BAZNAS Jatim Salurkan Program Sosial Terpadu di Ponorogo, 4.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan

LINTAS86.com, PONOROGO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan sejumlah program sosial terpadu melalui BAZNAS Kabupaten Ponorogo di Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Selasa (03/11/2026).
Program tersebut meliputi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, bantuan rumah layak huni, penyediaan air bersih, beasiswa pendidikan, bantuan sembako, donor darah, serta layanan pengobatan gratis.
Salah satu program utama yang diluncurkan dalam kegiatan tersebut adalah pemberian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 3.500 guru honorer dan 1.000 marbot masjid di Kabupaten Ponorogo. Melalui program ini, para penerima manfaat mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan jaminan kecelakaan kerja.
Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., mengapresiasi kontribusi BAZNAS Provinsi Jawa Timur yang terus memperkuat program kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pihak.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Ponorogo, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian BAZNAS Provinsi Jawa Timur melalui BAZNAS Kabupaten Ponorogo. Berbagai bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, mulai dari perlindungan jaminan sosial bagi guru honorer dan marbot masjid, beasiswa pendidikan, penyediaan air bersih, pembangunan rumah layak huni hingga bantuan sembako," kata Lisdyarita.
Selain perlindungan sosial, BAZNAS Jawa Timur juga menyalurkan program beasiswa pendidikan bagi siswa dan mahasiswa dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Program tersebut ditujukan untuk membantu peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Di sektor infrastruktur dasar, BAZNAS Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 juta untuk pembangunan sistem pipanisasi air bersih. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan peresmian jaringan pipanisasi sepanjang 550 meter yang dimanfaatkan oleh 12 kepala keluarga di Desa Gelangkulon.
Menurut Lisdyarita, program tersebut menjadi solusi jangka panjang untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan kekeringan.
Data Pemerintah Kabupaten Ponorogo mencatat sebanyak enam kecamatan dan 10 desa terdampak kekeringan selama tahun 2026. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah masih membutuhkan dukungan pasokan air bersih, terutama saat musim kemarau.
"Kami berharap fasilitas ini dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujarnya.
Pada sektor perumahan, BAZNAS Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan pembangunan enam unit Rumah Layak Huni (RLH). Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Ponorogo menambahkan bantuan untuk empat unit rumah layak huni sehingga total terdapat 10 unit RLH yang disalurkan kepada masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian bantuan sembako dan pelayanan kemanusiaan lainnya. Sebanyak 50 paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kolaborasi BAZNAS dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo.
PMI juga menyelenggarakan kegiatan donor darah untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi kebutuhan pelayanan kesehatan.
Sekretaris PMI Kabupaten Ponorogo, Sumani, menilai kolaborasi yang melibatkan BAZNAS, pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, PMI, dan Dinas Kesehatan menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam pelayanan kemanusiaan.
"Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya semangat kemanusiaan dan gotong royong dalam membantu masyarakat. Donor darah yang dilaksanakan hari ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan. Selain itu, distribusi air bersih dan bantuan sembako juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan akses air dan kebutuhan pokok," ujar Sumani.
Kegiatan donor darah mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang peserta donor darah, Matiyah (43), warga Dusun Sodong, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
"Kalau darah yang kita donor bisa menyelamatkan nyawa orang lain tentu sangat bermanfaat. Harapan saya kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin di desa-desa," katanya.
Selain donor darah, masyarakat juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo.
Bidan Desa Gelangkulon, Anik Mupidah, mengatakan pemeriksaan kesehatan menemukan sejumlah warga mengalami hipertensi dan kadar gula darah tinggi.
Menurutnya, warga yang terdeteksi memiliki faktor risiko kesehatan langsung mendapatkan edukasi terkait pola hidup sehat, pengaturan pola makan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
"Kami menemukan beberapa warga dengan tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang cukup tinggi. Mereka langsung kami edukasi untuk rutin melakukan kontrol kesehatan dan menjaga pola hidup sehat," jelas Anik.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Ponorogo periode 2026-2031, H. Sukarni, S.Sos., M.M., menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta tepat sasaran bagi masyarakat.
Melalui program sosial terpadu tersebut, BAZNAS berharap mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas akses layanan dasar, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat Ponorogo melalui pendekatan yang berkelanjutan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar