Cetak Generasi Berkarakter, SMKN 2 Ponorogo Resmikan Grup Reog Pada Upacara HUT ke-81 RI
Rangkaian kegiatan diawali upacara pengibaran bendera Merah Putih yang diikuti secara tertib oleh seluruh guru, tenaga kependidikan (GTK), dan ratusan siswa. Upacara tersebut menjadi pengingat atas jasa pahlawan sekaligus momentum refleksi diri bagi seluruh warga sekolah.
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd., mengimbau para siswa agar memanfaatkan masa muda mereka dengan melahirkan karya bernilai bagi bangsa. Kesempatan belajar di sekolah harus dimaksimalkan untuk mengasah kemampuan teknis dan pembentukan karakter kepemimpinan.
"Kita sudah sepatutnya bersyukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif, melalui prestasi, kedisiplinan, kerja keras, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa," papar Suryanto.
Dalam era digital saat ini, Suryanto menyadari bahwa tantangan anak muda semakin kompleks, terutama di ranah media sosial. Oleh karena itu, ia berpesan agar kemajuan teknologi digunakan untuk mempublikasikan kegiatan positif dan pencapaian akademik maupun non-akademik.
"Gunakan media sosial secara bijak. Jangan sampai media sosial justru menjadi tempat menyebarkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Jadikan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya, berprestasi, dan membangun citra positif diri maupun sekolah," pesannya di hadapan para siswa.
Daya tarik utama dari kegiatan peringatan tahun ini terlihat sesaat setelah rangkaian upacara selesai. Pihak sekolah secara resmi meluncurkan Sardulo Darmo Budoyo, sebuah grup seni Reog Ponorogo yang dibentuk untuk wadah kreativitas siswa. Pemotongan tumpeng menandai resminya pendirian grup seni ini, yang kemudian disusul oleh pementasan karya tari perdana.
Kearifan lokal Reog dipilih karena selaras dengan jati diri Ponorogo serta kurikulum pendukung keahlian pariwisata yang dikembangkan oleh SMK Negeri 2 Ponorogo.
"Harapannya, launching Grup Reog Sardulo Darmo Budoyo ini bisa memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus nguri-nguri budaya, khususnya Reog Ponorogo. Kita merupakan sekolah di bidang pariwisata, sehingga sudah sepantasnya ikut menghidupkan dan melestarikan budaya lokal, khususnya Reog yang menjadi salah satu kearifan lokal Ponorogo," urai Suryanto.
Pengembangan bakat seni ini dirancang tidak sekadar sebagai hobi, melainkan dipersiapkan secara profesional. Manajemen kesiswaan berencana menggembleng para anggota grup agar siap berkompetisi pada berbagai ajang kebudayaan skala besar.
Rencana pembinaan jangka panjang tersebut disampaikan oleh Waka Kesiswaan SMK Negeri 2 Ponorogo, Nur Mochamad Taufiq, S.Pd.
"Dengan dilaunching-nya Grup Reog Sardulo Darmo Budoyo ini, ke depan akan terus kita kembangkan. Kami juga berharap grup ini dapat mengikuti berbagai even, termasuk even tingkat nasional seperti Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP)," kata Nur Mochamad Taufiq.
Peresmian ini menjadi titik awal komitmen SMK Negeri 2 Ponorogo dalam memadukan kesiapan kerja lulusannya dengan pemahaman seni budaya bangsa yang kuat.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar