21 Personel PMI Papua Ikuti Pelatihan Pemulihan Hubungan Keluarga

LINTAS86.com, JAYAPURA - Hasil Pelatihan RFL PMI Papua menjadi salah satu upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia Palang Merah Indonesia (PMI) di wilayah Papua dan Papua Barat. Kegiatan bertajuk Pelatihan Restoring Family Links (RFL) atau Pemulihan Hubungan Keluarga Se-Tanah Papua Tahun 2026 resmi dibuka pada 27 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Express Jayapura, Papua.

Pelatihan yang diselenggarakan PMI Provinsi Papua tersebut dibuka langsung oleh Ketua PMI Provinsi Papua, Zakius Degey, S.T. Kegiatan ini menjadi bagian dari program peningkatan kemampuan personel PMI dalam memberikan layanan kemanusiaan kepada masyarakat, khususnya layanan pemulihan hubungan keluarga.

Berdasarkan data panitia, pelatihan dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap pertama berupa pembelajaran daring yang berlangsung pada 12 hingga 23 Oktober 2026. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka pada 26 sampai 31 Oktober 2026 di Jayapura.

Sebanyak 21 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Peserta terdiri atas 16 laki-laki dan lima perempuan yang berasal dari PMI Provinsi Papua dan Papua Barat.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri peserta dari berbagai daerah di Tanah Papua. Mereka berasal dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Jayawijaya, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Mimika, Puncak Jaya, Dogiyai, Paniai, Merauke, Manokwari, Kabupaten Teluk Bintuni, serta Kota Sorong.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Provinsi Papua Zakius Degey menyampaikan harapan agar seluruh peserta tidak berhenti belajar setelah mengikuti pelatihan.

"Peserta tidak cepat berpuas diri setelah mengikuti pelatihan, tetapi terus berlatih dan memperbarui pengetahuan serta keterampilan yang telah diperoleh," kata Zakius Degey.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pegawai dan relawan PMI menjadi kebutuhan penting agar personel PMI di Tanah Papua memiliki kemampuan yang setara dengan personel PMI dari wilayah lain di Indonesia dalam menjalankan tugas-tugas kepalangmerahan.

Selain itu, PMI Pusat juga memberikan kepercayaan kepada PMI Provinsi Papua untuk melaksanakan sertifikasi bagi personel PMI di Papua serta mitra PMI. Kepercayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi sumber daya manusia yang terlibat dalam berbagai layanan kemanusiaan.

Dalam pelaksanaan pelatihan, PMI Provinsi Papua menghadirkan tiga instruktur RFL dari PMI Pusat. Ketiganya adalah Amrin dari Kalimantan Utara, Krisna dari Jawa Tengah, dan Widya dari Sulawesi Utara.

Kehadiran instruktur dari berbagai daerah tersebut bertujuan mendukung proses pembelajaran peserta melalui pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki terkait layanan RFL.

Pelatihan ini terselenggara atas dukungan Komite Internasional Palang Merah atau International Committee of the Red Cross (ICRC) melalui PMI Pusat. Dukungan tersebut menjadi bagian dari kerja sama dalam penguatan kapasitas layanan kemanusiaan di Papua.

Secara umum, tujuan pelatihan adalah meningkatkan kapasitas layanan Restoring Family Links sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia PMI di wilayah Papua dan Papua Barat.

RFL merupakan layanan kemanusiaan yang bertujuan membantu memulihkan dan mempertahankan hubungan keluarga yang terpisah akibat konflik, bencana, migrasi, maupun situasi kemanusiaan lainnya.

Layanan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kerja kemanusiaan karena membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai keberadaan anggota keluarga yang terpisah dalam kondisi tertentu.

Pada saat pembukaan kegiatan, Kepala Delegasi ICRC, Martin, turut menyampaikan pesan kepada peserta secara daring. Dalam kesempatan tersebut ia menegaskan komitmen ICRC dalam mendukung pengembangan kapasitas PMI di Papua.

"Komitmen ICRC untuk pengembangan kapasitas PMI di Papua, pentingnya layanan RFL untuk memberikan informasi tentang keberadaan anggota keluarga," ujar Martin.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu penegasan mengenai pentingnya keberadaan layanan pemulihan hubungan keluarga dalam rangkaian aktivitas kemanusiaan.

Dari sisi penyelenggaraan, pelatihan berlangsung dengan melibatkan peserta dari sejumlah wilayah yang tersebar di Papua dan Papua Barat. Sebaran peserta ini menunjukkan adanya upaya pemerataan peningkatan kapasitas agar kemampuan layanan RFL tidak hanya terpusat pada satu daerah.

Hasil pelatihan diharapkan dapat diterapkan oleh peserta setelah kembali ke wilayah masing-masing. Dengan demikian, pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh selama proses pembelajaran dapat mendukung pelaksanaan layanan kemanusiaan secara lebih baik.

Berdasarkan bahan kegiatan yang tersedia, tidak disebutkan secara rinci jumlah penerima manfaat layanan RFL maupun target layanan yang akan dicapai setelah pelatihan. Namun demikian, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan pemulihan hubungan keluarga.

Data kegiatan juga menunjukkan bahwa pelatihan berlangsung selama hampir satu bulan dengan kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka. Model tersebut memungkinkan peserta memperoleh materi pembelajaran dalam waktu yang lebih panjang dibandingkan pelatihan singkat pada umumnya.

Selain penguatan kapasitas individu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kelembagaan PMI di Papua. Dengan peningkatan kompetensi personel, organisasi diharapkan memiliki sumber daya manusia yang lebih siap dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

Pelatihan RFL Se-Tanah Papua Tahun 2026 sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara PMI Provinsi Papua, PMI Pusat, dan ICRC dalam mendukung pengembangan kapasitas pelayanan kemanusiaan.

Hingga akhir kegiatan, fokus utama pelatihan tetap berada pada peningkatan kemampuan peserta dalam memahami dan menjalankan layanan RFL secara profesional, terkoordinasi, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi 

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • 21 Personel PMI Papua Ikuti Pelatihan Pemulihan Hubungan Keluarga
  • 21 Personel PMI Papua Ikuti Pelatihan Pemulihan Hubungan Keluarga
  • 21 Personel PMI Papua Ikuti Pelatihan Pemulihan Hubungan Keluarga
  • 21 Personel PMI Papua Ikuti Pelatihan Pemulihan Hubungan Keluarga
  • 21 Personel PMI Papua Ikuti Pelatihan Pemulihan Hubungan Keluarga
  • 21 Personel PMI Papua Ikuti Pelatihan Pemulihan Hubungan Keluarga

Posting Komentar