Perahu Nelayan Dekati Mangrove, SIBAT Dringu Dorong Solusi Dermaga
LINTAS86.com, PROBOLINGGO – Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Dringu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, mengusulkan penataan lokasi parkir perahu nelayan guna mendukung keberlanjutan program penghijauan mangrove yang dilaksanakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo bersama CSR PT Paiton Energy.
Usulan tersebut muncul setelah masih banyak perahu nelayan yang terparkir di sekitar area penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Dringu. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu pertumbuhan mangrove yang telah ditanam sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko abrasi dan pelestarian lingkungan pesisir.
Anggota SIBAT Desa Dringu, Heri, mengatakan masyarakat nelayan sebenarnya mendukung program penghijauan yang dijalankan PMI dan PT Paiton Energy. Namun hingga saat ini nelayan masih memanfaatkan lokasi di sekitar mangrove sebagai tempat menambatkan perahu karena belum tersedia fasilitas khusus untuk parkir kapal.
“Kalau di kawasan pesisir Desa Dringu dibangun dermaga atau jembatan, otomatis perahu-perahu nelayan bisa dipindahkan ke area tersebut. Saat ini permasalahannya, banyak perahu nelayan yang masih terparkir di sekitar lokasi penanaman mangrove,” kata Heri.
Menurut dia, pembangunan dermaga atau jembatan akan menjadi solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan lingkungan sekaligus kebutuhan masyarakat nelayan.
Heri menjelaskan, keberadaan dermaga memungkinkan perahu-perahu nelayan dipindahkan sekitar 100 meter dari kawasan mangrove sehingga aktivitas melaut tetap berjalan tanpa mengganggu pertumbuhan tanaman.
Selain itu, pemindahan lokasi parkir perahu juga harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi nelayan. Sebagian nelayan masih keberatan apabila harus mengeluarkan biaya tambahan untuk parkir perahu di lokasi lain.
Karena itu, menurutnya, penyediaan fasilitas tambat perahu yang terjangkau menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program konservasi mangrove.
Terinspirasi Kawasan BJBR
Usulan pembangunan dermaga tersebut terinspirasi dari kawasan Bee Jay Bakau Resort (BJBR) Kota Probolinggo yang memiliki jembatan di atas kawasan mangrove.
Konsep tersebut dinilai dapat menjadi salah satu referensi penataan kawasan pesisir yang menggabungkan fungsi konservasi lingkungan dengan aktivitas masyarakat.
Selain melindungi mangrove, kawasan pesisir juga berpotensi dikembangkan sebagai sarana edukasi lingkungan dan wisata berbasis mangrove yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Melalui peran SIBAT Desa Dringu, berbagai aspirasi masyarakat nelayan diharapkan dapat menjadi bahan koordinasi bersama pemerintah desa, pemerintah daerah, PMI, serta pihak terkait lainnya.
PMI Lakukan Monitoring dan Evaluasi
Sementara itu, PMI Provinsi Jawa Timur bersama PMI Kabupaten Probolinggo juga melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program penghijauan pesisir di Desa Dringu dan Desa Gending, Senin (2/11/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penghijauan pesisir hasil kolaborasi PMI bersama CSR PT Paiton Energy dan PMI Pusat.
Dalam kegiatan itu, rombongan meninjau langsung perkembangan tanaman mangrove sekaligus mengevaluasi berbagai aspek pelaksanaan program.
Kasubbid Pembinaan Relawan PMI Provinsi Jawa Timur, Hamidan Noor Firdaus, menegaskan pentingnya dokumentasi dan pelaporan dalam setiap kegiatan organisasi.
“Ada beberapa hal yang harus kita kejar, salah satunya adalah pelaporan. Kemudian dokumentasi, karena dokumentasi dan pelaporan itu tidak dapat dipisahkan. Setiap kegiatan harus memiliki dokumentasi yang baik dan didukung laporan yang jelas,” ujarnya.
Selain pelaporan, PMI juga mendorong penguatan koordinasi antara pengurus, staf, dan relawan agar seluruh program kemanusiaan dapat berjalan lebih efektif.
Tanam 1.150 Bibit Mangrove di Gending
Pada hari yang sama, PMI Kabupaten Probolinggo bersama PT Paiton Energy juga melaksanakan Gerakan Hijau Hilir melalui penanaman 1.150 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata di kawasan Pantai Desa Gending, Kecamatan Gending.
Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, PMI Provinsi Jawa Timur, relawan, anggota SIBAT, pelajar, serta masyarakat setempat.
Ketua PMI Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho WD mengatakan, penanaman mangrove merupakan langkah nyata untuk mengurangi abrasi dan memperkuat ketahanan lingkungan pesisir.
“Menanam saja tidak cukup. Mangrove yang sudah ditanam harus dirawat sampai benar-benar tumbuh dan berkembang sehingga bisa membantu mengurangi abrasi,” tegasnya.
Menurut Adi, tingkat keberhasilan program penanaman mangrove di Desa Dringu sebelumnya mencapai sekitar 90 persen. Keberhasilan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas program penghijauan ke kawasan pesisir lainnya di Kabupaten Probolinggo.
PMI berharap keterlibatan masyarakat dalam proses penanaman dapat menumbuhkan rasa memiliki sehingga tanaman mangrove yang telah ditanam dapat dijaga dan dirawat secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi PMI, PT Paiton Energy, pemerintah, SIBAT, dan masyarakat nelayan, upaya pelestarian mangrove di pesisir Probolinggo diharapkan terus berkembang. Selain berfungsi mengurangi abrasi, keberadaan mangrove juga menjadi investasi lingkungan jangka panjang yang mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat setempat.
Penulis: Fiyan
Editor: Redaksi

Posting Komentar