OJT WASH 5 Hari Sukses Tingkatkan Kesiapan 13 Relawan di Manggarai

LINTAS86.com, MANGGARAI – Urgensi pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar di wilayah terdampak bencana Nusa Tenggara Timur memicu lahirnya langkah penguatan taktis di lapangan. Pelaksanaan layanan WASH darurat kini memasuki fase standardisasi total menyusul tuntasnya program pelatihan kompetensi bagi belasan personel garda depan di Kabupaten Manggarai. Agenda kedaruratan ini diposisikan sangat vital guna menjamin ketersediaan air bersih dan kelayakan fasilitas sanitasi bagi para penyintas krisis di daratan Flores.
Fakta aktual di lapangan menunjukkan bahwa program bertajuk On-the-Job Training (OJT) ini diselenggarakan secara intensif selama 5 hari, terhitung mulai tanggal 12 hingga 16 Oktober 2026. Pelatihan dipusatkan di camp WASH Nggorang, Desa Bajak, Kabupaten Manggarai. Seluruh proses pembelajaran mengandalkan metode praktik langsung (learning by doing), di mana para personel dilatih menguasai prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mulai dari fase produksi air baku hingga distribusi ke penampungan warga. Dinamika human interest serta kisah haru perjuangan para pekerja kemanusiaan ini terdokumentasi secara apik pada kisah perjuangan penggerak kemanusiaan memulihkan ketahanan jiwa di area terdampak.
Data kepesertaan mencatat, program ini diikuti oleh 13 orang peserta pilihan. Komposisi data tersebut terdiri atas 7 orang relawan reguler dan 6 orang kru Tim SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat). Berdasarkan data sebaran wilayah operasional, tim OJT telah sukses mengimplementasikan program promosi kebersihan pada dua lokasi prioritas, yakni Gumbang Desa Riung dan Kampung Baru Desa Para Lando. Pada hari terakhir, data evaluasi merangkum sejumlah masukan dan usulan teknis langsung dari para peserta untuk segera diteruskan ke tingkat pimpinan pusat.
Maria Odilia Pila merupakan relawan lokal Kabupaten Manggarai yang menjadi salah satu peserta dalam kegiatan on job training tersebut. Dia menjelaskan kegiatan pelatihan tersebut sangat menarik karena merupakan hal yang baru serta menjadi pengalaman berharga selama bergabung dalam divisi penanggulangan dampak darurat.
 "OJT ini merupakan hal baru dan pengalaman yang menarik, kami diajarkan bagaimana memproduksi air yaitu mencampur klorin dan asam sulfat untuk membunuh bakteri yang ada di air, promosi kebersihan mulai dari wadah penampung hingga proses distribusi kepada masyarakat," tutur perempuan yang akrab disapa Odi ini.
Pernyataan senada dikuatkan oleh Desmon Kalengkongan selaku instruktur perwakilan dari kota Bitung Sulawesi Utara. Ia menggarisbawahi komitmen para peserta yang bertahan melewati tantangan teknis selama masa inkubasi keilmuan. 
"Proses OJT ditargetkan lima hari yang dimulai dari Standar Operasional Prosedur K3 terkait dengan pelayanan mulai dari produksi sampai distribusi, termasuk promosi kebersihan," tegas Desmon menutup penjelasan pers di Markas lokal.
     
Penulis: Edho 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • OJT WASH 5 Hari Sukses Tingkatkan Kesiapan 13 Relawan di Manggarai
  • OJT WASH 5 Hari Sukses Tingkatkan Kesiapan 13 Relawan di Manggarai
  • OJT WASH 5 Hari Sukses Tingkatkan Kesiapan 13 Relawan di Manggarai
  • OJT WASH 5 Hari Sukses Tingkatkan Kesiapan 13 Relawan di Manggarai
  • OJT WASH 5 Hari Sukses Tingkatkan Kesiapan 13 Relawan di Manggarai
  • OJT WASH 5 Hari Sukses Tingkatkan Kesiapan 13 Relawan di Manggarai

Posting Komentar