33 Kantong Darah Terkumpul dalam Donor Darah di Sumberurip

LINTAS86.com, LUMAJANG – Kegiatan donor darah PMI Lumajang melalui layanan Mobile Unit kembali digelar untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan berlangsung di Pustu Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Rabu (28/10/2026), dan berhasil menghimpun 33 kantong darah dari para pendonor yang lolos pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut menggunakan kendaraan Mobile Unit jenis L300. Sejak pagi, masyarakat mulai berdatangan untuk mengikuti proses donor darah yang diselenggarakan oleh PMI Kabupaten Lumajang.
Penghimpunan darah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan stok darah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan pasien yang memerlukan transfusi darah di Kabupaten Lumajang maupun wilayah sekitarnya.
Berdasarkan data hasil kegiatan, total darah yang berhasil dikumpulkan mencapai 33 kantong dari berbagai golongan darah. Data tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan kemanusiaan melalui donor darah sukarela.
Hasil Donor Darah Capai 33 Kantong
Dari hasil pelaksanaan donor darah, PMI Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 33 pendonor berhasil mendonorkan darahnya.
Adapun rinciannya meliputi:
- Golongan darah A : 6 kantong
- Golongan darah B : 13 kantong
- Golongan darah O : 12 kantong
- Golongan darah AB : 2 kantong
Jumlah tersebut menjadi tambahan stok darah yang sangat dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan darah di Unit Donor Darah PMI Kabupaten Lumajang.
Selain pendonor yang berhasil melakukan donor, terdapat dua calon pendonor yang harus ditunda karena tidak memenuhi syarat kesehatan saat pemeriksaan awal.
Keduanya diketahui memiliki kadar hemoglobin (Hb) di bawah batas minimal yang dipersyaratkan untuk melakukan donor darah.
Sementara untuk kategori penundaan lainnya seperti berat badan kurang dari 45 kilogram, usia di bawah 17 tahun, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, riwayat medis tertentu, perilaku berisiko tinggi, maupun riwayat perjalanan, tidak ditemukan pada kegiatan tersebut.
Pemeriksaan Ketat Sebelum Donor
Sebelum melakukan donor darah, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan identitas, tekanan darah, berat badan, suhu tubuh, serta kadar hemoglobin. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa calon pendonor berada dalam kondisi sehat dan layak mendonorkan darahnya.
Pemeriksaan juga bertujuan menjaga kualitas darah yang nantinya akan disalurkan kepada pasien yang membutuhkan transfusi.
Petugas donor darah menjelaskan bahwa proses seleksi kesehatan merupakan standar yang wajib dilakukan dalam setiap kegiatan donor darah.
Karena itu, tidak semua calon pendonor dapat langsung mendonorkan darah apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang belum memenuhi syarat.
Meski demikian, calon pendonor yang ditunda tetap diberikan penjelasan mengenai kondisi kesehatannya dan dianjurkan dapat mengikuti donor darah pada kesempatan berikutnya setelah memenuhi persyaratan yang diperlukan.
Mobile Unit Permudah Masyarakat
Pelaksanaan donor darah melalui Mobile Unit bertujuan memperluas akses layanan kepada masyarakat.
Dengan mendatangi langsung lokasi kegiatan, PMI dapat menjangkau masyarakat yang berada jauh dari Unit Donor Darah maupun rumah sakit.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan jumlah pendonor sukarela sekaligus membantu menjaga ketersediaan stok darah secara berkelanjutan.
Wilayah Sumberurip yang berada di kawasan lereng Semeru menjadi salah satu lokasi yang secara rutin mendapatkan pelayanan donor darah keliling.
Kehadiran Mobile Unit memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Selain itu, model layanan jemput bola seperti ini juga terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah.
PMI Apresiasi Partisipasi Pendonor
Pengurus Bidang Kehumasan PMI Kabupaten Lumajang, Iswarini Jamilah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut.
Menurutnya, setiap kantong darah yang berhasil dihimpun memiliki manfaat besar bagi pasien yang sedang membutuhkan transfusi darah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendonor yang telah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah di Pustu Sumberurip. Setiap kantong darah yang terkumpul sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah di rumah sakit," kata Iswarini Jamilah.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan darah berlangsung setiap hari sehingga dukungan para pendonor sukarela menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan stok darah.
Menurutnya, PMI terus berupaya mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup kemanusiaan yang dilakukan secara rutin.
"Ketersediaan darah sangat bergantung pada kepedulian masyarakat. Karena itu kami berharap semakin banyak warga yang bersedia menjadi pendonor rutin agar kebutuhan darah dapat terpenuhi dengan baik," ujarnya.
Kebutuhan Darah Terus Berlangsung
Transfusi darah menjadi bagian penting dalam berbagai tindakan medis.
Pasien yang menjalani operasi besar, korban kecelakaan lalu lintas, ibu yang mengalami perdarahan saat persalinan, hingga penderita thalasemia membutuhkan pasokan darah yang tersedia setiap saat.
Karena itu, kegiatan donor darah tidak hanya dilakukan ketika terjadi kekurangan stok darah, tetapi menjadi program berkelanjutan yang harus terus dilakukan.
Keberhasilan menghimpun 33 kantong darah di Pustu Sumberurip menjadi tambahan penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Setiap kantong darah yang terkumpul berpotensi membantu menyelamatkan nyawa pasien yang sedang membutuhkan transfusi darah.
Selain itu, kegiatan donor darah juga menjadi sarana untuk memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Warga yang mendonorkan darahnya mungkin tidak pernah mengetahui siapa penerima darah tersebut. Namun tindakan sederhana itu dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi orang lain.
Akan Terus Dilaksanakan Secara Berkala
PMI Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan donor darah melalui Mobile Unit di berbagai wilayah.
Program ini menjadi salah satu strategi untuk menjaga ketersediaan stok darah sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Melalui pelaksanaan yang berkelanjutan, PMI berharap partisipasi masyarakat dalam donor darah sukarela dapat terus meningkat dari waktu ke waktu.
Kegiatan di Pustu Sumberurip menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara petugas donor darah dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar