak dikenal dengan julukan legendaris STMJ (Sekolah Teknik Menengah Jenangan) mendapat kehormatan menjadi salah satu titik tujuan utama pada hari pertama pelaksanaan, Senin (13/7/2026).
Kehadiran jajaran pengurus teras PMI Kabupaten Ponorogo di tengah upacara pembukaan MPLS disambut antusias oleh ratusan siswa baru, guru, beserta segenap civitas akademika sekolah kejuruan unggulan tersebut.

Landasan Hukum Internasional dan Pembentukan Karakter Bangsa

Pada upacara pembukaan MPLS di lapangan tengah SMKN 1 Jenangan, Sekretaris PMI Kabupaten Ponorogo, Sumani, menyampaikan amanat penting terkait esensi gerakan palang merah di mata dunia. Beliau menegaskan bahwa seluruh gerak kemanusiaan PMI memiliki payung hukum yang sangat kuat dan diakui secara global.
"PMI dilindungi oleh hukum secara Nasional Undang Undang Nomo 1 Tahun 2018 dan internasional Konvensi Jenenwa, untuk itu Saya bangga terhadap anak-anak murid SMK Negeri 1 jedangan yang saat ini dengan khidmat mengikuti dan menerima kami," ujar Sumani di hadapan para peserta upacara.
Lebih lanjut, Sumani memaparkan bahwa keikutsertaan para siswa dalam kegiatan PMR maupun kesadaran donor darah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun identitas nasional. Menanamkan kepedulian sosial sejak bangku sekolah dinilai menjadi pilar utama untuk menyongsong cita-cita Indonesia menjadi negara maju.
"Ke depan harapan kami jadilah anak-anak bangsa yang mempunyai toleransi kepedulian solidaritas sesama umat bagaimanapun siapapun yang kena musibah siapapun yang kena masalah perlu kehadiran kita atau orang lain. Apabila itu dilakukan oleh anak-anakku saya yakin yang namanya karakter bangsa karakter Indonesia karakter anak Putra Bangsa ini akan terwujud dan ke depan negara kita yang keinginan menjadi negara maju di dunia akan terwujud. Makasih ada kurangnya mohon maaf," pungkas Sumani menutup sambutannya.

Komitmen SMKN 1 Jenangan dalam Kemitraan Kemanusiaan

Kepala Sekolah SMKN 1 Jenangan Ponorogo, Farida Hanim Handayani, S.Pd., M.Pd., menyambut hangat sinergi yang diinisiasi oleh PMI.
Menurutnya, kehadiran rombongan pengurus daerah PMI Ponorogo ini merupakan sebuah keberkahan tersendiri bagi sekolah, terutama dalam mengisi masa orientasi siswa dengan kegiatan yang bernilai positif dan aplikatif.
"Hari ini kita dipertemukan dengan orang-orang baik di sini. Ketua PMI Kabupaten Ponorogo berkenan hadir berkunjung ke SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo dalam rangka sosialisasi program PMI untuk anak-anakku sekalian. Seperti yang tadi disampaikan oleh Bapak Sumani di lapangan tengah, tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran, serta menumbuhkan kepekaan dan kepedulian sosial kalian terhadap berbagai musibah bencana yang melanda, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Hal ini karena seluruh kegiatan PMI dilindungi oleh undang-undang internasional," papar Farida Hanim Handayani dalam sambutannya.
Farida Hanim juga menggarisbawahi bahwa SMKN 1 Jenangan telah lama memiliki kedekatan program dengan lembaga sosial ini. Pihak sekolah berkomitmen penuh menjaga kontinuitas agenda donor darah yang selama ini sudah berjalan baik menjadi program terjadwal.
"Biasanya kami bermitra dengan PMI dalam kegiatan donor darah. Oleh karena itu, bagi anak-anakku yang sehat dan tidak memiliki penyakit menular—misalnya tidak menderita tipes atau hepatitis—bisa ikut bergabung dalam kegiatan ini. Insyaallah, kegiatan donor darah antara SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo dengan PMI rutin dijalankan setiap dua bulan sekali. Mari anak-anakku yang sehat, kita bergabung untuk mendonorkan darah. Setitik darah kalian akan sangat bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan. Hari ini, mari kita dengarkan bersama paparan materi dari beliau. Tolong disimak dengan baik apa saja yang ingin beliau sampaikan kepada kalian semua. Akhir kata, sambutan dari saya cukup sampai di sini, silakan anak-anakku sekalian mendengarkan materi dengan saksama," tuturnya menginstruksikan para siswa untuk menyimak materi sosialisasi dengan serius.

Mengenal Nilai Kebersamaan dan Pentingnya Donor Darah Sejak Dini

Ketua PMI Kabupaten Ponorogo, Luhur Karsanto, turun langsung ke lapangan untuk menyapa sekaligus memaparkan materi utama sosialisasi kepada para pelajar. Dalam kesempatan silaturahmi tersebut, beliau memperkenalkan jajaran tim fasilitator, termasuk menyapa komite sekolah dan tim medis yang turut mengawal program safari.
Luhur mengungkapkan rasa bangganya melihat kedisiplinan para siswa baru di kampus SMKN 1 Jenangan yang dikenal berwibawa. 
Beliau bahkan membagikan cerita personal mengenai cucunya yang pada saat bersamaan juga tengah menempuh proses MPLS di kota lain, guna membangun kedekatan emosional dengan para siswa.
"Pertama-tama, saya ucapkan selamat kepada adik-adik sekalian. Hari ini, cucu kedua saya juga sedang mengikuti kegiatan seperti MPLS ini di Malang. Jadi, saya ikut merasa bangga. Apakah kalian juga bangga bisa diterima di sekolah yang legendaris ini? Alhamdulillah. Bersama Bapak dan Ibu guru, kalian semua akan menjalani proses belajar-mengajar di sini. Omong-omong, apakah ada di antara kalian yang lahir tahun 2011? Atau mayoritas lahir tahun 2010? Kalau 2012 sepertinya belum ada ya, Bu, karena usianya belum mencukupi. Intinya, ini luar biasa. Kalian diterima di sekolah yang hebat, dan di bawah kepemimpinan yang hebat pula, sekolah ini akan membawa suasana belajar yang sangat baik bagi kalian," ujar Luhur Karsanto menyemangati atmosfer belajar siswa baru.
Terkait dengan regulasi dan batasan medis donor darah, Luhur memberikan pemahaman komprehensif bahwa meski mayoritas siswa baru yang rata-rata lahir pada tahun 2010 (berusia sekitar 16 tahun) belum memenuhi syarat usia minimal donor darah yaitu 17 tahun, pengenalan nilai-nilainya wajib ditanamkan sedini mungkin.
"Menurut ketentuan, saat ini memang belum bisa. Nanti ketika sudah menginjak kelas 11 baru bisa mengikuti kegiatan ini. Sebagaimana yang disampaikan tadi, apa sebenarnya tujuan kedatangan kita ke sini? Kehadiran kita adalah untuk mengajak dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Harapan kami, mengenalkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan toleransi sejak dini dapat menjadi tugas kita bersama. Semua nilai kemanusiaan tersebut nantinya akan dikemas dalam berbagai materi pembelajaran saat mereka resmi menjadi anggota PMR," jelasnya.
Luhur menekankan aspek sosiologis dari donor darah yang bersifat universal dan tanpa pamrih. Karakteristik inilah yang menjadikan donor darah sebagai aksi kemanusiaan tertinggi karena menghubungkan dua orang asing dalam ikatan penyelamatan nyawa.
"Kami datang untuk mengetuk pintu hati kalian bahwa sebagai makhluk sosial, kita pasti memerlukan bantuan orang lain saat dilanda bencana. Menjadi pendonor darah bisa kita lakukan hingga usia 60 tahun. Mengapa ini penting? Karena darah adalah penyambung nyawa saat kondisi darurat seperti kecelakaan atau persalinan, dan itu tidak ada tiruannya. Istimewanya aksi kemanusiaan ini, darah kita sumbangkan secara anonim kepada orang asing yang membutuhkan. Kita tidak tahu siapa yang kita selamatkan, dan si penerima (resipien) juga tidak tahu darah siapa yang mengalir di tubuhnya. Inilah bentuk ketulusan tertinggi," urai Ketua PMI Ponorogo tersebut secara mendalam.
Di akhir pemaparannya, beliau menantang para siswa baru untuk menata niat kemanusiaan mereka dari sekarang, agar kelak saat menyentuh usia legal, mereka bisa menjadi pendonor aktif yang konsisten hingga tua demi meraih penghargaan kemanusiaan tertinggi dari negara.
"Saya mengimbau adik-adik sekalian untuk mulai mendonorkan darah sejak dini, tepatnya saat menginjak usia 17 tahun. Jika konsisten hingga usia 60 tahun, seseorang bisa mendonorkan darahnya sebanyak 140 sampai 150 kali dan berhak mendapatkan penghargaan dari negara. Selain itu, terkait pertanyaan tentang kenegaraan tadi, saya yakin fasilitator di sini bisa membantu membentuk wadah kegiatannya. Di samping Pramuka, di SMKN 1 Jenangan ini juga ada PMR. Bagi yang sudah ikut sejak SMP, silakan dilanjutkan di kampus (sekolah) ini bersama Ibu Kepala Sekolah. Harapan ke depan, PMR dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya, seperti yang kita lihat bersama di lapangan saat pembukaan tadi," tutup Luhur Karsanto.

Dampak Jangka Panjang Safari Kemanusiaan PMI

Melalui pelaksanaan sosialisasi secara maraton di 50 sekolah di Ponorogo ini, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Ponorogo berharap dapat memperluas basis relawan muda (young donors). Langkah preventif ini dirancang untuk menjaga stabilitas dan ketersediaan stok darah aman di wilayah Kabupaten Ponorogo sepanjang tahun 2026.
Pembentukan serta revitalisasi ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Wira di tingkat SMA/SMK/MA sesudah kegiatan sosialisasi ini juga ditargetkan mampu melahirkan agen-agen promotor kesehatan sebya (peer educator) yang tangguh, responsif terhadap bencana, serta siap mempraktikkan nilai solidaritas tanpa memandang perbedaan latar belakang di lingkungan masyarakat luas.
Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tumbuhkan Solidaritas Kemanusiaan Generasi Muda, PMI Ponorogo Safari Sosialisasi PMR dan Donor Darah
  • Tumbuhkan Solidaritas Kemanusiaan Generasi Muda, PMI Ponorogo Safari Sosialisasi PMR dan Donor Darah
  • Tumbuhkan Solidaritas Kemanusiaan Generasi Muda, PMI Ponorogo Safari Sosialisasi PMR dan Donor Darah
  • Tumbuhkan Solidaritas Kemanusiaan Generasi Muda, PMI Ponorogo Safari Sosialisasi PMR dan Donor Darah
  • Tumbuhkan Solidaritas Kemanusiaan Generasi Muda, PMI Ponorogo Safari Sosialisasi PMR dan Donor Darah
  • Tumbuhkan Solidaritas Kemanusiaan Generasi Muda, PMI Ponorogo Safari Sosialisasi PMR dan Donor Darah

Posting Komentar