Puting Beliung Hantam Kediri Siang Hari, 62 Rumah Dilaporkan Rusak

 

LINTAS86.com, KEDIRI – Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Dusun Kepung Barat, Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 62 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang.

Selain merusak rumah warga, bencana hidrometeorologi tersebut juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di kawasan permukiman.

Berdasarkan hasil asesmen awal yang dilakukan petugas di lapangan, kerusakan rumah tersebar di dua wilayah yakni RT 14 RW 03 dan RT 18 RW 03 Dusun Kepung Barat.

Data sementara mencatat sebanyak sembilan rumah rusak di RT 14 RW 03. Sementara di RT 18 RW 03 terdapat 53 rumah terdampak akibat terjangan angin kencang.

Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah berupa genteng runtuh, seng terlepas, serta lembaran asbes yang terbawa angin. Beberapa bangunan lain juga mengalami kerusakan pada bagian teras, dapur, dan kamar mandi.

Salah satu rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian kamar mandi setelah tertimpa pohon tumbang akibat kuatnya hembusan angin.

PMI Lakukan Asesmen Lapangan

Pasca kejadian, PMI Kabupaten Kediri bersama unsur terkait langsung melakukan observasi dan asesmen di lokasi terdampak.

Petugas PMI Kabupaten Kediri, Lukman Hafid, mengatakan pendataan dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kondisi warga terdampak.

"Dari hasil asesmen sementara, kerusakan paling banyak ditemukan pada bagian atap rumah warga, seperti genteng yang runtuh serta asbes dan seng yang terlepas. Pendataan ini dilakukan untuk mengetahui sebaran dampak dan kondisi masyarakat yang terdampak," ujar Lukman Hafid.

Menurutnya, data lapangan sangat penting sebagai dasar penyusunan langkah penanganan lanjutan oleh pihak terkait.

Pendataan meliputi jumlah rumah rusak, kategori kerusakan, kondisi lingkungan sekitar, serta identifikasi warga yang membutuhkan perhatian khusus.

Fokus pada Pendataan dan Koordinasi

PMI Kabupaten Kediri menyebut penanganan awal difokuskan pada proses asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh dampak kejadian dapat terdata secara akurat sehingga kebutuhan masyarakat terdampak dapat diketahui sejak dini.

"Penanganan awal difokuskan pada pendataan warga terdampak dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami juga terus mengidentifikasi kondisi di lapangan agar kebutuhan penanganan selanjutnya dapat diketahui," tambah Lukman.

Koordinasi menjadi penting mengingat penanganan pascabencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, relawan hingga unsur masyarakat setempat.

Tidak Ada Korban Jiwa

Meskipun mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah, laporan sementara menyebutkan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Hal ini menjadi kabar baik di tengah tingginya potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh angin puting beliung.

Namun demikian, hasil pendataan mencatat adanya seorang warga lanjut usia yang sedang sakit di antara masyarakat terdampak.

Kondisi kelompok rentan seperti lansia menjadi salah satu perhatian dalam proses asesmen karena memerlukan pemantauan lebih lanjut apabila dibutuhkan bantuan kemanusiaan maupun dukungan kesehatan.

Melibatkan Berbagai Unsur

Proses observasi dan pendataan dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

Tim yang turun ke lapangan terdiri dari Forkopimcam Kecamatan Kepung, Pemerintah Desa Kepung, BPBD Kabupaten Kediri, PMI Kabupaten Kediri, Tagana, serta masyarakat setempat.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut membantu mempercepat proses pengumpulan data sekaligus memperkuat koordinasi dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

Melalui asesmen gabungan, kondisi rumah warga terdampak dapat diketahui secara lebih rinci sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai tingkat kebutuhan masing-masing keluarga.

Hasil Asesmen Jadi Dasar Penanganan Lanjutan

Data hasil asesmen awal akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan pascabencana.

Rumah warga yang mengalami kerusakan sedang menjadi salah satu prioritas perhatian karena membutuhkan perbaikan yang lebih besar dibandingkan bangunan yang hanya mengalami kerusakan ringan.

Selain itu, pemantauan terhadap kondisi masyarakat terdampak juga terus dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan lain yang mungkin muncul setelah kejadian.

Peristiwa puting beliung di Dusun Kepung Barat menjadi salah satu bencana hidrometeorologi yang kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Melalui sinergi antara pemerintah, PMI, BPBD, Tagana, serta masyarakat setempat, proses pendataan dan koordinasi diharapkan mampu mempercepat upaya pemulihan sehingga warga terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

Penulis: Tito 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Puting Beliung Hantam Kediri Siang Hari, 62 Rumah Dilaporkan Rusak
  • Puting Beliung Hantam Kediri Siang Hari, 62 Rumah Dilaporkan Rusak
  • Puting Beliung Hantam Kediri Siang Hari, 62 Rumah Dilaporkan Rusak
  • Puting Beliung Hantam Kediri Siang Hari, 62 Rumah Dilaporkan Rusak
  • Puting Beliung Hantam Kediri Siang Hari, 62 Rumah Dilaporkan Rusak
  • Puting Beliung Hantam Kediri Siang Hari, 62 Rumah Dilaporkan Rusak

Posting Komentar