Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2 di Pulau Sapudi Sumenep: PMI Mobilisasi Relawan dan Ambulans
Di tengah situasi genting penuh kepanikan tersebut, solidaritas dan koordinasi matang ditunjukkan oleh jejaring relawan kemanusiaan lokal. Berdasarkan laporan berkala yang masuk ke pusat data pada Minggu sore, 2 Agustus 2026 pukul 16.50 WIB, manifestasi korban mencatat 225 jiwa berhasil diselamatkan, 5 jiwa dinyatakan gugur atau meninggal dunia, dan sekitar 40 jiwa penumpang diproyeksikan masih berada dalam pusaran pencarian di bawah koordinasi tim Basarnas.
Data validasi darurat ini pertama kali dikoordinasikan secara berkala oleh Bapak Endro Siswantoro, yang kemudian diteruskan secara berjenjang kepada jajaran petinggi struktural Ketua PMI serta Kepala Markas PMI Kabupaten Sumenep. Mendapat mandat operasi yang jelas, unit tanggap darurat PMI Sumenep langsung melakukan mobilisasi sarana penunjang seperti ambulans darurat ke area pesisir pantai guna menyambut kedatangan para penyintas yang dievakuasi menggunakan kapal-kapal perintis dari area perairan Pulau Sapudi.
Dalam pelaksanaan operasi penyelamatan yang sarat risiko di wilayah Sumenep ini, manajemen PMI Sumenep mendelegasikan tanggung jawab teknis lapangan kepada dua personil Korps Sukarela (KSR) terbaiknya, yakni Fadil Akbar dan Moh. Ainurrasyid. Kedua anggota KSR PMI yang terlatih dalam bidang manajemen bencana ini bertindak sebagai motor penggerak asesmen klinis di posko darurat, melakukan penyaringan kondisi fisik korban, serta mengendalikan koordinasi evakuasi ambulans dari wilayah dermaga menuju fasilitas kesehatan yang ditunjuk oleh pemerintah daerah.
"Kehadiran fisik armada ambulans dan logistik dari PMI Sumenep di pelabuhan sangat krusial untuk mempercepat roda pemulihan para penyintas. Kami fokus membantu penanganan korban yang mendarat di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, untuk segera mendapatkan penanganan medis pertama di Puskesmas terdekat atau rujukan ke RS di Kabupaten Sumenep jika ditemukan indikasi cedera struktural atau sesak napas berat akibat kepulan asap," tegas Moh. Ainurrasyid.
Operasi penyelamatan berskala regional ini menjadi bukti nyata kokohnya jalinan koordinasi multipihak di lapangan. Di bawah komando taktis di area pesisir, personel PMI Sumenep bahu-membahu bekerja berdampingan dengan unit Kepolisian, prajurit TNI, tim Damkar, petugas medis Puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes), hingga armada taktis dari BPBD dan BASARNAS Jawa Timur. Penyatuan visi dari berbagai instansi ini ditujukan demi meminimalisir potensi jatuhnya korban jiwa tambahan.
Hingga pergantian shift petugas pada minggu malam, penyebab utama dari sulutan api di KMP Mutiara Sentosa 2 masih berada dalam tahap penyelidikan intensif oleh KNKT dan pihak kepolisian. Petugas mengimbau keluarga penumpang untuk tetap tenang dan memantau perkembangan berkala melalui posko manifes resmi yang dibuka bersama di kantor pelabuhan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar