Guncangan Gempa M7.7 Flores: Sentuhan Kasih di Tenda Pengungsian Borokanda Bangkitkan Senyum Korban
Langkah taktis penanganan krisis ini mengedepankan kehadiran langsung figur pengayom di garda terdepan. Melalui pendekatan interpersonal yang hangat, anak-anak korban bencana diajak berinteraksi, bercerita, dan diberikan motivasi penguat emosional. Keberadaan posko terpadu di lapangan ini terbukti efektif dalam memetakan kebutuhan mendasar serta menyalurkan bantuan logistik secara cepat dan terarah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Guna memastikan asupan gizi anak-anak tetap terjaga dengan baik selama masa darurat, tim relawan bergerak melakukan aksi kolaboratif bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ende. Sinergi ini diwujudkan melalui pembagian 100 kotak paket makanan bergizi yang disebar merata di dua titik posko pengungsian utama yang menampung sekitar 50 anak-anak terdampak.
Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Ende, Cicih Muslimah Badeoda, menekankan pentingnya manajemen komunikasi krisis di mana pimpinan organisasi harus senantiasa hadir secara fisik di tengah masyarakat. Kehadiran ini bukan sekadar tentang seremonial pembagian bantuan fisik, melainkan bagian dari komitmen layanan publik yang utuh guna memastikan tidak ada warga yang merasa ditinggalkan dalam kesendirian.
"Kami menyadari bahwa luka psikologis akibat bencana sering kali tidak kasat mata namun dampaknya sangat mendalam bagi anak-anak. Oleh karena itu, kami harus memastikan pimpinan tetap terlihat di lapangan dan publik tetap dilayani dengan standar penanganan terbaik. Kami hadir langsung di tenda-tenda darurat Desa Borokanda ini untuk memberikan dekapan hangat sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan pangan dan perlindungan mereka tercukupi tanpa hambatan birokrasi," ujar Cicih Muslimah Badeoda saat memimpin langsung proses penguatan mental bagi pengungsi cilik.
Respon cepat dan kehadiran nyata dari tim gabungan ini disambut dengan penuh kelegaan oleh para orang tua di pengungsian. Langkah pemulihan trauma terpadu ini diharapkan dapat menekan potensi stres pasca-bencana pada anak-anak, sekaligus menjaga kestabilan sosial masyarakat yang sedang berjuang mengumpulkan kembali sisa-sisa semangat hidup mereka di tengah bayang-bayang bencana alam.
Penulis: Adrian Jr.
Editor: Redaksi

Posting Komentar