Menunggu Enam Tahun, UDD PMI Lumajang Resmi Perdana Ekspor Plasma Darah ke Korea Selatan
Momen bersejarah ini menjadi penanda berakhirnya masa penantian selama enam tahun demi memenuhi kualifikasi dan standar mutu internasional dalam pengolahan darah. Pengiriman ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang melibatkan jaringan pelayanan darah tingkat daerah.
Kepala UDD PMI Kabupaten Lumajang, dr. Halimi Maksum, MMRS, menjelaskan bahwa keberhasilan ini dicapai setelah pihaknya resmi mengantongi lisensi standar kualitas tinggi dari lembaga berwenang.
"Kami menunggu selama enam tahun untuk bisa mengirimkan plasma dalam program fraksionasi plasma yang digagas oleh UTD PMI Pusat bekerja sama dengan Korea Selatan, setelah kami resmi mengantongi sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik)," ujar dr. Halimi Maksum, MMRS, di halaman UDD PMI Lumajang.
Pengiriman perdana plasma darah ini mendapatkan pengawalan langsung dari personel UTD PMI Pusat, baik dari sisi teknis medis maupun pemenuhan kelengkapan administrasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas rantai dingin (cold chain) dan keamanan plasma tetap terjaga selama proses transportasi.
Sementara itu, Manajer Kualitas UDD PMI Lumajang, Trio, merinci jumlah volume plasma yang dikirimkan pada tahap awal ini. Pihaknya optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat seiring dengan kesiapan kapasitas produksi harian.
"Untuk pengiriman perdana ini, kami mengirimkan 6 boks atau sebanyak 48 liter plasma darah. Dua pekan lagi, kita harapkan bisa mengirimkan hingga dua kali lipat dari jumlah saat ini," ungkap Trio.
Di sisi lain, perwakilan UTD PMI Pusat yang mengawal proses pendistribusian menjelaskan gambaran potensi produksi plasma secara nasional. Dari total 19 UDD PMI di Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi CPOB, kapasitas ideal yang bisa dihasilkan sebenarnya mencapai 118 ribu liter per tahun. Namun, karena masih adanya sejumlah kendala operasional di berbagai daerah, target nasional tahun ini diperkirakan berada di angka 75 ribu liter. Saat ini, capaian nasional baru terpenuhi sekitar 46 ribu liter, sehingga peluang UDD PMI Lumajang untuk mendongkrak produksi plasma masih sangat terbuka lebar. Pihak pusat berharap pengiriman selanjutnya dapat dilakukan secara rutin dengan volume yang terus terjaga.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua PMI Kabupaten Lumajang Bidang Pelayanan Darah, Didik Supribadio, menyampaikan harapannya agar langkah awal ini menjadi pemicu peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
"Kami berharap pengiriman perdana ini berjalan lancar sebagai awal yang baik. Selanjutnya, kita bisa mengirimkan plasma secara rutin, yang tentunya akan terus kami evaluasi secara berkala," tutur Didik Supribadio.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar