Pengabdian Tanpa Batas: PMI Jakarta Utara Kirim Tim Medis Darurat ke Wilayah Terdampak Gempa NTT
LINTAS86.com, JAKARTA UTARA — Di tengah padatnya operasi pemulihan bencana di Sumatera Utara, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Administrasi Jakarta Utara kembali menunjukkan soliditas dan kesiapsiagaan penuh dalam merespons bencana nasional. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, S.E., secara resmi melepas pemberangkatan Tim Kesehatan Darurat untuk menerjang medan bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat sekaligus sarat nuansa haru tersebut digelar di Markas PMI Jakarta Utara, kawasan Plumpang Semper. Keputusan pemberangkatan personel medis ini diambil secara mendadak setelah PMI Pusat mengeluarkan instruksi siaga dan permohonan bantuan darurat pada pukul 10.00 WIB di hari yang sama.
Pada gelombang pertama ini, sebanyak tiga orang personel medis ahli diterjunkan langsung ke pusat titik bencana di NTT. Formasi tim kesehatan ini mencakup satu orang tenaga medis dokter, satu orang tenaga kedokteran, serta satu orang perawat spesialis penanganan gawat darurat lapangan.
Menghadapi instruksi mendadak tersebut, manajemen PMI Jakarta Utara bergerak cepat mengamankan logistik penunjang serta dokumen perjalanan agar seluruh tim dapat mengudara di hari yang sama tanpa penundaan. Langkah ini krusial guna memastikan golden period penanganan korban gempa bumi di NTT dapat tertangani secara optimal.
Dalam pidato pelepasan yang membakar semangat para relawan di Posko PMI Jakarta Utara, Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, S.E., menekankan pentingnya respons kilat dalam tugas kemanusiaan terlepas dari keterbatasan alokasi sumber daya saat ini.
"Hari ini tiga orang ditugaskan: satu dari medis, satu dari kedokteran, dan satu dari perawat. Kemungkinan nanti relawan pun harus berangkat untuk membantu tugas-tugas kemanusiaan di sana. Kawan-kawan semuanya untuk standby dan berangkat hari ini juga. Tiket sudah siap semua," ujar Rijal dengan nada tegas di hadapan jajaran relawan.
Lebih jauh, Rijal mengungkapkan komitmen personal dan organisasionalnya yang mendalam terhadap tugas-tugas penyelamatan jiwa. Ia menegaskan bahwa kendala operasional maupun krisis anggaran tidak akan pernah menjadi penghalang bagi PMI Jakarta Utara untuk hadir di tengah-tengah masyarakat yang tertimpa musibah.
"Walaupun kita dalam kondisi keuangan yang sangat tipis, kapan pun saya dipanggil, sebelum ajal menjemput, saya akan siap 24 jam selama itu tugasnya adalah misi kemanusiaan. Ini kerjaan mendadak, jadi enggak perlu surat-menyurat, enggak perlu panggilan, enggak perlu undangan. Kalau bel sudah berbunyi, itu adalah tugas kita," tegasnya dengan suara bergetar menahan emosi.
Pemberangkatan tim medis ini sekaligus membuktikan keandalan jaringan Palang Merah Indonesia dalam memobilisasi bantuan secara lintas daerah secara fleksibel, cepat, dan terukur.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar