Tembus Medan Terisolasi, Relawan SIBAT PMI Pasok Logistik Pengungsi Gempa di Desa Lemarang, Manggarai
Di tengah kondisi darurat yang menelan 26 korban jiwa, 32 korban luka-luka, serta 1.724 unit rumah rusak berat, wilayah Reok Barat menjadi salah satu lokasi dengan tantangan paling berat. Terputusnya jalur transportasi darat serta padamnya jaringan listrik dan komunikasi tidak menyurutkan langkah relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat, untuk hadir di garis terdepan aksi kemanusiaan.
Meski akses ke Desa Lemarang sempat terisolasi total dan komunikasi lumpuh, tim SIBAT PMI Desa Lemarang bergerak cepat bahu-membahu bersama Pemerintah Desa setempat. Fokus utama pelayanan diarahkan pada pendirian serta pengelolaan dapur umum dan distribusi logistik bagi para penyintas di Pos Dusun Lemarang dan Pos Dusun Toda. Layanan pangan ini berhasil menjangkau total penerima manfaat sebanyak 439 jiwa yang mengungsi dari ancaman gempa susulan.
Peran relawan lokal SIBAT terbukti menjadi pilar krusial dalam rantai komando tanggap darurat. Sejak detik pertama gempa, para relawan SIBAT PMI Manggarai terlibat aktif mengoordinasikan pos pengungsian di wilayahnya. Ruang lingkup kerja mereka meliputi assessment dan pendataan warga, evakuasi korban ke titik aman, pendirian tenda darurat, penyaluran bahan pokok, hingga penguatan operasional posko lapangan di tingkat desa.
Humas PMI Provinsi NTT, Adrian Jr., memberikan apresiasi tinggi atas keberanian serta kemandirian para relawan SIBAT yang sigap bergerak di tengah keterbatasan fasilitas dan terisolirnya wilayah.
"Relawan SIBAT adalah benteng terdepan dalam operasi kemanusiaan ini. Meskipun akses menuju Desa Lemarang sempat terputus dan jaringan listrik padam sehingga memutus komunikasi, ketangguhan SIBAT PMI Manggarai bersama pemerintah desa berhasil memastikan 439 jiwa pengungsi di Pos Dusun Lemarang dan Toda mendapatkan pasokan makanan dari dapur umum serta logistik darurat. Kehadiran relawan di tingkat basis adalah kunci utama penanganan bencana di daerah terpencil," tegas Adrian Jr.
Selain pengerahan relawan lokal, Posko PMI Kabupaten Manggarai memobilisasi sumber daya secara optimal. Saat ini, 5 pengurus, 6 staf, dan 15 relawan diterjunkan di berbagai titik dengan dukungan 1 unit kendaraan operasional, 1 unit pick up, serta 76 unit peralatan dapur umum. Layanan barang non-pangan (non-food items) juga telah disalurkan, termasuk ke Puskesmas Bangka Kenda yang menampung 170 jiwa serta ke Desa Ranaka untuk 35 KK.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar