Mereka yang Menolong Juga Perlu Ditolong

LINTAS86.com, MANGGARAI –  Urgensi penanganan dampak non-fisik pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) melahirkan sebuah kebijakan taktis di lapangan. Program pemulihan psikologis skala berkala resmi diluncurkan guna menyelamatkan kondisi kesehatan mental para petugas kemanusiaan yang beroperasi di wilayah krisis Kabupaten Manggarai. Agenda tanggap darurat kejiwaan ini diposisikan krusial guna mengantisipasi akumulasi trauma sekunder akibat paparan langsung duka dan kehancuran pascainsiden gempa bumi makro Flores.
Fakta aktual menunjukkan intervensi psikososial ini berlangsung masif selama kurun waktu empat hari, mulai dari 12 Oktober hingga berakhir pada 15 Oktober 2026. Seluruh proses konseling dijalankan di bawah pengawasan ketat tim psikolog kebencanaan dengan mengedepankan asas sukarela, kerahasiaan penuh, serta jaminan ruang aman tanpa adanya unsur paksaan bagi peserta untuk memaparkan beban emosional yang belum siap dibagikan.
Data kronologis mencatat skema pergerakan tim di lapangan terbagi ke dalam empat fase pelayanan strategis. Fase pertama pada 12 Oktober 2026 berupa penyelarasan data koordinasi bersama otoritas kesehatan provinsi. Fase kedua pada 13 Oktober 2026 menjangkau data relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di kawasan pedesaan Desa Para Lando dan Desa Lemarang.
Fase ketiga pada 14 Oktober 2026 menyasar data relawan garis depan tim WASH penyuplai air bersih, sebelum akhirnya fase keempat ditutup pada 15 Oktober 2026 dengan mengevaluasi kondisi mental seluruh personel operasional di tingkat Kabupaten Manggarai. Sisi humanis, dinamika pergolakan batin, serta untaian narasi human interest dari para pejuang kemanusiaan ini terekam secara utuh dan emosional dalam kisah perjuangan penggerak kemanusiaan memulihkan ketahanan jiwa.
Yuli Arinta Dewi, S.P., S.Psi., M.Si., selaku Koordinator Tim Fasilitator sekaligus akademisi aktif Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, mengungkapkan bahwa pembekalan ini berfokus pada penguatan resiliensi kelompok agar tim krisis mampu menghentikan rantai penyebaran trauma sekunder secara mandiri.
Noviyanti, Fasilitator Perwakilan Regional Jakarta Timur, menambahkan bahwa penyampaian materi psikoedukasi pengelolaan stres kerja ini bertujuan memetakan indikator kerentanan mental petugas sedini mungkin sebelum berdampak buruk bagi operasional tim.
Informasi akhir dari kelanjutan agenda ini mengonfirmasi bahwa tim fasilitator telah menyerahkan berkas rekomendasi resmi kepada pimpinan Markas setempat. Langkah operasional berikutnya diarahkan pada perluasan jangkauan program pemulihan psikologis ini ke area administrasi tetangga, meliputi Kabupaten Manggarai Timur serta Kabupaten Manggarai Barat, demi tercapainya standarisasi keselamatan kerja kemanusiaan yang merata di daratan Flores.

Penulis: Edho

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Mereka yang Menolong Juga Perlu Ditolong
  • Mereka yang Menolong Juga Perlu Ditolong
  • Mereka yang Menolong Juga Perlu Ditolong
  • Mereka yang Menolong Juga Perlu Ditolong
  • Mereka yang Menolong Juga Perlu Ditolong
  • Mereka yang Menolong Juga Perlu Ditolong

Posting Komentar