HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Perjuangan Zulfikar dan Sufi Sediakan Air Bersih bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara


lintas86.com, Aceh Utara - Bencana alam selalu membawa dampak yang mendalam bagi warga yang terkena imbasnya, tidak terkecuali bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh Utara yang terjadi bulan November 2025. 

Kondisi darurat seperti ini menuntut perhatian dan aksi cepat dari berbagai pihak, terutama dalam penyediaan kebutuhan dasar seperti air bersih. 

Dalam konteks inilah peran Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi sangat vital. 

Di balik upaya distribusi air bersih oleh PMI, tersimpan kisah heroik dari para relawan yang bekerja tanpa kenal lelah untuk membantu sesama. 

Dua di antara sosok inspiratif tersebut adalah Zulfikar, yang akrab disapa Dekgam, dan Muhammad Sufi, yang dikenal dengan panggilan Bocil.

Zulfikar (Dekgam)

Zulfikar, atau lebih dikenal dengan Dekgam, merupakan seorang relawan PMI dari Banda Masin yang telah mengabdikan dirinya di Aceh Utara. Pada saat bencana melanda, Zulfikar memulai harinya sejak pagi untuk memastikan bahwa air bersih dapat diterima oleh warga yang membutuhkan. 

Setiap harinya, Zulfikar dan tim relawan PMI harus menghadapi medan yang sulit dengan jalan berlubang dan jarak tempuh yang tidak sebentar, mencapai hingga tiga jam perjalanan untuk satu kali distribusi.

Setiap harinya, Zulfikar bertugas untuk mendistribusikan air bersih ke beberapa desa dalam satu kecamatan. 

Proses distribusi biasanya dimulai dengan pengisian air di tandon penampungan yang telah disediakan, memastikan akses air bersih bagi seluruh warga.

Walaupun terkadang sudah ada lembaga lain yang menyalurkan bantuan, Zulfikar tetap memastikan bahwa permintaan warga untuk tambahan air tetap terpenuhi.
 
Sikap pengabdian ini berasal dari keyakinannya bahwa setiap tetes air yang dia antarkan merupakan peluang hidup yang lebih baik bagi para korban bencana.

Kerja keras dan pengorbanan Zulfikar sering kali memaksanya pulang larut malam, ketika sebagian besar orang sudah terlelap. 

Meskipun lelah, semangat Zulfikar untuk terus membantu tidak pernah padam. 

Setiap jerigen atau galon yang diisi air bersih memberi motivasi tersendiri baginya, menyadari bahwa setiap upayanya adalah penyelamat bagi orang lain.

Muhammad Sufi (Bocil)

Muhammad Sufi, yang sering dipanggil Bocil, adalah relawan lainnya yang terjun langsung dalam penanganan bencana di Aceh Utara.

Sufi, yang berasal dari Desa Bukit, turut serta dalam memastikan bahwa distribusi air bersih oleh PMI terlaksana dengan baik.
 
Semangat dan dedikasinya tidak kalah mengagumkan. Seperti Zulfikar, Sufi juga harus berhadapan dengan berbagai tantangan di lapangan. Namun, semangatnya untuk membantu sesama justru diperkuat oleh kenyataan pahit yang dialami warga terdampak.

Setiap harinya, Sufi harus mengatur jadwal distribusi dengan cermat agar dapat menjangkau lebih banyak desa.
 
Keputusan untuk tidak mengambil hari libur adalah wujud dari tekadnya untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri dari bencana. 

Sufi menyadari, biarpun air bersih yang didistribusikan terkadang tidak cukup untuk semua kebutuhan, keberadaan mereka di lokasi bencana setidaknya memberikan secercah harapan kepada warga.

Kisah Zulfikar dan Sufi adalah contoh nyata dari semangat keberanian dan pengorbanan dalam pelayanan kemanusiaan. 

Dedikasi mereka membuktikan bahwa dalam situasi sesulit apa pun, selalu ada harapan bagi mereka yang bersedia memberikan diri untuk sesama. 

Melalui perjuangan tanpa pamrih ini, masyarakat Aceh Utara dapat merasakan kehadiran sesama yang peduli.

Perjuangan Zulfikar dan Sufi serta para relawan PMI lainnya tidak hanya memberikan akses air bersih kepada warga terdampak bencana, tetapi juga memberikan inspirasi bagi masyarakat luas tentang arti dari keberanian dan solidaritas. 

Dalam setiap tetes air yang mereka bawa, terkandung pesan kemanusiaan yang kuat: bahwa dalam kebersamaan, kita dapat bangkit dari keterpurukan. Dengan semangat ini, optimisme untuk masa depan yang lebih baik akan senantiasa terjaga di hati setiap individu yang berjuang bersama.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Posting Komentar
Tutup Iklan