Pokdarwis Sendang Seruni Dapat Ilmu Penting dari Poliwangi dan PMI, Siap Hadapi Darurat
0 menit baca
![]() |
Poliwangi dan PMI Bekali Pokdarwis Sendang Seruni Banyuwangi Pelatihan Pertolongan Pertama dan BLS |
Pelatihan ini berfokus pada Pertolongan Pertama (PP) dan Basic Life Support (BLS), berkat inisiatif dari Politeknik Negeri Banyuwangi (POLIWANGI) yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Banyuwangi.
Pelatihan ini didesain khusus untuk membekali para pemandu wisata dengan kemampuan untuk bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi keadaan darurat. Hal ini tidak hanya demi keselamatan dan kenyamanan wisatawan, tetapi juga untuk meningkatkan standar keamanan Destinasi Wisata Sendang Seruni.
PMI Kabupaten Banyuwangi berperan aktif dalam pelatihan ini dengan mengirimkan tiga fasilitator berpengalaman. Tim tersebut terdiri dari seorang dokter yang merupakan perwakilan pengurus PMI Kabupaten, serta dua pelatih spesialis Pertolongan Pertama. Demi memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, mereka dilengkapi dengan ambulance, peralatan pertolongan pertama, serta boneka resusitasi jantung paru (RJP).
Dalam sambutannya, Dheanita Sekarini Octanisa, perwakilan dari POLIWANGI, menyatakan harapannya agar pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas layanan pemandu wisata sekaligus kesiapan mereka dalam menghadapi situasi darurat.
"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas pariwisata Banyuwangi," ujarnya.
Pelatihan ini melibatkan sesi pendidikan intensif yang mencakup pengajaran teori dan praktik langsung terkait pertolongan pertama, mulai dari penanganan luka ringan hingga teknik resusitasi jantung paru (RJP). Fokus khusus diberikan pada teknis BLS untuk mempersiapkan para pemandu dalam menghadapi situasi yang berpotensi mengancam nyawa, seperti serangan jantung mendadak dan insiden tenggelam.
dr. Edy Hermanto, perwakilan pengurus PMI yang juga memimpin pelatihan, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam sektor pariwisata.
"Keberadaan kami di sini adalah untuk memastikan bahwa masyarakat lokal, terutama yang bekerja di bidang pariwisata, siap menghadapi setiap kemungkinan darurat yang bisa terjadi. Ini merupakan langkah penting untuk membangun citra Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tapi juga aman," jelasnya.
Peserta pelatihan, yang mayoritas pemandu wisata lokal, menyambut baik kegiatan ini. Seorang peserta mengekspresikan rasa apresiasi dan kebahagiaannya, menekankan manfaat berharga yang diperoleh dari pelatihan tersebut untuk dirinya sendiri, para tamu, dan masyarakat sekitar. "Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama sangat bermanfaat, baik bagi tamu maupun masyarakat sekitar."
Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan para pemandu wisata di kawasan Sendang Seruni dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik dan memberikan rasa aman kepada pengunjung yang menikmati keindahan alam Banyuwangi. Peningkatan kapasitas ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan dampak positif pada perekonomian lokal.
Kegiatan ini menjadi contoh sinergi nyata antara lembaga pendidikan, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat lokal dalam memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Banyuwangi. Upaya proaktif ini menunjukan bahwa kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menghadapi keadaan darurat merupakan bagian integral dari layanan wisata berkualitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel ini untuk konten akun media sosial komersial tanpa seizin redaksi lintas86.com Cepat akurat Terpercaya (min)