PMI Lumajang Siaga Liga Soeratin
Dalam giat piket Pertolongan Pertama (PP) dan Ambulans kali ini, ketatnya tensi pertandingan membuat tim medis di lapangan harus bekerja ekstra keras. Berdasarkan data yang dihimpun dari posko kesehatan di area stadion, petugas medis PMI Lumajang tercatat memberikan tindakan penanganan darurat kepada total 7 orang pemain yang mengalami cedera di lapangan saat laga berlangsung.
Bila dirinci berdasarkan asal kesebelasan, para pemain yang mendapatkan perawatan medis tersebut terdiri dari 3 orang personel asal tim Arema, 2 orang personel asal tim Persema, 1 orang personel asal kesebelasan Mojokerto, dan 1 orang personel yang merupakan punggawa tim tuan rumah, PSIL Lumajang. Tensi tinggi dan duel ketat memperebutkan bola antar tim di lapangan hijau menjadi pemicu utama timbulnya insiden cedera fisik dalam kompetisi ini.
Mengenai jenis cedera yang dialami, rata-rata keluhan utama para pemain didominasi oleh trauma fisik akibat aksi sliding tackle keras dari lawan serta benturan fisik. Kasus spesifik yang paling banyak ditangani oleh petugas medis di pinggir lapangan meliputi benturan keras serta nyeri hebat di area ekstremitas bawah, khususnya pada bagian pergelangan kaki (engkel) serta cedera hantaman pada bagian lutut pemain.
Merespons rentetan insiden cedera di lapangan tersebut, Pengurus Bidang Humas PMI Kabupaten Lumajang, Iswarini Jamilah, menegaskan bahwa seluruh penanganan medis darurat di Stadion Semeru telah dievakuasi secara taktis, cepat, dan sesuai dengan prosedur standar operational baku. Kehadiran tim medis di lokasi terbukti vital dalam meminimalkan risiko fatalitas cedera lanjutan pada para atlet.
"Personel KSR korps sukarela dan armada ambulans darurat sengaja kami posisikan di titik strategis pinggir lapangan agar tindakan pertama bisa langsung diberikan sesaat setelah benturan terjadi. Seluruh korban langsung mendapatkan perawatan berupa kompres es, fiksasi, serta perawatan cedera jaringan lunak di lokasi guna mencegah risiko pembengkakan yang lebih fatal," ujar Iswarini Jamilah saat memberikan keterangan resmi.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup oleh wasit, seluruh korban cedera dilaporkan telah berhasil ditangani dengan baik oleh tim medis di posko darurat stadion tanpa perlu adanya rujukan darurat lanjutan ke rumah sakit setempat.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar