Shaiful Abidin: Menggerakkan Transformasi SMK Negeri 1 Sooko
Melalui kombinasi penguatan kompetensi teknis, pembentukan mentalitas SDM, serta keterlibatan aktif dalam organisasi profesi dan masyarakat, ia membawa sekolah ini menjadi lembaga vokasi yang adaptif, relevan, dan berdaya saing global.
Penerapan TVET dan Penguatan Psychological Capital
Dalam menyelaraskan pembelajaran dengan dinamika dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri (DUDI), SMKN 1 Sooko menerapkan pendekatan Technical and Vocational Education and Training (TVET). Program ini memastikan Kurikulum Vokasi terintegrasi langsung dengan standar kompetensi industri terkini.
Namun, pembaruan sarana dan kurikulum semata tidak cukup tanpa kesiapan mental penggunanya. Shaiful menekankan pentingnya penguatan Psychological Capital (PsyCap) bagi guru dan peserta didik yang mencakup empat pilar utama:
- Hope (Harapan): Menentukan arah target karier dan akademik yang jelas.
- Self-Efficacy (Efikasi Diri): Menumbuhkan keyakinan atas kapasitas dan keterampilan diri.
- Resilience (Resiliensi): Membentuk daya tahan dan kemampuan bangkit dari kegagalan.
- Optimism (Optimisme): Membangun pola pikir positif dalam menghadapi tantangan era digital.
Hasil dari pendekatan holistik ini terlihat nyata pada peningkatan prestasi siswa, lonjakan animo pendaftar baru, hingga modernisasi sarana prasarana sekolah secara berkelanjutan.
Profil Kepemimpinan dan Relevansi Kepakaran
| Kategori | Rekam Jejak & Pengalaman Profesi |
| Pendidikan Formal | Mahasiswa Program Doktoral (S3) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) |
| Kepemimpinan Vokasi | Kepala SMK Negeri 1 Sooko Ponorogo |
| Program Guru Penggerak | Alumni Guru Penggerak, Pengajar Praktik, & Fasilitator Kompetensi Guru |
| Organisasi Profesi | Ketua I PGRI Cabang Khusus SMA, SMK, dan PKPLK |
| Keterlibatan Komunitas | Tim Litbang IPSI Ponorogo & Rutin Donor Darah (2 Bulan Sekali) |
Membangun Ekosistem Vokasi Masa Depan
Pengalaman Shaiful di Program Sekolah Penggerak memperkuat budaya refleksi, kolaborasi, dan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) di lingkungan sekolah. Keterlibatannya di Litbang IPSI Ponorogo serta kegiatan kemanusiaan turut menanamkan nilai karakter, kelestarian budaya lokal, dan kepedulian sosial kepada para lulusan.
Transformasi SMKN 1 Sooko Ponorogo membuktikan bahwa kualitas lulusan vokasi yang kompeten lahir dari ekosistem sekolah yang dipimpin oleh figur berdedikasi, terus belajar, dan berani melakukan aksi nyata.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar