PMI Distribusikan Air Bersih bagi Penyintas Gempa di Ndoso
Penanganan tanggap darurat ini menyasar pemukiman serta posko-posko penampungan sementara warga yang mengalami gangguan pasokan air bersih pascagempa. Langkah intervensi logistik ini dilakukan untuk mencegah timbulnya ancaman krisis sanitasi dan munculnya berbagai bibit penyakit di lingkungan tempat tinggal sementara para penyintas.
Mekanisme penyaluran air bersih dilakukan secara terpusat di beberapa titik kumpul utama, sekaligus secara mandiri langsung ke wadah penampungan milik warga. Strategi distribusi ganda ini diambil agar seluruh lapisan masyarakat—terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta ibu menyusui—tetap mendapatkan pasokan air bersih secara merata dan proporsional.
Koordinator Lapangan (Korlap) Tanggap Darurat Bencana (TDB) PMI Provinsi NTT, Adrian Jr., menjelaskan bahwa keberadaan pasokan air bersih menjadi prioritas vital dalam fase pemulihan pascabencana di kawasan Ndoso. Menurutnya, rusaknya sejumlah jaringan perpipaan warga memperparah keterbatasan akses air di wilayah terdampak.
"Kami menyiagakan personel dan armada tangki air di Kecamatan Ndoso untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar penyintas terpenuhi secara berkala. Pendistribusian air bersih ini kami lakukan secara terpusat maupun mandiri mendatangi rumah-rumah warga agar tidak ada penyintas yang terlewatkan," ujar Adrian Jr. saat memberikan keterangannya di sela-sela pemantauan lapangan.
Adrian Jr. menambahkan bahwa PMI Provinsi NTT akan terus bersinergi dengan PMI Kabupaten Manggarai Barat serta pemerintah daerah setempat untuk memetakan wilayah-wilayah yang masih membutuhkan bantuan darurat.
"Kehadiran PMI di lapangan merupakan wujud komitmen kemanusiaan untuk mendampingi warga hingga masa pemulihan selesai. Kami hadir bersama masyarakat penyintas agar mereka memiliki daya tahan dan kembali bangkit pascabencana," tutur Adrian Jr. menandaskan.
Melalui pengerahan program sektor air dan sanitasi (WASH), PMI memastikan pasokan air bersih akan terus dipasok secara berkala selama masa tanggap darurat. Kehadiran tim operasi lapangan ini diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial-ekonomi penyintas gempa Flores di Kabupaten Manggarai Barat.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar