Tim Peliput Kemanusiaan Gelar Uji Lapangan Mendadak
Skema mendadak dalam uji lapangan ini sengaja diterapkan oleh panitia pelatihan guna mensimulasikan situasi darurat bencana atau kejadian kemanusiaan nyata yang kerap kali terjadi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Tanpa adanya prosedur birokrasi yang berbelit-belit, rombongan tim peliput kemanusiaan PMI Jatim secara tiba-tiba mendatangi lingkungan MI NU Lumpur Gresik. Kendati kedatangan tim membuat suasana sekolah sempat riuh, dinamika yang terbangun di lapangan justru mencerminkan realitas kerja jurnalistik yang sangat jujur, alami, dan penuh antusiasme dari warga sekolah.
Kedatangan rombongan praktisi media PMI yang membawa berbagai alat dokumentasi dan pelaporan ini disambut langsung oleh Kepala MI NU Lumpur Gresik, Sholikhatin, S.Pd.I. Dalam ruang kerjanya, ia mengekspresikan rasa terkejut sekaligus apresiasi yang mendalam atas kepercayaan panitia yang telah memilih sekolahnya sebagai wahana simulasi langsung bagi para peserta pelatihan.
"Saya juga merasa kaget ya, karena pemberitahuannya tuh saya tahunya tadi jam 08.00 kemarin, tadi jam 08.00 terus tahu-tahu setengah sembilan sudah datang ke sini semuanya. Jadi untuk persiapan dan lain-lain itu tidak ada sama sekali. Jadi kami juga dari keluarga besar MI NU Lumpur mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua tim yang hadir di sini," ujar Sholikhatin dengan nada ramah saat menyambut tim peliput.
Meskipun tanpa persiapan khusus dari pihak madrasah, pelaksanaan uji lapangan ini berjalan sangat efektif karena bertepatan dengan jadwal kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Mula. Belasan personel humas PMI dari pelbagai pelosok daerah Jawa Timur dengan cepat menyebar ke pelbagai penjuru madrasah. Mereka membagi tugas secara terstruktur: sebagian melakukan wawancara dengan jajaran manajemen sekolah, sebagian mendokumentasikan kegiatan anak-anak, dan sebagian lagi masuk ke ruang-ruang kelas untuk berinteraksi langsung dengan para anggota PMR Mula.
Uji lapangan ini tidak sekadar melatih kecakapan teknis mengambil gambar atau menulis teks berita, melainkan juga dimanfaatkan sebagai media transfer pengetahuan. Para peserta pelatihan kehumasan PMI turut menguji wawasan dasar kemanusiaan para siswa, menyuntikkan motivasi moral, serta memberikan masukan konstruktif demi penguatan tata kelola organisasi PMR Mula di madrasah tersebut.
Melihat dampak positif serta manfaat ganda dari sinergi edukatif ini, pihak madrasah memberikan tanggapan yang sangat baik dan berharap agenda evaluasi dari tim kehumasan PMI ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan pada masa mendatang.
"Tadi sudah dilihat dari kegiatan PMR yang ada di sini. Kebetulan kok njenengan ke sini kok pas waktu ekstra yang dilakukan oleh teman-teman tadi. Tanggapan dari kegiatan ini sangat baik sekali, kami antusias dengan kegiatan ini. Kalau bisa seperti ini dilakukan setiap tahun sekali, biar ada evaluasi dari kita bagaimana kekurangan dari kegiatan PMR yang ada di sini jadi kita bisa menambahi," tutur Sholikhatin memungkas keterangannya.
Kegiatan simulasi lapangan ini membuktikan bahwa kesiapan mental dan profesionalisme praktisi humas PMI Jatim sangat krusial dalam menyebarluaskan pesan-pesan kemanusiaan secara cepat, akurat, dan mengedukasi masyarakat luas.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi

Posting Komentar