Puluhan Siswa Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Praktik Liputan Langsung

 

 

LINTAS86.com, PASURUAN – Sebanyak 33 siswa mengikuti pelatihan jurnalistik bertema “Mencetak Jurnalis Muda yang Kreatif, Komunikatif, dan Inspiratif” di Kiansae, Pandaan, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Radar Bromo dan Seputar Peristiwa News yang memberikan materi peliputan berita, fotografi dan videografi, serta desain grafis.

Pelatihan berlangsung sejak pagi hingga siang dengan konsep pembelajaran teori dan praktik. Para peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga langsung mencoba melakukan peliputan sederhana, pengambilan gambar, hingga membuat desain publikasi.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mendokumentasikan dan menyampaikan informasi mengenai berbagai aktivitas yang berlangsung di lingkungan madrasah. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami proses jurnalistik secara menyeluruh, mulai dari pencarian informasi hingga publikasi berita.

Sejak kegiatan dimulai, suasana terlihat aktif dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh pemateri. Sejumlah siswa bahkan aktif mengajukan pertanyaan terkait teknik wawancara, penulisan berita, hingga pengambilan gambar yang sesuai dengan kebutuhan pemberitaan.

Diawali Materi Dasar Peliputan Berita

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai teknik peliputan berita atau reporting. Materi ini menjadi fondasi utama dalam dunia jurnalistik karena berkaitan dengan proses pengumpulan informasi di lapangan.

Pemateri menjelaskan pentingnya memahami unsur 5W+1H yang terdiri atas what, who, when, where, why, dan how. Unsur tersebut menjadi dasar dalam penyusunan sebuah berita agar informasi yang disampaikan lengkap dan mudah dipahami pembaca.

Selain itu, peserta juga diajak memahami cara menentukan nilai berita serta teknik memperoleh informasi dari narasumber.

Dalam praktiknya, siswa diminta mencoba melakukan simulasi wawancara. Mereka belajar menyusun pertanyaan, mendengarkan jawaban narasumber, dan mencatat informasi penting yang nantinya dapat digunakan dalam penulisan berita.

Kegiatan praktik ini mendapat respons positif dari peserta karena memberikan pengalaman langsung mengenai proses kerja seorang jurnalis.

Tidak sedikit siswa yang baru pertama kali mencoba melakukan wawancara secara formal. Meski demikian, mereka terlihat mampu mengikuti arahan pemateri dengan baik.

Praktik Fotografi dan Videografi Jadi Sesi Favorit

Setelah mendapatkan materi peliputan, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran fotografi dan videografi jurnalistik.

Pada sesi ini peserta dikenalkan dengan teknik dasar pengambilan gambar yang sering digunakan dalam kegiatan peliputan berita.

Pemateri menjelaskan bahwa foto jurnalistik tidak hanya bertujuan menghasilkan gambar yang menarik, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi dan menggambarkan situasi yang terjadi di lapangan.

Karena itu, peserta diajarkan mengenai komposisi gambar, pemilihan sudut pengambilan foto, pencahayaan, hingga penentuan objek utama.

Ketika sesi praktik dimulai, antusiasme peserta terlihat semakin tinggi. Mereka langsung mencoba memotret berbagai objek dan aktivitas yang ada di sekitar lokasi pelatihan.

Sebagian peserta terlihat berdiskusi mengenai hasil foto yang diperoleh, sementara yang lain mencoba mengambil gambar dari berbagai sudut untuk mendapatkan hasil terbaik.

Selain fotografi, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai videografi dasar. Materi ini meliputi teknik pengambilan video yang stabil, pengaturan komposisi gambar bergerak, hingga penyusunan rangkaian visual yang dapat mendukung kebutuhan publikasi digital.

Seiring berkembangnya media sosial dan platform digital, kemampuan membuat konten video menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan.

Karena itu, materi videografi menjadi bagian penting dalam pelatihan jurnalistik yang diberikan kepada peserta.

Belajar Membuat Konten Visual

Materi berikutnya yang diberikan kepada peserta adalah desain grafis.

Pada sesi ini, siswa diperkenalkan dengan dasar-dasar pembuatan konten visual untuk kebutuhan publikasi kegiatan.

Pemateri menjelaskan pentingnya tampilan visual dalam penyampaian informasi. Konten yang menarik secara visual dinilai lebih mudah menarik perhatian audiens sekaligus membantu memperjelas pesan yang ingin disampaikan.

Peserta belajar mengenal tata letak, kombinasi warna, penggunaan tipografi, serta penempatan elemen visual yang efektif.

Dalam praktiknya, mereka diminta membuat desain sederhana yang dapat digunakan sebagai media publikasi kegiatan sekolah.

Meskipun sebagian besar peserta masih berada pada tahap pemula, sejumlah karya yang dihasilkan menunjukkan kreativitas yang cukup baik.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan yang selama ini banyak dibutuhkan dalam pengelolaan media digital.

Program Rutin Tahunan

Kepala MTsN 2 Pasuruan, H. Irvan Fauzi, S.Si., M.Pd.I., mengatakan bahwa pelatihan jurnalistik merupakan program yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan untuk membekali siswa agar mampu membantu proses peliputan berbagai kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah.

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang rutin kita laksanakan setiap tahun untuk membekali siswa-siswi pilihan dari madrasah untuk membantu liputan-liputan berita kegiatan yang ada di madrasah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat banyak kegiatan pendidikan, keagamaan, sosial, maupun prestasi siswa yang perlu didokumentasikan dan dipublikasikan kepada masyarakat.

Karena itu, keberadaan tim siswa yang memahami dasar-dasar jurnalistik dinilai sangat penting dalam mendukung publikasi berbagai kegiatan tersebut.

Selain membantu dokumentasi, keterampilan jurnalistik juga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan literasi peserta.

Peserta Antusias Ikuti Seluruh Sesi

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan semangat yang tinggi.

Mereka tidak hanya menyimak materi yang disampaikan pemateri, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai sesi praktik.

Salah satu peserta, Arya Satya Adiyatama, mengaku senang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelatihan jurnalistik menjadi pengalaman yang telah lama ditunggu karena sesuai dengan minat yang dimilikinya di bidang fotografi dan desain grafis.

“Aku senang banget ikut pelatihan jurnalistik ini. Sebelumnya aku sudah punya basic fotografi dan desain grafis, jadi kegiatan ini memang sudah aku tunggu-tunggu. Aku ingin sekali bisa langsung terjun meliput berbagai kegiatan di madrasah setelah mengikuti pelatihan ini,” katanya.

Pernyataan tersebut menggambarkan tingginya minat generasi muda terhadap dunia kreatif dan media digital.

Melalui pelatihan seperti ini, minat tersebut dapat diarahkan menjadi keterampilan yang bermanfaat dan produktif.

Diharapkan Mendukung Publikasi Kegiatan

Pelatihan jurnalistik tidak hanya bertujuan memberikan pengalaman baru kepada peserta, tetapi juga memiliki manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekolah.

Dengan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu membantu proses dokumentasi dan publikasi berbagai kegiatan yang berlangsung di madrasah.

Kemampuan menulis berita, mengambil foto dan video, serta membuat desain publikasi dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih menarik dan informatif.

Selain itu, keterampilan tersebut juga menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi komunikasi yang terus berubah.

Di tengah meningkatnya penggunaan media digital, kemampuan mengelola informasi secara bertanggung jawab menjadi nilai tambah yang penting bagi generasi muda.

Kegiatan pelatihan jurnalistik ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi yang lebih kuat di lingkungan pendidikan. Melalui kombinasi kemampuan menulis, fotografi, videografi, dan desain grafis, para peserta diharapkan mampu menjadi penyampai informasi yang kreatif, komunikatif, dan bertanggung jawab.

Sebagai hasil dari pelatihan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman langsung tentang bagaimana sebuah berita diproduksi. Mulai dari mencari fakta, mengumpulkan data, mengambil gambar, hingga menyusun informasi menjadi publikasi yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Penulis: Fiyan

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Puluhan Siswa Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Praktik Liputan Langsung
  • Puluhan Siswa Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Praktik Liputan Langsung
  • Puluhan Siswa Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Praktik Liputan Langsung
  • Puluhan Siswa Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Praktik Liputan Langsung
  • Puluhan Siswa Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Praktik Liputan Langsung
  • Puluhan Siswa Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Praktik Liputan Langsung

Posting Komentar