Perkuat Tata Kelola Komunikasi Publik, PMI Jatim Gelar Pelatihan Kehumasan Se-Jawa Timur


LINTAS86.comGRESIK — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur secara resmi menggelar Pelatihan Kehumasan Tingkat Provinsi di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PMI Jatim, Gresik, yang berlangsung pada 24 hingga 30 Agustus 2026. Kegiatan strategis ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan perwakilan dari 31 PMI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Langkah ini menjadi momentum penting setelah sekian tahun organisasi tidak menyelenggarakan pelatihan khusus di bidang komunikasi dan publikasi kemanusiaan.

Penguatan kehumasan itu sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh program prioritas hasil Musyawarah Kerja PMI Jawa Timur. Pelatihan ini dirancang secara fleksibel agar materi yang diperoleh para peserta dapat diakses, diadaptasi, serta diterapkan sesuai dengan kapasitas serta kebutuhan masing-masing jajaran PMI di tingkat kabupaten/kota.

Dalam arahannya, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur, Drs. Budy Supriyanto, M.Si., menekankan pentingnya ketersediaan panduan publikasi yang terstruktur sebagai pijakan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. 

Peningkatan kapasitas SDM dalam mengelola media sosial dan jejaring media massa menjadi kunci utama agar kehadiran PMI dapat dirasakan publik, baik dalam kondisi operasional normal maupun situasi krisis bencana.

"PMI harus hadir sebagai corong informasi yang humanis, menarik, dan benar. Sudah bertahun-tahun kita tidak mengadakan pelatihan kehumasan, dan baru pada tahun 2026 ini kita programkan kembali agar ada keseragaman serta tata cara pengelolaan kehumasan secara terpadu antara provinsi dan kabupaten/kota," tegas Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur, Drs. Budy Supriyanto, M.Si., dalam pembukaan kegiatan.

Budy Supriyanto menambahkan bahwa sasaran utama dari pelatihan ini adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kehumasan yang kredibel dan responsif di setiap daerah. Melalui pelatihan ini, jajaran Humas diharapkan mampu menyajikan berita dan informasi kemanusiaan secara cepat, akurat, serta akuntabel sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

"Humas PMI di Kabupaten/Kota merupakan perpanjangan tangan dari provinsi. Tugas kehumasan tidak hanya terbatas pada penanganan bencana, tetapi juga mencakup berbagai dinamika kemanusiaan lainnya, seperti krisis sosial, konflik, hingga pelayanan rutin. Kita ingin menciptakan humas yang sanggup mengelola informasi secara terstruktur, baik secara manual maupun digital," lanjut Budy Supriyanto.

Guna memastikan mutu dan efektivitas pelatihan, kegiatan ini menghadirkan fasilitator dari Humas PMI Pusat yang didampingi oleh tim fasilitator internal PMI Provinsi Jawa Timur. Selama sepekan penuh, para peserta dibekali materi jurnalisme kemanusiaan, meliputi teknik penyusunan siaran pers, pengelolaan media sosial resmi, hingga strategi menjalin kemitraan dengan organisasi wartawan seperti PWI Jatim.

Diharapkan, pascapelatihan ini terbentuk jejaring kontributor berita yang solid di antara jajaran Humas kabupaten/kota. Keberadaan kontributor ini sangat vital untuk merespons kebutuhan komunikasi secara cepat di saat krisis sekaligus menularkan standar kehumasan yang profesional di wilayah masing-masing.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Perkuat Tata Kelola Komunikasi Publik, PMI Jatim Gelar Pelatihan Kehumasan Se-Jawa Timur
  • Perkuat Tata Kelola Komunikasi Publik, PMI Jatim Gelar Pelatihan Kehumasan Se-Jawa Timur
  • Perkuat Tata Kelola Komunikasi Publik, PMI Jatim Gelar Pelatihan Kehumasan Se-Jawa Timur
  • Perkuat Tata Kelola Komunikasi Publik, PMI Jatim Gelar Pelatihan Kehumasan Se-Jawa Timur
  • Perkuat Tata Kelola Komunikasi Publik, PMI Jatim Gelar Pelatihan Kehumasan Se-Jawa Timur
  • Perkuat Tata Kelola Komunikasi Publik, PMI Jatim Gelar Pelatihan Kehumasan Se-Jawa Timur

Posting Komentar