Aksi Donor Darah di SMAN 1 Badegan: Kisah Niken, Siswi yang Temukan Kebahagiaan Lewat Berbagi
Sosok tersebut adalah Nike Syaifa Zahra Khailsa, seorang siswi kelas 12.9 IPS 3 SMAN 1 Badegan yang berasal dari Desa/Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Siswi yang akrab dipanggil Niken ini memilih untuk memberanikan diri mendaftarkan diri sebagai pendonor darah untuk pertama kalinya.
Kepedulian yang Tumbuh dari Rasa Syukur
Bagi Niken, dorongan untuk ikut serta dalam aksi donor darah berawal dari rasa syukur atas kesehatan fisik yang dimilikinya. Ia menyadari bahwa kesempatan untuk menolong sesama tidak selalu harus diukur dari kemewahan materi, melainkan dari kelebihan fisik yang bisa disedekahkan secara nyata bagi orang lain yang sedang membutuhkan pasokan darah.
Saat menceritakan pengalaman perdananya, Niken menuturkan alasan mendasar di balik keberaniannya melangkah ke meja donor.
"Awalnya memang saya itu tertarik untuk donor darah karena saya mau membantu sedikit orang-orang yang membutuhkan darah. Nah saya juga berpikir bahwa saya mempunyai kelebihan yang pasti orang kaya ada yang nggak punya gitu kan, ada dari segi berat badan atau yang lain-lain sedangkan saya tuh punya kelebihan di situ jadi saya membantu sedikit. Saya tertarik karena memang ya saya membantu pengen melihat kebahagiaan orang lain yang mendapatkan darah saya," tutur Niken penuh ketulusan.
Bijak Menyikapi Isu dan Mitos Internet
Sebagai pendonor pemula, Niken tidak menampik adanya rasa ragu akibat maraknya rumor tak berdasar yang berseliweran di media sosial. Sebelum kegiatan berlangsung, ia sempat membaca berbagai isu di internet mengenai proses donor darah yang menakutkan, termasuk desas-desus seputar penggunaan jarum suntik.
Namun, kedewasaan berpikir membuat Niken tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu benar. Ia memilih untuk berpegang teguh pada niat mulianya.
"Kalau takut isu nggak, karena itu balik ke diri masing-masing juga. Dan biasanya kalau isu-isu biasanya itu adanya misal kayak tadi sebelum saya donor darah tuh terdapat isu di internet kalau misal jarumnya itu khas dan lain-lain gitu. Saya nggak mudah percaya karena saya yakin kalau misal memang tujuannya baik ya maka tidak terjadi seperti itu," terangnya mantap.
Niatan Rutin dan Pesan Motivasi untuk Pelajar
Pengalaman pertama yang berjalan lancar dan nyaman memberikan kesan mendalam bagi Niken. Keberhasilan dalam donor darah perdana ini menumbuhkan komitmen baru untuk menjadikan aksi sosial tersebut sebagai agenda rutin dalam kehidupannya.
"Iya mau mau rutin setelah ini, setelah sudah merasakan saya akan rutin mendonorkan darah saya. Harapannya semua orang bisa terbantu dan merasakan kebahagiaan yang Tuhan titipkan dari saya untuk mereka," ungkap Niken menyuarakan harapannya.
Mengakhiri perbincangan, Niken menyampaikan pesan hangat bagi rekan-rekan sebaya di SMAN 1 Badegan maupun seluruh pelajar di Ponorogo agar tidak cemas dan berani mencoba.
"Harapannya jangan takut untuk donor darah. Jangan takut untuk disuntik dan lain-lain itu nggak sakit, nggak takut... eh nggak sakit sama sekali! Itu pure hanya ketakutan kalian masing-masing. Donor darah itu baik, kalian mendapatkan pahala dan tentunya ada rasa kebahagiaan tersendiri lah setelah donor darah itu. Nggak usah takut untuk donor darah, pokoknya donor darah itu nggak semenakutkan apa yang kalian pikirkan," tutup Niken menyemangati.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi


Posting Komentar