Dugaan Keracunan Makanan Puluhan Siswa di Nganjuk Dievakuasi
LINTAS86.com, NGANJUK – Sinergi dan penanganan cepat ditunjukkan oleh tim medis kemanusiaan serta Pemerintah Kabupaten Nganjuk saat merespons insiden kesehatan massal yang menimpa pelajar, Rabu, 2 September 2026. Puluhan siswa SMA Negeri 3 Nganjuk dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi sajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.
Proses evakuasi para korban melibatkan kerja sama skala besar. Sebanyak 10 ambulans gabungan diterjunkan secara maraton untuk mengangkut para siswa dari SMAN 3 Nganjuk dan Puskesmas Nganjuk menuju beberapa rumah sakit rujukan. Mobilisasi darurat ini disokong penuh oleh armada gabungan dari RSD Nganjuk, PSC, RS Bhayangkara, PMI Nganjuk, LazisNU, NU Care, Lazismu, serta BPBD Nganjuk. Sebanyak 20 personel tim ambulans dikerahkan ke lokasi untuk memastikan mobilisasi pasien berjalan tanpa hambatan.
Data sementara mencatat sedikitnya 49 siswa harus mendapat perawatan medis intensif. Sebanyak 20 orang ditangani di Puskesmas Begadung, 17 orang menjalani perawatan gawat darurat di RSUD Nganjuk, dan 12 orang sisanya dilarikan ke RS Bhayangkara. Otoritas setempat juga menyiapkan opsi rujukan ke Rumah Sakit Islam jika ada penambahan pasien.
Staf Bidang Pelayanan, Soleh Triatmanto, menyampaikan bahwa pihak petugas langsung bertindak secepat mungkin begitu panggilan darurat dari fasilitas kesehatan tingkat pertama diterima pada siang hari.
"Informasi awal diterima pukul 14.15 melalui telepon dari puskesmas nganjuk membutuhkan ambulan untuk merujuk dan evakuasi pasien siswa SMAN 3 nganjuk,,dan kami segera menuju lokasi.." ungkap Soleh Triatmanto.
Meski penanganan awal telah merujuk banyak pasien ke ruang perawatan rumah sakit, tim gabungan tidak langsung menarik diri dari lapangan dan tetap bersiaga hingga malam hari.
"Hingga pukul 18.00 petugas stand by untuk berjaga jaga apabila dibutuhkan kembali." pungkas Soleh.
Kasatgas MBG Kabupaten Nganjuk, Judy Hernanto, membenarkan kejadian ini dan menegaskan bahwa pendataan jumlah pasti korban serta investigasi lapangan terus dilakukan secara menyeluruh.
"Benar informasi itu (siswa SMAN 3 diduga keracunan menu MBG). Untuk jumlahnya masih kami verifikasi," kata Judy Hernanto.
Ditemui terpisah di RSUD Nganjuk, Kabag Prokopim Pemkab Nganjuk, Syamsudin, memaparkan gambaran umum kondisi para siswa yang didominasi oleh mual dan muntah pascakonsumsi makanan.
"Untuk yang di Puskesmas Begadung ada 20, di RSUD 17 dan di RS Bhayangkara 12. Sementara jumlahnya 49 orang," ujar Syamsudin.
Ia menambahkan,
"Untuk menu belum dapat laporan. Yang jelas gejalanya mual dan muntah," tambahnya.
Kehadiran puluhan personel dan belasan armada ambulans gabungan ini menjadi bukti kesiapan penanggulangan kedaruratan di Nganjuk dalam memberikan perlindungan dan keselamatan medis bagi para siswa.
Penulis: Thorik
Editor: Redaksi

Posting Komentar