Bojonegoro Siaga! 10 Desa Bersatu Lawan Banjir dengan Strategi SIBAT PMI yang Mengejutkan!
0 menit baca
![]() |
| SIBAT PMI Bojonegoro pelatihan Kesiapsiagaan Bencana |
Kegiatan yang digelar oleh PMI Kabupaten Bojonegoro ini berlangsung di Wisata Babo, Desa Sidobandung, Kecamatan Balen pada tanggal 29-30 November 2025.
Acara ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas dan mempererat silaturahmi antar relawan SIBAT yang sudah dilatih oleh PMI Kabupaten Bojonegoro. Dengan kesiapsiagaan yang terus diasah, SIBAT diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai situasi darurat bencana, khususnya ancaman banjir yang kerap melanda wilayah sekitar Bengawan Solo.
Dalam pembukaan kegiatan, Ketua Harian PMI Kabupaten Bojonegoro, M. Yazid, S.PdI, menegaskan pentingnya peran SIBAT di tengah kondisi Indonesia yang sedang menghadapi berbagai ancaman bencana.
Acara ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas dan mempererat silaturahmi antar relawan SIBAT yang sudah dilatih oleh PMI Kabupaten Bojonegoro. Dengan kesiapsiagaan yang terus diasah, SIBAT diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai situasi darurat bencana, khususnya ancaman banjir yang kerap melanda wilayah sekitar Bengawan Solo.
Dalam pembukaan kegiatan, Ketua Harian PMI Kabupaten Bojonegoro, M. Yazid, S.PdI, menegaskan pentingnya peran SIBAT di tengah kondisi Indonesia yang sedang menghadapi berbagai ancaman bencana.
“SIBAT yang dilatih PMI tidak hanya eksis saat bencana terjadi, tapi juga bisa menjadi ujung tombak pemerintah kabupaten dalam mitigasi dan penanggulangan bencana. Mereka tidak hanya membantu PMI, tetapi juga sangat bermanfaat bagi lingkungan masyarakat masing-masing,” ujarnya.
Keunggulan SIBAT yang dikembangkan PMI Bojonegoro adalah kemampuannya dalam mendampingi masyarakat pada tahap pra, saat, dan pasca bencana. Selain itu, SIBAT mampu menggerakkan masyarakat untuk melakukan mitigasi dan membuat rencana kontinjensi secara mandiri.
Sebanyak 55 personil dari 10 Desa/Kelurahan, yaitu Desa Sumbangtimun, Tulungrejo, Ngablak, Sumberarum, Kunci, Mulyorejo, Sarirejo, Pilanggede, Kedungdowo, dan Kelurahan Banjarejo, turut aktif mengikuti berbagai materi dan praktek selama Latihan Gabungan.
Keunggulan SIBAT yang dikembangkan PMI Bojonegoro adalah kemampuannya dalam mendampingi masyarakat pada tahap pra, saat, dan pasca bencana. Selain itu, SIBAT mampu menggerakkan masyarakat untuk melakukan mitigasi dan membuat rencana kontinjensi secara mandiri.
Sebanyak 55 personil dari 10 Desa/Kelurahan, yaitu Desa Sumbangtimun, Tulungrejo, Ngablak, Sumberarum, Kunci, Mulyorejo, Sarirejo, Pilanggede, Kedungdowo, dan Kelurahan Banjarejo, turut aktif mengikuti berbagai materi dan praktek selama Latihan Gabungan.
Materi yang disampaikan meliputi SAR dan Rescue dari BPBD Bojonegoro, manajemen camp, diskusi/refleksi SIBAT, pertolongan pertama, dapur umum, shelter fasilitator dari PMI Bojonegoro, serta materi pemadam kebakaran dari Damkarmat Bojonegoro.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara PMI, BPBD, Damkarmat, dan masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan strategi SIBAT yang solid, Kabupaten Bojonegoro siap bersatu dan tangguh melawan ancaman banjir yang selama ini menjadi momok.
Bojonegoro semakin siap, bersama SIBAT, masyarakat tangguh menghadapi bencana!
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara PMI, BPBD, Damkarmat, dan masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan strategi SIBAT yang solid, Kabupaten Bojonegoro siap bersatu dan tangguh melawan ancaman banjir yang selama ini menjadi momok.
Bojonegoro semakin siap, bersama SIBAT, masyarakat tangguh menghadapi bencana!
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
