Tim Kesehatan PMI Tangani Puluhan Peserta Kirab Hari Pramuka ke-65 di Ponorogo
LINTAS86.com, PONOROGO — Ribuan anggota Pramuka memadati kawasan Aloon-Aloon Kabupaten Ponorogo dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pramuka ke-65. Untuk memastikan kelancaran dan keselamatan fisik seluruh peserta kirab, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo menurunkan tim kesehatan lapangan terpadu guna mengawal jalannya aksi perayaan nasional tersebut dari awal hingga akhir acara.
Peringatan yang digelar pada Selasa, 18 Agustus 2026 ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan kirab akbar yang melintasi rute pusat kota Ponorogo tersebut berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan dinamika lapangan yang sangat padat serta paparan cuaca terik.
Guna mengantisipasi risiko kelelahan dan gawat darurat medis di sepanjang rute kirab, PMI Kabupaten Ponorogo mendirikan posko pelayanan kesehatan utama di area Aloon-Aloon. Sebanyak 10 personel gabungan disiagakan secara sigap, terdiri dari petugas kesehatan profesional PMI seperti Zaky Humaidi, Yunio Rofica, Yoga M. Ali, Nugraha Kresna, Ahmad Dani F, Ilham Hadi, Riki Yoga, Eka Yuliana, Udah Nur Aini, serta dukungan anggota PMR dari SMKN 2 Ponorogo.
Aksi cepat para petugas di lapangan berhasil menangani sebanyak 55 orang peserta yang membutuhkan pertolongan medis. Sebagian besar pasien mengalami pusing, dehidrasi, lemas akibat kelelahan fisik, hingga pingsan saat berbaris dan mengikut rangkaian jalan sehat kirab. Tim medis langsung bergerak melakukan respons cepat berupa pemberian oksigen, hidrasi, pertolongan pertama, serta tempat istirahat yang memadai di dalam tenda darurat.
Selaku Koordinator Lapangan Tim PMI sekaligus Staf Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Zaky Humaidi mewakili Ketua PMI Kabupaten Ponorogo menegaskan komitmen penuh kemanusiaan dalam mengawal kegiatan pemuda daerah ini.
"Aksi siaga medis ini merupakan bentuk dukungan nyata kami terhadap pembinaan generasi muda Pramuka di Ponorogo. Dengan dinamika rute dan cuaca yang cukup terik, tim kami bergerak cepat melakukan pertolongan pertama pada 55 peserta yang mengalami penurunan kondisi fisik. Sinergi bersama panitia lokal dan dukungan adik-adik PMR SMKN 2 Ponorogo membuat seluruh penanganan pasien berjalan aman, terkendali, dan tanpa komplikasi berat," ujar Zaky Humaidi.
Sinergi ketat antara jajaran PMI Kabupaten Ponorogo, Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, serta PMI Provinsi Jawa Timur ini berhasil menjaga kondusivitas acara. Hingga penutupan kirab pada pukul 12.00 WIB, seluruh peserta yang mendapat penanganan medis telah pulih dan dapat kembali ke kelompok masing-masing dengan selamat.

Posting Komentar