Sinergi PMI Lumajang Amankan Water Bombing Karhutla Bromo
LINTAS86.com, Lumajang – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melahap kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dilakukan secara masif oleh tim gabungan. Dalam aksi tanggap darurat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang mengambil peran aktif dengan menyiagakan personel relawan untuk mengamankan proses pemadaman udara (water bombing) di kawasan Ranu Pane, Kabupaten Lumajang.
Peristiwa kebakaran yang melanda kawasan Bromo tersebut diketahui mulai membakar areal hutan sejak Senin, 3 Agustus 2026. Angin kencang serta vegetasi semak belukar yang mengering akibat musim kemarau menyebabkan kobaran api dengan cepat merembet dan meluas ke beberapa titik kawasan TNBTS hingga Minggu, 9 Agustus 2026. Sulitnya akses darat serta medan perbukitan yang terjal memicu dikerahkannya armada helikopter khusus pemadam kebakaran untuk melakukan pemboman air dari udara.
Mobilisasi Relawan KSR di Area Operasional Ranu Pane
Merespons perkembangan situasi darurat tersebut, PMI Kabupaten Lumajang menerjunkan dua relawan dari unit Korps Sukarela (KSR), yakni Yoko dan Aji. Kedua relawan tersebut ditugaskan secara khusus untuk bersinergi dengan petugas lapangan dalam mengamankan lokasi pengambilan air (water intake) helikopter water bombing yang berpusat di Danau Ranu Pane pada Minggu (9/8/2026).
Ranu Pane menjadi lokasi vital dalam operasi pemadaman udara ini karena ketersediaan airnya yang melimpah di tengah kawasan Bromo Tengger Semeru. Keberadaan helikopter yang melakukan manuver pengisian air secara berulang membutuhkan area steril guna menghindari potensi bahaya bagi masyarakat setempat, wisatawan, maupun kelancaran penerbangan armada pemadam.
Pengamanan yang dilakukan oleh relawan KSR PMI Lumajang meliputi sterilisasi pinggir danau, pengawasan batas aman penonton atau warga yang menyaksikan proses pengisian air, serta koordinasi teknis bersama tim keselamatan di darat. Tugas ini sangat krusial untuk memastikan proses pengambilan air berjalan presisi, efektif, dan tanpa gangguan teknis di lapangan.
Sinergi Lintas Sektor Demi Kelestarian Hutan Bromo
Kepala Markas PMI Kabupaten Lumajang, Nurhadi Santoso, menjelaskan bahwa penanganan bencana karhutla di kawasan konservasi TNBTS tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi Lintas Sektor yang solid.
"Keterlibatan relawan kami di Ranu Pane merupakan wujud nyata upaya kita bersama-sama dengan pihak terkait untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di hutan Bromo kawasan TNBTS. Kebakaran yang melanda sejak tanggal 3 Agustus 2026 ini meluas hingga tanggal 9 Agustus, sehingga membutuhkan langkah cepat dan sinergi yang kuat di lapangan," ungkap Nurhadi Santoso pada Senin (10/8/2026).
Nurhadi menambahkan, keterlibatan aktif PMI Lumajang tidak hanya berfokus pada dukungan teknis pengamanan operasi water bombing, tetapi juga menyangkut kesiapsiagaan layanan kesehatan dan evakuasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh petugas pemadam maupun masyarakat terdampak asap kebakaran.
"Kami memastikan relawan di lapangan selalu berkoordinasi erat dengan pihak BPBD, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, serta unsur relawan lainnya. Kerja sama ini penting agar penanganan titik api dapat berjalan optimal dan keselamatan personel di lokasi bencana tetap terjamin dengan baik," lanjutnya.
Tantangan Medan dan Harapan Pemulihan
Proses pemadaman kebakaran hutan di kawasan pegunungan Bromo memerlukan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi. Perubahan arah angin yang cepat serta cuaca kering menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh tim gabungan di lapangan. Oleh karena itu, skema pemadaman kombinasi antara jalur darat oleh tim darat dan jalur udara melalui water bombing menjadi solusi terbaik saat ini.
Kehadiran relawan KSR PMI Lumajang, Yoko dan Aji, di kawasan Ranu Pane menjadi bentuk dedikasi kemanusiaan yang sangat berharga dalam mendukung kelancaran aksi pemadaman tersebut. Melalui dedikasi para relawan dan petugas gabungan, proses pengisian air helikopter dapat berlangsung aman tanpa kendala berarti sepanjang hari Minggu kemarin.
Pemerintah daerah bersama PMI Kabupaten Lumajang mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar kawasan TNBTS untuk tetap waspada, mematuhi petunjuk petugas di lapangan, serta tidak mendekati area operasional pemadaman helikopter demi keselamatan bersama. Sinergi yang kuat dari seluruh elemen ini diharapkan dapat segera memadamkan seluruh titik api di kawasan hutan Bromo, sehingga ekosistem alam TNBTS dapat kembali pulih dan terlindungi dari kerusakan yang lebih luas.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar