Anak Desa Rahong Terima Layanan Psikososial PMI
Kegiatan pemulihan trauma ini ditujukan untuk mereduksi rasa cemas, mengembalikan keceriaan, serta membangun kembali kepercayaan diri anak-anak di area pengungsian. Sebanyak 57 anak penyintas gempa—terdiri atas 23 anak laki-laki dan 34 anak perempuan—mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Pelaksanaan pendampingan psikososial dipimpin oleh empat relawan terampil PMI, yang terdiri dari dua staf pendamping PMI Pusat dan dua anggota Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Manggarai. Tim memberikan ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi mereka melalui media permainan edukatif dan seni.
Koordinator Layanan PSS PMI, Nur Azizah, menegaskan bahwa penanganan trauma anak pascabencana membutuhkan intervensi khusus yang konstan agar tidak memicu gangguan psikologis jangka panjang.
"Awal kegiatan mengumpulkan anak-anak di satu titik, supaya bisa belajar, menyanyi, dan berkreasi bersama. Tujuan dari layanan dukungan psikososial tersebut agar anak-anak bisa mengeluarkan perasaannya, supaya tidak dipendam dan kita bisa melihat perubahan anak setelah gempa, biar mereka tetap mengeluarkan ekspresinya dengan ceria," ujar Nur Azizah saat mendampingi anak-anak.
Melihat tingginya kebutuhan pemulihan emosional warga, Azizah berharap Desa Beo Rahong dapat bertransformasi menjadi desa binaan PMI selama masa pemulihan pascabencana.
"Harapan dan tindak lanjut dari program, desa ini bisa menjadi desa binaan, supaya kita bisa melihat perkembangan dari setiap anak, apakah ada perubahan buruk ataupun menjadi lebih baik, sehingga kita bisa tindak lanjuti," tutur Azizah menambahkan.
Dampak positif kehadiran tim PSS dirasakan langsung oleh warga cilik pengungsian. Kiran, salah satu peserta PSS, mengungkapkan kebahagiaannya karena kembali bisa merasakan suasana belajar dan bermain kelompok yang sempat terhenti akibat bencana gempa.
"Sebelumnya kami tidak bermain, bernyanyi, dan belajar bersama. Saya merasa senang ketika kakak-kakak dari PMI datang untuk mengajar dan bermain bersama kami. Semoga kakak-kakak PMI datang lagi supaya kami bisa bermain dan belajar bersama," tutur Kiran.
PMI Kabupaten Manggarai memastikan akan terus menghadirkan pendampingan psikososial secara berkelanjutan. Pendampingan ini menjadi bagian integral dari operasi kemanusiaan PMI dalam mengawal masa tanggap darurat hingga pemulihan penuh penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Penulis: Edho
Editor: Redaksi

Posting Komentar