Reformasi Kedisiplinan Latihan Jadi Kunci PMR SMPN 1 Jetis Rajai JKP Jatim 2026



LINTAS86.comPONOROGO - Raihan 13 trofi penghargaan serta dua gelar Kontingen Terbaik oleh PMR Madya SMP Negeri 1 Jetis dalam ajang Jumpa Karya Prestasi (JKP) Jawa Timur 2026 di SMA Negeri 2 Ponorogo tidak terjadi dalam semalam. Di balik deretan piala yang berhasil diamankan oleh Aisyah Sepsiana Wicahyanti dan kawan-kawan, terdapat cerita mengenai perubahan radikal dalam sistem manajemen latihan, pembongkaran ego kelompok, serta pembentukan norma kedisiplinan baru yang berhasil diinternalisasi oleh para siswa.
Kompetisi tingkat provinsi yang mempertemukan ratusan relawan muda se-Jawa Timur ini menguji ketahanan mental peserta. Tiga fase emosional dialami secara langsung oleh delegasi SMPN 1 Jetis. Sebelum kegiatan dimulai, atmosfer internal tim dipenuhi perasaan campur aduk antara ketakutan, gugup, serta antusiasme tinggi akibat jadwal latihan mandiri yang sangat padat. Namun, saat berada di bawah tekanan pos penilaian, seluruh personel Tim A dan Tim B mampu bertindak tenang, saling menguatkan, dan berfokus penuh menyelesaikan rintangan teknis.

Sudut Pandang Ketua Tim: Reformasi Pola Latihan dan Norma Baru

Ketua Tim PMR Madya SMPN 1 Jetis sekaligus peraih Peringkat 5 Travelling Pertolongan Pertama, Mafaza Firdausy Cinta Arifin (Kelas 9B), memberikan testimoni kritis dan terbuka mengenai dinamika internal organisasi yang ia pimpin selama tiga tahun terakhir. 
Mafaza menggarisbawahi bahwa kunci utama kemenangan tahun ini terletak pada kualitas kedisiplinan proses, bukan sekadar mengandalkan bakat alam individu.
"Menurutku pribadi, sejauh ini JKP 2026 adalah ajang lomba yang paling aku sukai dari segi kualitas kerja samanya. Selama tiga tahun berturut-turut aku bergabung di PMR SMPN 1 Jetis, baru pada momentum lomba inilah anak-anak bisa menunjukkan sikap yang sangat tertib, teratur, mau mendengarkan perkataanku sebagai ketua, dan memiliki kesadaran tinggi untuk rutin datang latihan tanpa terkecuali," ungkap Mafaza dengan nada bangga.
Mafaza kemudian melakukan refleksi mendalam dengan membandingkan pola persiapan tim pada kompetisi-kompetisi di masa lalu. Ia secara terbuka menyampaikan catatannya kepada pihak fasilitator tim mengenai kelemahan struktural organisasi pada masa lalu yang kini berhasil diperbaiki.
"Soalnya, pada lomba-lomba yang lain, Mas Yoga (fasilitator PMR) juga tahu sendiri bagaimana kondisi riil latihannya anak-anak Jetis ini. Di perlombaan sebelumnya, kami memang menghasilkan piala yang lebih banyak, tetapi setelah dievaluasi, itu murni karena faktor orang-orangnya saja yang hebat secara individual, bukan karena kualitas sistem atau kedisiplinan latihannya. Oleh karena itu, aku ingin cara dan sistem latihan yang tertib sekarang ini bisa menjadi catatan tidak tertulis bagi organisasi. Intinya agar sampai kapan pun, generasi penerus kami tetap tertib tanpa harus selalu disuruh-suruh. Pokoknya, aku berharap hal ini bisa menjadi norma tetap di PMR SMPN 1 Jetis yang tidak akan diubah sampai kapan pun," tegas Mafaza menjabarkan komitmen jangka panjangnya.

Evaluasi Teknis Berkelanjutan Pasca-Kompetisi

Kesadaran akan pentingnya menjaga konsistensi performa membuat para pengurus PMR langsung mencanangkan rencana aksi pasca-kegiatan. Berdasarkan kesepakatan bersama, seluruh anggota tim tidak ingin terjebak dalam euforia kemenangan sesaat. Langkah taktis yang segera dieksekusi adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil lembar penilaian dari juri JKP untuk memetakan kelemahan teknis yang masih muncul di pos sanitasi, kesehatan remaja, hingga cerdas tangkas.
Ilmu dan pengalaman bertanding yang didapat oleh para siswa kelas 9—seperti Syahda Aisha, Azzakia Qorine, Reiza A'erilyn, Hasna Aribah, Navasya Viona, Tiffani Melinia, Ega Bintang, Giestha Karunia, Livya Amanda, dan Juan Alfath—akan didokumentasikan ke dalam modul internal. Pengetahuan ini nantinya ditransfer secara berkala kepada anggota tingkat pratama dan adik kelas yang menduduki kelas 7 serta kelas 8 (seperti Keisha Aulia, Dzikra Aufa, Wafida Indi, Clarine Angel, Atika Adilah, Dian Rahayu, Risfiona Fidel, dan Rania Salsabila). Hal ini bertujuan agar saat para senior lulus, standar operasional penanganan medis darurat sekolah tidak mengalami penurunan kualitas.

Apresiasi Sekolah atas Tumbuhnya Karakter Relawan

Transformasi kultur latihan yang digerakkan dari bawah oleh para siswa ini mendapat pengakuan penuh dari pihak sekolah melalui Pembina PMR, Kasa Fiorentika, S.Pd. dan Siti Sa’adah, SE. Pihak pembina menilai bahwa keberhasilan merombak ego kelompok menjadi kesadaran kolektif adalah prestasi tertinggi yang sesungguhnya dalam dunia organisasi palang merah.
"Kami melihat sendiri bagaimana proses perubahan itu terjadi di lapangan sekolah setiap sore. Anak-anak belajar menekan keegoisan mereka demi menyamakan ritme langkah tim. Seperti yang kami tegaskan, JKP 2026 adalah wadah nyata bagi bertumbuhnya karakter mereka. Selamat atas prestasi ini, dan terima kasih karena telah menjaga kehormatan serta nama baik SMPN 1 Jetis melalui pembuktian kerja keras yang sehat," pungkas Kasa Fiorentika.
Harapan besar kini disematkan pada pundak seluruh anggota PMR Madya SMPN 1 Jetis. Keberhasilan menyabet predikat Kontingen Terbaik Madya dan Pratama di tingkat Jawa Timur diharapkan menjadi motor penggerak bagi ekstrakurikuler lain di sekolah untuk mengadopsi sistem latihan berbasis kedisiplinan mandiri tanpa intervensi instruksi yang berulang-ulang, demi mewujudkan visi sekolah sebagai lumbung talenta berkarakter di Ponorogo.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Reformasi Kedisiplinan Latihan Jadi Kunci PMR SMPN 1 Jetis Rajai JKP Jatim 2026
  • Reformasi Kedisiplinan Latihan Jadi Kunci PMR SMPN 1 Jetis Rajai JKP Jatim 2026
  • Reformasi Kedisiplinan Latihan Jadi Kunci PMR SMPN 1 Jetis Rajai JKP Jatim 2026
  • Reformasi Kedisiplinan Latihan Jadi Kunci PMR SMPN 1 Jetis Rajai JKP Jatim 2026
  • Reformasi Kedisiplinan Latihan Jadi Kunci PMR SMPN 1 Jetis Rajai JKP Jatim 2026
  • Reformasi Kedisiplinan Latihan Jadi Kunci PMR SMPN 1 Jetis Rajai JKP Jatim 2026

Posting Komentar