HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

PMI Banten Salurkan Bantuan Tunai untuk Korban Bencana di Aceh Utara


lintas86.com, Aceh Utara - Palang Merah Indonesia (PMI) Banten secara resmi menyalurkan bantuan tunai kepada korban terdampak bencana di Aceh Utara. Penyaluran dilakukan di lokasi Meunasah Kedai Sawang, Desa Sawang, dan pos pengungsian Desa Reseh Teungoh, Kecamatan Sawang. Kamis, 29 Januari 2026

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus PMI Banten, PMI Provinsi Aceh, PMI Aceh Utara, Camat Sawang Majenudin, serta kepala desa setempat.

Proses penyaluran bantuan ini melibatkan langkah-langkah verifikasi yang ketat dan koordinasi antara berbagai pihak terkait.

 Dana bantuan tunai tersebut disalurkan kepada 169 kepala keluarga di Desa Sawang dan Desa Reseh Teungoh, serta 11 relawan PMI dari Aceh Tamiang. 

Ini merupakan upaya konkret dalam mendukung pemulihan cepat bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Pengurus PMI Banten, Jaenudin, menekankan pentingnya bantuan ini untuk meringankan beban hidup masyarakat pasca-bencana. 

"Kita menyadari bahwa bencana ini adalah ujian bagi kita semua. Kami berharap bantuan ini dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak," ujar Jaenudin.

Hedra Yuliansyah, Wakil Ketua PMI Aceh Utara, menjelaskan bahwa PMI sebelumnya telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan rumah tangga.

 “Kehadiran kami bukan hanya untuk memberi bantuan tunai, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan dasar terpenuhi,” tambahnya.

Kepala Desa Sawang, Mahyudanil, menyampaikan penghargaan mendalam terhadap PMI Banten atas bantuan tersebut. 

Ia menekankan bahwa bantuan ini sangat penting, terutama dalam mendukung kelangsungan pendidikan anak-anak di desa tersebut.

 “Bantuan ini tidak hanya menjadi penyambung hidup, tetapi juga memberikan harapan baru bagi anak-anak kami untuk melanjutkan pendidikan mereka,” ujar Mahyudanil.

Nanang Hasani, S.E, MM, pengurus PMI Provinsi Aceh, menyoroti pentingnya bantuan yang diarahkan ke sektor produktif. 

“Kami sedang mengupayakan agar bantuan selain memenuhi kebutuhan dasar, juga dapat diarahkan ke sektor produktif seperti pertanian yang akan memberikan dampak jangka panjang,” ungkapnya.

Sofian Agani, seorang warga Desa Sawang, mengekspresikan rasa syukurnya atas bantuan tunai yang diterimanya. 

"Bantuan ini memberikan kami harapan baru di tengah kehidupan kami yang sempat terhenti setelah bencana," katanya.

Sementara itu, Wasiyah Fahrudin dari Desa Reseh Teungoh, mengungkapkan pentingnya bantuan ini bagi keluarganya yang kehilangan hampir seluruh harta benda akibat bencana. 

“Bantuan ini sangat penting, terutama ketika semua yang kami miliki hilang dalam bencana,” katanya.

Inisiatif ini dipuji oleh banyak pihak sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab sosial yang nyata. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pemulihan yang komprehensif dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana.

Dengan berakhirnya penyaluran bantuan ini, harapan untuk pemulihan penuh di daerah terdampak semakin menjadi nyata. Inisiatif ini juga mengingatkan kita semua untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di masa depan. Melalui kerjasama baik antara lembaga dan masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya gotong-royong semakin terjaga.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Posting Komentar
Tutup Iklan