Tanggap Darurat Gempa Flores: PMI Pasok 25.000 Liter Air Bersih untuk Pengungsi di Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka



LINTAS86.com, SIKKA — Dampak guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan besar yang melanda wilayah daratan Flores beberapa hari lalu memicu gelombang pengungsian massal di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Merespons situasi darurat dan melonjaknya kebutuhan dasar para penyintas, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka bergerak cepat memusatkan operasi kemanusiaan di lokasi pengungsian utama. Fokus intervensi diprioritaskan pada penyediaan air bersih guna mendukung operasional dapur umum serta pemenuhan kebutuhan sanitasi harian bagi ratusan warga terdampak yang terpusat di Lapangan Gelora Samador, Kota Maumere.

Berdasarkan data infografis sementara yang dirilis resmi oleh PMI Kabupaten Sikka per Senin, 17 Agustus 2026 pukul 17.00 WITA, jumlah warga yang menempati posko pengungsian terpusat ini terus mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 324 Kepala Keluarga (KK) dengan total akumulasi mencapai 984 jiwa kini mengungsi di bawah naungan tenda darurat. Untuk menampung seluruh penyintas tersebut, tim gabungan penanggulangan bencana telah mendirikan sedikitnya 31 unit tenda peleton dan tenda keluarga di area Lapangan Gelora Samador. Langkah memusatkan pengungsi di satu titik strategis ini diambil guna memudahkan manajemen penanganan, pemantauan kesehatan, serta distribusi bantuan logistik medis agar tersalurkan secara merata.

Masalah ketersediaan air bersih menjadi perhatian krusial yang langsung diintervensi oleh tim tanggap darurat PMI. Berada di lingkungan pengungsian terbuka dengan kepadatan tinggi sangat rawan memicu munculnya penyakit jika sanitasi lingkungan buruk. Sebagai langkah preventif, armada PMI Kabupaten Sikka hingga hari ini telah menyalurkan sebanyak 25.000 liter air bersih siap konsumsi ke lokasi pengungsian Gelora Samador. Pasokan air bersih berkapasitas besar ini dialokasikan khusus untuk memperkuat operasional dapur umum yang memproduksi ribuan paket makanan siap saji setiap harinya, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, mandi, dan cuci para pengungsi.

Guna memastikan pasokan air bersih tidak terputus, satu unit truk mobil tangki air khusus milik PMI dikerahkan secara permanen di area lingkar luar lapangan pengungsian. Penempatan unit mobil tangki dalam status standby 24 jam ini mempermudah pengisian tandon-tandon penampungan darurat secara berkala tanpa harus menunggu pengiriman jarak jauh dari markas. Langkah taktis ini sangat membantu relawan dapur umum dan pengungsi dalam mengakses air bersih, mengingat sarana air pipa di sekitar lokasi sempat mengalami gangguan akibat getaran gempa bumi.

Operasi kemanusiaan yang berpusat di Gelora Samador ini juga memberikan perhatian ekstra pada pemenuhan kebutuhan kelompok rentan yang jumlahnya cukup dominan di posko pengungsian. Tim medis dan psikososial PMI di lapangan terus memantau kondisi fisik dari ratusan anak-anak, bayi, balita, ibu hamil, hingga warga lanjut usia (lansia) serta penyandang disabilitas yang ikut mengungsi. Kondisi lingkungan tenda yang berdebu pada siang hari dan dingin pada malam hari membutuhkan asupan air bersih dan makanan bergizi seimbang yang diolah secara higienis di dapur umum utama demi menjaga imunitas mereka.

Kepala Divisi Pelayanan Markas sekaligus Humas PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Adrian Jr., menegaskan bahwa penjaminan kualitas sanitasi dan ketersediaan air di titik pengungsian terpusat adalah prioritas mutlak yang tidak boleh diabaikan dalam fase awal tanggap darurat bencana Flores.

"Kami di tingkat provinsi memantau ketat operasi di Sikka. Mobilisasi truk tangki air bersih dan penempatan personel secara menetap di Gelora Samador Maumere merupakan langkah mitigasi jangka pendek yang sangat krusial. Dalam kondisi bencana seperti ini, pemenuhan air bersih adalah benteng utama untuk mencegah terjadinya bencana sekunder berupa penularan penyakit kulit dan pencernaan, terutama pada kelompok rentan di tenda darurat," ujar Adrian Jr. saat memberikan keterangan pers perkembangan operasi kemanusiaan Flores.

Hingga saat ini, posko kemanusiaan PMI Kabupaten Sikka terus membuka ruang koordinasi terbuka dengan pihak Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas kesehatan setempat, serta berbagai lembaga filantropi. Sinergi ini diperlukan guna melakukan pembaruan berkala terhadap kaji cepat kebutuhan lapangan. Relawan PMI dari unsur Korps Sukarela (KSR) dan Palang Merah Remaja (PMR) juga terus disiagakan untuk memastikan manajemen logistik, pelayanan kesehatan darurat, serta distribusi air bersih tetap berjalan lancar tanpa hambatan demi keselamatan seluruh korban gempa.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tanggap Darurat Gempa Flores: PMI  Pasok 25.000 Liter Air Bersih untuk Pengungsi di Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka
  • Tanggap Darurat Gempa Flores: PMI  Pasok 25.000 Liter Air Bersih untuk Pengungsi di Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka
  • Tanggap Darurat Gempa Flores: PMI  Pasok 25.000 Liter Air Bersih untuk Pengungsi di Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka
  • Tanggap Darurat Gempa Flores: PMI  Pasok 25.000 Liter Air Bersih untuk Pengungsi di Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka
  • Tanggap Darurat Gempa Flores: PMI  Pasok 25.000 Liter Air Bersih untuk Pengungsi di Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka
  • Tanggap Darurat Gempa Flores: PMI  Pasok 25.000 Liter Air Bersih untuk Pengungsi di Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka

Posting Komentar