Tumbuhkan Jiwa Sosial dan Kemanusiaan, SMAN 1 Badegan Ponorogo Rutin Gelar Aksi Donor Darah
Aksi sosial ini diikuti secara konsisten oleh berbagai elemen sekolah, mulai dari para siswa, guru, hingga karyawan. Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi kesehatan yang ketat dari tim medis, sebanyak 35 orang yang terdiri atas siswa, guru, serta karyawan SMAN 1 Badegan dinyatakan lolos dan berhasil mendonorkan darah mereka demi misi kemanusiaan.
Menanamkan Nilai Agama, Kemanusiaan, dan Kesehatan
Kepala SMAN 1 Badegan, Siti Mariyani, S.Pd., M.Pd., melalui Pembina PMR SMAN 1 Badegan, Khoirul Anam, M.Pd.I., menyampaikan bahwa tradisi donor darah di SMAN 1 Badegan terus dijaga keberlangsungannya karena memberikan dampak positif ganda. Selain membantu menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan pasokan darah, kegiatan ini juga memberikan manfaat kesehatan fisik yang nyata bagi para pendonornya.
Khoirul Anam menerangkan bahwa kesadaran sosial yang tinggi serta antusiasme yang kuat dari warga sekolah menjadi kunci utama mengapa program kemanusiaan ini dapat terus berjalan lancar dan konsisten dari waktu ke waktu.
"Alhamdulillah, kegiatan donor darah ini kan sangat membantu orang lain dan anak-anak atau para pendonor itu juga memperoleh kesehatan, sehingga anak-anak antusias dan sampai sekarang masih bisa berjalan dengan lancar. Untuk pesertanya, alhamdulillah anak-anak juga mencapai seratusan pendaftar karena mereka merasa senang bisa membantu orang lain dengan darahnya. Selain siswa, guru dan karyawan juga alhamdulillah sangat antusias untuk mengikuti aksi donor darah ini," ujar Khoirul Anam di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, pihak sekolah sengaja menjadikan kegiatan donor darah berkala ini sebagai sarana pendidikan karakter yang terintegrasi, baik dari segi pemahaman umum maupun nilai-nilai spiritual.
"Tujuan utama dengan kegiatan ini adalah agar anak-anak bisa memiliki jiwa sosial terhadap orang lain dengan cara menyumbangkan darahnya. Selain berbagi, harapannya melalui tujuan sederhana ini anak-anak bisa menerapkan nilai keagamaannya, nilai kemanusiaannya, nilai sosialnya, dan juga nilai kesehatannya kepada orang lain. Terakhir, untuk keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih kepada PMI yang sudah sekian lama bekerjasama dalam bidang donor darah ini. Kedepannya semoga bisa tetap terjalin silaturahmi yang baik," tambahnya.
Apresiasi PMI Ponorogo dan Manfaat Kesehatan
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Ketua PMI Kabupaten Ponorogo melalui petugas donor darah lapangan, Taufikurrahman. Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kontribusi nyata dan konsistensi SMAN 1 Badegan Ponorogo dalam membantu memenuhi ketersediaan stok darah di unit PMI.
Taufikurrahman memaparkan bahwa mendonorkan darah secara rutin memiliki beragam manfaat kesehatan yang teruji secara medis, di antaranya menurunkan risiko terkena penyakit jantung, kanker, serta gangguan pembuluh darah. Selain itu, donor darah juga berguna untuk mendeteksi penyakit serius secara dini dan membuat kondisi psikologis pendonor menjadi lebih sehat dan bahagia.
“Semoga kegiatan sosial ini dapat berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tutur Taufikurrahman penuh harapan.
Pengalaman Perdana Waka Kurikulum Mendonorkan Darah
Aksi donor darah kali ini juga diwarnai oleh beragam cerita unik dan berkesan dari para pendonor pemula. Salah satunya datang dari Wakil Kepala (Waka) Kurikulum SMAN 1 Badegan, Purwaning Handayani, yang baru pertama kali memberanikan diri ikut serta dalam aksi donor darah di sekolah.
Purwaning menceritakan kendala-kendala fisik yang sempat dialaminya pada kesempatan-kesempatan sebelumnya hingga akhirnya baru dapat terealisasi pada hari ini.
"Ini baru pertama kali saya ikut donor darah. Seperti apa ceritanya, yang dulu-dulu itu berat badan saya tidak memenuhi syarat. Sekarang alhamdulillah sudah memenuhi. Terus dulu waktu berat badan sudah memenuhi, ketika mau donor kalau tidak pas tensi saya rendah, ya pas lagi bertepatan dengan datang bulan. Jadi baru sekarang bisa terlaksana," ungkap Purwaning menceritakan pengalamannya.
Cerita Mahasiswa PPG Unmuh Ponorogo Melawan Rasa Takut
Selain warga sekolah, antusiasme juga ditunjukkan oleh Ning Azizah Nursyah, seorang mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo asal Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, yang sedang bertugas di SMAN 1 Badegan. Mahasiswa yang akrab disapa Nining ini mengaku baru pertama kali mendapatkan kesempatan donor darah.
"Dulu waktu saya sekolah sepertinya belum ada kegiatan donor darah yang masuk ke sekolah. Terus pas ada, saya sudah lulus jadi tidak ada kesempatan. Dulu juga ada rasa takut, jadi mumpung di sini ada kegiatan donor darah, saya manfaatkan kesempatannya," jelas Nining.
Nining tidak menampik bahwa dirinya sempat merasa cemas akibat terpengaruh oleh berbagai unggahan video di media sosial seperti TikTok yang memperlihatkan dampak negatif donor darah. Namun, dorongan rasa penasaran untuk mengetahui jenis golongan darahnya berhasil memantapkan langkahnya.
"Sebenarnya rasa takut itu pasti ada, soalnya kalau lihat dari video-video di TikTok gitu kan kayak ada yang pingsan atau apa efeknya. Selain itu, saya juga belum tahu golongan darah saya, jadi saya pengen tahu dulu. Tapi setelah dicoba dan selesai donor darah, sejauh ini rasanya masih oke-oke saja. Semoga orang-orang yang membutuhkan darah ini diberikan kekuatan untuk tetap survive dan semoga terus sehat," tutup Nining berseri-seri.
Donor darah di SMAN 1 Badegan tidak hanya menjadi aksi sosial biasa, melainkan juga sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya kepedulian sosial. Semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus menginspirasi banyak pihak di Kabupaten Ponorogo.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar