2 Pemuda Terjatuh ke Sungai, 1 Tewas

 


LINTAS86.com,SRAGEN - Dua pemuda Sungai Bagan ditemukan di dasar aliran Sungai Bagan, tepatnya di bawah underpass jalur kereta api Kampung Bagan, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen, Minggu (18/10/2026). Peristiwa yang diduga merupakan kecelakaan lalu lintas tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka berat.

Kedua korban diketahui bernama Deni Niko Prayoga (18) dan Beno Andri Aprilian (18). Keduanya merupakan warga Dukuh Dawetan RT 017, Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Informasi mengenai adanya korban di aliran sungai pertama kali diterima petugas setelah warga melaporkan temuan tersebut pada pagi hari. Masyarakat yang melintas di sekitar lokasi melihat adanya dua orang berada di dasar sungai dan segera melaporkannya kepada petugas terdekat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, PMI Kabupaten Sragen bersama PSC 119 Sukowati Sragen dan relawan gabungan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen serta evakuasi.

Sekretaris PSC 119 Sukowati Sragen, Nengah Adnyana Oka Manuaba, menjelaskan kondisi kedua korban saat ditemukan berbeda. Salah satu korban masih dalam kondisi sadar meski mengalami sejumlah luka serius, sementara satu korban lainnya telah meninggal dunia.

Berdasarkan pemeriksaan awal petugas, Deni Niko Prayoga mengalami luka-luka dan fraktur tertutup pada tungkai kaki kanan maupun kiri. Korban kemudian mendapatkan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Sementara itu, Beno Andri Aprilian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban mengalami perdarahan pada hidung dan mulut serta beberapa cedera berat lainnya, termasuk fraktur tertutup pada bagian leher, tulang rusuk kiri, dan clavicula kiri. Saat ditemukan, korban dilaporkan telah berada dalam kondisi kaku.

Ketua PMI Kabupaten Sragen, Utami Dewi Masitoh, mengatakan lokasi korban berada di dasar aliran Sungai Bagan dengan kedalaman sekitar lima meter. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi membutuhkan perhatian khusus.

Menurutnya, medan yang curam dan terjal menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang harus turun ke dasar sungai untuk menjangkau korban.

"Setelah tiba di lokasi kejadian, kami menemukan ada dua korban dengan kondisi satu orang meninggal dan satu orang luka-luka di dasar aliran Sungai Bagan dengan kedalaman lima meter. Proses evakuasi membutuhkan tantangan tersendiri karena medan curam dan terjal," ujar Utami.

Petugas kemudian melakukan proses evakuasi secara bertahap. Korban luka mendapatkan penanganan awal di lokasi kejadian untuk memastikan kondisi tetap stabil sebelum dipindahkan.

Setelah proses pertolongan pertama selesai dilakukan, korban yang selamat dibawa menggunakan ambulans PMI menuju RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen guna memperoleh penanganan medis lanjutan.

Sedangkan korban meninggal dunia dievakuasi menuju Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk proses penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Utami menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima sementara, kejadian diduga telah berlangsung beberapa waktu sebelum ditemukan warga. Saat peristiwa terjadi, kondisi di sekitar lokasi masih gelap sehingga belum ada masyarakat yang mengetahui adanya kecelakaan tersebut.

“Informasi kejadian sudah selang beberapa waktu saat masih gelap. Pada saat fajar baru ada masyarakat yang lewat mengetahui kejadian tersebut dan melaporkan kejadian tersebut ke Posko PMI Kabupaten Sragen yang terdekat dengan lokasi kejadian,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan petugas Satlantas Polres Sragen, kedua pemuda diduga merupakan korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor.

Dugaan sementara menyebutkan pengendara tidak menguasai kondisi medan saat melintas di lokasi sehingga kendaraan terperosok ke dalam aliran sungai. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Peristiwa tersebut menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi setelah proses evakuasi berlangsung. Petugas kemudian mengamankan area agar proses penanganan dapat berjalan lancar dan tidak mengganggu kegiatan penyelamatan.

Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, terutama pada malam hingga dini hari ketika jarak pandang berkurang dan risiko kecelakaan meningkat.

Selain itu, kondisi jalan yang tidak sepenuhnya dikenal pengendara dapat menjadi faktor risiko apabila tidak diimbangi dengan kehati-hatian selama perjalanan.

Berkat koordinasi antara PMI, PSC 119 Sukowati Sragen, relawan, masyarakat, dan petugas kepolisian, seluruh proses evakuasi dapat diselesaikan dengan aman.

Korban yang selamat kini menjalani perawatan medis, sementara kasus kecelakaan tersebut masih ditangani aparat terkait untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian secara lebih rinci.

Peristiwa di Sungai Bagan menambah daftar kecelakaan lalu lintas yang memerlukan perhatian serius seluruh pengguna jalan. Kepatuhan terhadap aturan berkendara, kewaspadaan terhadap kondisi medan, dan kesiapan memberikan laporan darurat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa.

Penulis: Zabidi 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • 2 Pemuda Terjatuh ke Sungai, 1 Tewas
  • 2 Pemuda Terjatuh ke Sungai, 1 Tewas
  • 2 Pemuda Terjatuh ke Sungai, 1 Tewas
  • 2 Pemuda Terjatuh ke Sungai, 1 Tewas
  • 2 Pemuda Terjatuh ke Sungai, 1 Tewas
  • 2 Pemuda Terjatuh ke Sungai, 1 Tewas

Posting Komentar