Bantu Atasi Krisis Air Bersih Aceh Tamiang, PMI Kabupaten Malang Kirim Mesin Penjernih
Minggu, Desember 14, 2025
Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam mengatasi krisis air bersih yang tengah melanda wilayah tersebut. Mesin dengan kapasitas produksi antara 10.000 hingga 20.000 liter per jam ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih.
Keberangkatan mesin pengolah air ini merupakan hasil kolaborasi erat antara PMI Kabupaten Malang dengan sejumlah lembaga pengembangan air dan sanitasi di Aceh Tamiang. Alvin Fikri, perwakilan dari PMI Kabupaten Malang, menyampaikan bahwa persiapan pengiriman telah dilakukan secara matang selama beberapa hari terakhir.
“Malam ini, peralatan penjernih air dan satu personil akan diberangkatkan ke Aceh Tamiang. Persiapan dilakukan sejak beberapa hari lalu, termasuk pengecekan alat serta kelengkapannya seperti Alkon dan selang,” ujar Alvin saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Satu personil pendamping juga turut dikirim untuk memastikan instalasi dan pengoperasian mesin berjalan sesuai rencana di lokasi.
Mesin yang dikirim menggunakan teknologi filtrasi dengan media pasir dan karbon aktif. Teknologi ini dikenal efektif dalam mengolah air yang kurang bersih menjadi layak konsumsi. Dengan kapasitas produksi yang besar, mesin ini mampu menyediakan air bersih dalam jumlah signifikan, sehingga dapat meringankan beban masyarakat yang selama ini mengalami krisis air bersih.
“Mesin ini menggunakan media pasir dan karbon aktif yang efektif dalam mengolah air kurang bersih menjadi layak konsumsi. Teknologi ini diharapkan dapat memberikan solusi sementara namun signifikan bagi kesulitan air bersih yang dihadapi masyarakat setempat,” jelas Alvin.
Pengiriman dan pemasangan mesin ini merupakan bagian dari interupsi yang difasilitasi oleh PMI Pusat. Tugas ini direncanakan berlangsung dari tanggal 11 hingga 25 Desember 2025. Namun, Alvin menambahkan bahwa ada kemungkinan masa tugas ini akan diperpanjang, tergantung pada situasi di lapangan dan arahan dari pusat.
“Kemungkinan diperpanjang cukup besar, namun semua keputusan akan disesuaikan dengan kondisi dan arahan dari pusat,” tambahnya.
Keberhasilan pengiriman dan implementasi mesin pengolah air ini sangat bergantung pada sinergi antara PMI Kabupaten Malang, lembaga pengembangan air di Aceh Tamiang, serta masyarakat setempat. Kerjasama yang erat diharapkan dapat memastikan mesin dapat beroperasi optimal dan memberikan manfaat maksimal.
PMI Kabupaten Malang menegaskan komitmennya dalam misi kemanusiaan ini, dengan harapan besar agar alat ini dapat berkontribusi signifikan dalam pemulihan krisis air bersih di Aceh Tamiang. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat yang terdampak.
Pengiriman mesin pengolah air dari PMI Kabupaten Malang ke Aceh Tamiang merupakan bukti nyata solidaritas dan aksi cepat dalam menghadapi bencana kemanusiaan. Dengan persiapan matang dan dukungan berbagai pihak, misi ini diharapkan berjalan lancar dan memberikan solusi efektif terhadap krisis air bersih yang sedang dihadapi.
Semoga langkah ini menjadi inspirasi dan contoh nyata bagaimana kolaborasi dan teknologi dapat bersinergi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat semangat kemanusiaan di Indonesia.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan mengirimkan sebuah mesin penjernih air berkapasitas besar ke Aceh Tamiang. Pengiriman ini dilakukan pada malam hari tanggal 13 Desember 2025, sebagai respons terhadap krisis air bersih yang tengah melanda wilayah terseb...
Keberangkatan mesin pengolah air ini merupakan hasil kolaborasi erat antara PMI Kabupaten Malang dengan sejumlah lembaga pengembangan air dan sanitasi di Aceh Tamiang. Alvin Fikri, perwakilan dari PMI Kabupaten Malang, menyampaikan bahwa persiapan pengiriman telah dilakukan secara matang selama beberapa hari terakhir.
“Malam ini, peralatan penjernih air dan satu personil akan diberangkatkan ke Aceh Tamiang. Persiapan dilakukan sejak beberapa hari lalu, termasuk pengecekan alat serta kelengkapannya seperti Alkon dan selang,” ujar Alvin saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Satu personil pendamping juga turut dikirim untuk memastikan instalasi dan pengoperasian mesin berjalan sesuai rencana di lokasi.
Mesin yang dikirim menggunakan teknologi filtrasi dengan media pasir dan karbon aktif. Teknologi ini dikenal efektif dalam mengolah air yang kurang bersih menjadi layak konsumsi. Dengan kapasitas produksi yang besar, mesin ini mampu menyediakan air bersih dalam jumlah signifikan, sehingga dapat meringankan beban masyarakat yang selama ini mengalami krisis air bersih.
“Mesin ini menggunakan media pasir dan karbon aktif yang efektif dalam mengolah air kurang bersih menjadi layak konsumsi. Teknologi ini diharapkan dapat memberikan solusi sementara namun signifikan bagi kesulitan air bersih yang dihadapi masyarakat setempat,” jelas Alvin.
Pengiriman dan pemasangan mesin ini merupakan bagian dari interupsi yang difasilitasi oleh PMI Pusat. Tugas ini direncanakan berlangsung dari tanggal 11 hingga 25 Desember 2025. Namun, Alvin menambahkan bahwa ada kemungkinan masa tugas ini akan diperpanjang, tergantung pada situasi di lapangan dan arahan dari pusat.
“Kemungkinan diperpanjang cukup besar, namun semua keputusan akan disesuaikan dengan kondisi dan arahan dari pusat,” tambahnya.
Keberhasilan pengiriman dan implementasi mesin pengolah air ini sangat bergantung pada sinergi antara PMI Kabupaten Malang, lembaga pengembangan air di Aceh Tamiang, serta masyarakat setempat. Kerjasama yang erat diharapkan dapat memastikan mesin dapat beroperasi optimal dan memberikan manfaat maksimal.
PMI Kabupaten Malang menegaskan komitmennya dalam misi kemanusiaan ini, dengan harapan besar agar alat ini dapat berkontribusi signifikan dalam pemulihan krisis air bersih di Aceh Tamiang. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat yang terdampak.
Pengiriman mesin pengolah air dari PMI Kabupaten Malang ke Aceh Tamiang merupakan bukti nyata solidaritas dan aksi cepat dalam menghadapi bencana kemanusiaan. Dengan persiapan matang dan dukungan berbagai pihak, misi ini diharapkan berjalan lancar dan memberikan solusi efektif terhadap krisis air bersih yang sedang dihadapi.
Semoga langkah ini menjadi inspirasi dan contoh nyata bagaimana kolaborasi dan teknologi dapat bersinergi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat semangat kemanusiaan di Indonesia.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan mengirimkan sebuah mesin penjernih air berkapasitas besar ke Aceh Tamiang. Pengiriman ini dilakukan pada malam hari tanggal 13 Desember 2025, sebagai respons terhadap krisis air bersih yang tengah melanda wilayah terseb...
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
