Komitmen 11 UPD PMI Korwil III Jateng: Pacu Mutu SDM dan Pembaruan Sistem Informasi Lewat Jejaring PuF

 




LINTAS86.comBANJARNEGARA – Komitmen bersama yang dideklarasikan oleh 11 Unit Pengelola Darah (UPD) PMI Kabupaten/Kota se-Korwil III Jawa Tengah dalam membangun jejaring Plasma untuk Fraksionasi (PuF) di Banjarnegara pada Kamis, 6 Agustus 2026, diyakini akan membawa dampak transformatif. Langkah sinergis ini dinilai tidak hanya akan memperkuat stok plasma nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi peningkatan mutu operasional, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), serta tingkat kepercayaan publik terhadap layanan transfusi darah PMI.
Kepala UPD PMI Kabupaten Banyumas, dr. Winda Astuti, menjabarkan bahwa fraksionasi plasma merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang yang sudah direncanakan secara matang demi mencapai kemandirian bangsa di sektor kesehatan. Namun, keberhasilan implementasi program ini di lapangan sangat bergantung pada kedisiplinan dan ketaatan kolektif dari seluruh unit penyedia darah.
"Fraksionasi plasma adalah salah satu program kemandirian yang sudah direncanakan dan harus diterapkan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan besar tersebut, diperlukan komitmen yang kuat serta ketaatan bersama untuk menerapkan kebijakan penyediaan Plasma untuk Fraksionasi dari semua pihak yang terlibat dalam jejaring ini," papar dr. Winda Astuti di sela-sela pertemuan regional Korwil III Jawa Tengah di Hotel Fox Harris Banjarnegara seperti dikutip dari portal berita ANEWS.co.
Dalam analisisnya, dr. Winda menguraikan bahwa pembentukan jejaring PuF regional ini membawa banyak keuntungan strategis bagi internal PMI. Manfaat utama yang paling terasa adalah terciptanya efisiensi skala ekonomis dalam proses pengolahan darah, yang dibarengi dengan peningkatan mutu serta efektivitas operasional harian.
"Selain urusan efisiensi operasional, program jejaring PuF ini secara otomatis menjadi sarana pemantapan mutu yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapasitas keterampilan SDM kita di daerah. Dampak jangka panjangnya, hal ini tentu akan semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap profesionalisme pelayanan darah yang dikelola oleh PMI," tambah dr. Winda Astuti.
Guna mendukung percepatan program jejaring ini, dr. Winda menyebutkan ada beberapa langkah taktis dan pembaruan sistem yang harus segera dieksekusi oleh 11 UPD PMI di wilayah Korwil III Jateng. Salah satu poin digitalisasi yang mendesak adalah pelaksanaan pembaruan (update) Sistem Informasi Manajemen Donor Darah ke versi terbaru, yaitu SIMDONDAR versi 4.0. Pembaruan sistem informasi ini krusial untuk memastikan ketertelusuran data donor dan kantong darah secara real-time dan akurat.
Langkah tindak lanjut berikutnya mencakup pelaksanaan audit menyeluruh dari UPD Pusat Jejaring, sosialisasi edukatif mengenai pentingnya Fraksionasi Plasma kepada kelompok-kelompok donor darah sukarela, serta kewajiban penggunaan alat medis dan reagen Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) yang sesuai dengan ketentuan standar mutu tertinggi. Seluruh proses persiapan teknis ini ditargetkan bermuara pada perolehan Sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) atau Sertifikat SK Plasma bagi masing-masing unit pengelola daerah sebagai bukti kelayakan formal.

Penulis: Alwan 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Komitmen 11 UPD PMI Korwil III Jateng: Pacu Mutu SDM dan Pembaruan Sistem Informasi Lewat Jejaring PuF
  • Komitmen 11 UPD PMI Korwil III Jateng: Pacu Mutu SDM dan Pembaruan Sistem Informasi Lewat Jejaring PuF
  • Komitmen 11 UPD PMI Korwil III Jateng: Pacu Mutu SDM dan Pembaruan Sistem Informasi Lewat Jejaring PuF
  • Komitmen 11 UPD PMI Korwil III Jateng: Pacu Mutu SDM dan Pembaruan Sistem Informasi Lewat Jejaring PuF
  • Komitmen 11 UPD PMI Korwil III Jateng: Pacu Mutu SDM dan Pembaruan Sistem Informasi Lewat Jejaring PuF
  • Komitmen 11 UPD PMI Korwil III Jateng: Pacu Mutu SDM dan Pembaruan Sistem Informasi Lewat Jejaring PuF

Posting Komentar