Pascagempa M7,7 NTT, Pasien RSUD Ruteng Pilih Dirawat di Tenda Darurat Halaman Gedung
Demi menjamin rasa aman, tim gabungan dari Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, dan Polri langsung mengambil tindakan kedaruratan dengan mengevakuasi seluruh pasien keluar dari dalam ruangan. Aksi cepat tanggap ini dipicu oleh kekhawatiran massal dari para pasien akan adanya potensi runtuhnya material bangunan jika terjadi rentetan gempa bumi susulan yang polanya sulit diprediksi pascaguncangan fajar tadi.
Puluhan personel Korps Sukarelawan (KSR) PMI Kabupaten Manggarai bersama aparat keamanan berseragam lengkap langsung membentangkan komponen-komponen tenda pleton di area halaman depan rumah sakit.
Halaman terbuka ini dipilih sebagai zona aman dan pusat pelayanan medis darurat sementara. Proses pemindahan pasien berlangsung dramatis namun tetap teratur, dengan memprioritaskan pasien bergejala berat, bayi di dalam inkubator, serta ibu yang baru saja melahirkan.
Humas PMI Provinsi NTT, Adrian Jr., dalam laporan berkala langsung dari lokasi kejadian membenarkan situasi kedaruratan akibat kepanikan massal yang tengah terjadi di kompleks RSUD Ruteng tersebut.
"Teman-teman KSR bersama TNI dan Polri saat ini sedang bahu-membahu membangun tenda darurat di depan RSUD Ruteng untuk mengevakuasi seluruh pasien. Evakuasi ini harus segera dilakukan karena kondisi bangunan rumah sakit saat ini tidak terlalu parah, namun pasien panik sehingga mereka tidak mau tinggal di dalam gedung. Alhasil, seluruh pasien saat ini dirawat di halaman RS," ungkap Adrian Jr. melalui saluran komunikasi resmi pascabencana.
Selain penanganan kritis terkait kepanikan pasien di kompleks rumah sakit kota Ruteng, pergerakan massa dalam skala besar juga dilaporkan terjadi di wilayah pesisir utara Kabupaten Manggarai, tepatnya di Kecamatan Reok.
Khawatir akan adanya potensi tsunami pascagejolak seismik besar tersebut, ratusan kepala keluarga berbondong-bondong mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Di wilayah ini, organisasi kemanusiaan PMI telah menyiagakan jaringan relawan tingkat desa untuk memandu alur evakuasi mandiri warga masyarakat secara sistematis.
"Kondisi sementara di titik pengungsian di Bukit Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai saat ini terpantau terus dipadati warga. Ini tim SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) PMI Manggarai bergerak aktif mendukung dan membantu evakuasi warga terdampak ke titik pengungsian di Bukit Barangkolong, Reo. Lokasi perbukitan ini memang sudah pernah disepakati bersama dalam simulasi evakuasi gempa bumi berpotensi tsunami dan banjir bandang yang kami gelar sebelumnya," tambah Adrian Jr. memperjelas peta sebaran pengungsi di lapangan.
Hingga sabtu siang, koordinasi lintas sektoral antara PMI, BPBD, TNI, Polri, dan jajaran dinas kesehatan terus diperketat di bawah satu komando tanggap darurat pemerintah daerah. Fokus utama petugas gabungan di lapangan kini terbagi menjadi dua sektor krusial, yaitu menjamin stabilitas perawatan medis darurat pasien di tenda halaman RSUD Ruteng, serta melakukan pemenuhan kebutuhan logistik dasar seperti air bersih, makanan siap saji, dan terpal bagi ratusan penyintas bencana yang kini bertahan di atas perbukitan Barangkolong Reo.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar