Mahasiswa, Dosen dan Anak-anak Ikut Edukasi Gempa Bumi serta FGD Mitigasi Bencana
LINTAS86.com, ENDE – Sebanyak 24 peserta mengikuti kegiatan edukasi kesiapsiagaan gempa bumi dan layanan psikososial yang diselenggarakan di Teras Baca Anmok, Rewarangga, Rabu (30/9/2026).
Peserta terdiri atas 20 siswa sekolah dan empat akademisi dari unsur mahasiswa serta dosen. Kegiatan berlangsung selama satu jam mulai pukul 16.30 hingga 17.30 WITA.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi kesiapsiagaan gempa bumi kepada anak-anak. Materi diberikan menggunakan metode Ekspresi Kreatif yang bertujuan membantu peserta memahami langkah-langkah keselamatan melalui aktivitas yang interaktif.
Selain mempermudah pemahaman materi, metode tersebut juga membantu anak-anak mengekspresikan emosi dan membangun rasa aman.
Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga ketenangan dan mengikuti prosedur keselamatan yang benar.
Sementara itu, mahasiswa dan dosen mengikuti Focus Group Discussion yang membahas pengembangan layanan dukungan psikososial dan mitigasi bencana ke depan.
Diskusi tersebut menghasilkan sejumlah masukan terkait penguatan program layanan psikososial berbasis komunitas serta peluang kolaborasi dengan lingkungan perguruan tinggi.
Founder Teras Baca Anmok, Dominika Dhapa, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat ganda karena tidak hanya meningkatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana, tetapi juga membantu mengembalikan keceriaan anak-anak.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI Ende ini. Program ini sangat bermanfaat untuk mengembalikan keceriaan anak-anak, memberikan edukasi sederhana terkait mitigasi bencana gempa, serta melibatkan mahasiswa dalam FGD hingga menghasilkan rekomendasi-rekomendasi penting bagi pengembangan layanan PSS PMI," ujarnya.
Dari hasil evaluasi kegiatan, terdapat sejumlah capaian yang berhasil dicatat. Pertama, meningkatnya pemahaman anak mengenai tindakan keselamatan saat terjadi gempa bumi.
Kedua, tersedianya ruang bagi peserta untuk menyalurkan emosi secara positif melalui kegiatan kreatif.
Ketiga, terbangunnya kerja sama yang lebih kuat antara penyelenggara kegiatan dan Teras Baca Anmok dalam mendukung kesehatan mental anak.
Keempat, munculnya rekomendasi perluasan layanan psikososial bagi anak-anak putus sekolah atau peserta pendidikan informal.
Selain itu, forum diskusi juga merekomendasikan pengembangan metode layanan psikososial yang lebih beragam sehingga dapat menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan dipandu langsung oleh Yosef Rayrego dan Yohana H. Riti dengan pendampingan Yolandy Dolonseda.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana dan kesehatan mental dapat terus meningkat sehingga masyarakat menjadi lebih tangguh menghadapi berbagai risiko di masa depan.

Posting Komentar