HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

SMPN 1 Doko Gelar Diklat PMR: Membangun Generasi Tanggap dan Peduli!

lintas86.com, Blitar - SMP Negeri 1 Doko kembali mengambil langkah progresif dalam pengembangan keterampilan dan kapasitas siswa lewat kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR). Acara yang bertajuk “Fasilitasi Palang Merah Remaja” ini berlangsung pada tanggal 15 Oktober dan berhasil menarik partisipasi antusias dari 80 siswa kelas VII dan VIII. Langkah ini bukan saja memperkuat kompetensi teknis mereka, tetapi juga berupaya membentuk karakter tanggap dan peduli serta menjadikan mereka pelopor dalam hal kesehatan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Acara ini diawali dengan pembukaan resmi oleh Esti Setyoningsih, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, yang didampingi oleh dua Pembina PMR, Saifuddin dan Zainul. Dalam ucapan sambutannya, Esti menekankan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan teknis sekaligus membentuk karakter para siswa. Ia berharap siswa tidak hanya menjadi anggota PMR yang terampil, tetapi juga menjadi pelopor kesehatan dan tanggap terhadap situasi kemanusiaan baik di sekolah maupun di masyarakat sekitar.

“Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan karakter peduli dan menjadikan para anggota PMR pelopor kesehatan,” ujar Esti Setyoningsih dengan semangat.

Untuk menjamin kualitas pelatihan, SMP Negeri 1 Doko mendatangkan empat narasumber berpengalaman dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blitar. Mereka memberikan materi mendalam yang bervariasi, mulai dari Manajemen PMR, Pertolongan Pertama hingga Manajemen SIAMO. Agus Hariadi, salah satu narasumber, menguraikan konsep Manajemen PMR yang meliputi penjelasan tentang peran penting organisasi ini, serta tata kelola dan struktur organisasi di lingkungan sekolah. Materi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi organisasi PMR di SMPN 1 Doko, sehingga lebih efektif dan efisien dalam menjalankan misi kemanusiaannya.

Selanjutnya, materi Pertolongan Pertama disampaikan oleh Fatih Farhan Husein dan Arini Handayani. Sesi ini menawarkan pengetahuan praktis tentang penanganan cedera ringan, teknik pembalutan, dan simulasi keadaan darurat yang sangat dinantikan oleh para peserta. Dengan pendekatan yang interaktif, peserta didorong untuk aktif dalam diskusi dan simulasi praktik langsung, menjadikan sesi ini salah satu bagian paling menarik dan edukatif dari kegiatan diklat ini.

Di sisi lain, Moch. Lutfi membawakan materi tentang Manajemen SIAMO, memberikan pemahaman mengenai sistem informasi administrasi organisasi PMR dengan lebih efisien dan berbasis digital. Materi ini bertujuan untuk menyelaraskan organisasi PMR dengan perkembangan teknologi saat ini, sehingga proyeksi pengelolaan organisasi bisa lebih mudah dan terpadu.

Agus Hariadi dari PMI Blitar menegaskan bahwa pendekatan interaktif dalam kegiatan ini mendorong para peserta untuk aktif berpartisipasi, tidak hanya dalam menyerap pengetahuan teoritis, tetapi juga dalam praktik langsung. 

"Antusiasme terlihat dari keinginan peserta untuk belajar dan berlatih lebih banyak, menunjukkan keseriusan mereka dalam mempersiapkan diri sebagai anggota PMR yang kompeten," tandasnya.

Di penghujung acara, Esti kembali menekankan harapannya agar para siswa dapat memperkuat solidaritas dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi situasi darurat. 

“Sebagai bagian dari generasi muda yang peduli terhadap kemanusiaan, mereka diharapkan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar, menjadikan PMR Unit SMP Negeri 1 Doko sebagai ujung tombak dalam kesehatan dan kepalangmerahan di lingkungannya,” tambah Esti.

Dengan komitmen dan kesiapan yang tinggi, 80 siswa peserta kegiatan Diklat ini diwanti-wanti untuk menjadi pelopor kebaikan dan kesehatan yang siap menghadapi berbagai tantangan ke depan. 

"Kegiatan Diklat PMR ini bukan hanya sebuah pelatihan, tetapi juga langkah strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkarakter dan berdaya guna bagi masyarakat," tutup Esti dengan penuh optimisme.

Diklat PMR di SMP Negeri 1 Doko ini tidak hanya menjadi platform untuk pembelajaran dan pengembangan keterampilan, tetapi juga sebagai investasi berharga dalam mempersiapkan generasi tanggap dan peduli yang siap menghadapi masa depan. Dengan demikian, kegiatan ini bukan sekedar agenda tahunan melainkan fondasi penting dalam pengembangan pribadi dan organisasi siswa untuk memberikan kontribusi positif baik di sekolah maupun di masyarakat lebih luas.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Posting Komentar
Tutup Iklan