Tembus Flores, Kapal Kemanusiaan PMI Angkut 33 Ribu Logistik



LINTAS86.comJAKARTA – Kemitraan strategis dalam penanggulangan bencana nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Kapal Kemanusiaan yang diinisiasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) resmi bertolak membelah lautan menuju daratan Flores, Nusa Tenggara Timur. Armada laut tersebut mengangkut total 33.947 item bantuan logistik spesifik guna memulihkan kondisi kehidupan ribuan penyintas gempa yang kini masih bertahan di tenda-tenda darurat.
Angka 33.947 item bantuan tersebut mencakup pemenuhan berbagai klaster kebutuhan hidup harian yang mendasar secara mendetail. Paket bantuan terdiri dari pakaian bersih untuk pria dan wanita, selimut hangat, kain sarung, perlengkapan bayi (baby kit), hingga paket kebersihan keluarga (hygiene kit dan dignity kit). Selain itu, kapal ini juga membawa material infrastruktur darurat seperti puluhan unit tenda peleton berukuran besar, toilet portabel siap rakit, terpal, genset penerangan, serta ratusan paket peralatan dapur umum (kitchen kit).
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menekankan bahwa penyelesaian dampak bencana besar tidak dapat dipikul oleh satu instansi atau lembaga saja. Kerja sama lintas sektor dan kolaborasi multipihak menjadi kunci utama agar bantuan dapat menjangkau wilayah pelosok secara adil dan merata. Kapal kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bagaimana berbagai pihak dapat menyatukan sumber daya di bawah koordinasi logistik satu pintu yang terintegrasi.
Saat meninjau kesiapan akhir manifest barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jusuf Kalla menggarisbawahi komitmen lembaga yang dipimpinnya dalam membangun sinergi kemanusiaan yang kuat. 
"Saya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, mitra, dan berbagai lembaga yang telah bersama-sama mendukung bantuan kemanusiaan ini. Penanganan bencana tidak dapat dilakukan sendiri. Kolaborasi sangat diperlukan agar bantuan dapat terkumpul, dikirimkan, dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Jusuf Kalla secara tegas.
Distribusi logistik setibanya di Flores akan dibagi secara merata ke tujuh wilayah administrasi terdampak, yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Manggarai, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Ngada. Tim relawan dan armada darat di lapangan telah disiagakan untuk langsung melakukan proses bongkar muat secara cepat. Operasi ini ditargetkan mampu menjaga ketahanan logistik para pengungsi hingga situasi wilayah terdampak dinyatakan aman dan memasuki fase pemulihan fisik.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tembus Flores, Kapal Kemanusiaan PMI Angkut 33 Ribu Logistik
  • Tembus Flores, Kapal Kemanusiaan PMI Angkut 33 Ribu Logistik
  • Tembus Flores, Kapal Kemanusiaan PMI Angkut 33 Ribu Logistik
  • Tembus Flores, Kapal Kemanusiaan PMI Angkut 33 Ribu Logistik
  • Tembus Flores, Kapal Kemanusiaan PMI Angkut 33 Ribu Logistik
  • Tembus Flores, Kapal Kemanusiaan PMI Angkut 33 Ribu Logistik

Posting Komentar