PMI Gelar Cek Golongan Darah Gratis untuk 5.225 Pelajar di Kabupaten Pasuruan
Selasa, Desember 09, 2025
lintas86.com, Pasuruan – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan melaksanakan program pemeriksaan golongan darah gratis bagi 5.225 pelajar dari 44 sekolah yang tersebar di Kabupaten Pasuruan. Program ini berlangsung selama Oktober hingga November 2025 dan mencakup berbagai jenjang pendidikan, yaitu 12 SD/Sederajat, 18 SMP/Sederajat, dan 14 SMA/Sederajat.
Kegiatan ini bertujuan menguatkan data kesehatan pelajar, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat, serta memastikan setiap siswa mengetahui golongan darahnya sejak dini. Informasi ini sangat penting karena dapat menentukan kecepatan dan ketepatan penanganan dalam situasi kegawatdaruratan.
Guru SMPN 1 Tutur, Nafa Wahyuningtyas, mengungkapkan bahwa program ini merupakan kegiatan perdana yang sangat dinantikan di sekolahnya.
Sementara itu, Nabila Aura, siswi SMKN 1 Gempol, menyatakan antusiasmenya mengikuti kegiatan ini.
Ketua PMI Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji, SH., M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program unggulan PMI Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan analisis PMI, banyak masyarakat yang belum mengetahui golongan darahnya, padahal informasi tersebut sangat krusial dalam penanganan medis darurat.
Program ini dibiayai dari sumbangan masyarakat melalui kupon Bulan Dana PMI, yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk layanan kemanusiaan.
PMI Kabupaten Pasuruan berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi dasar tentang kesehatan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sejak dini. Dengan mengetahui golongan darahnya, para siswa diharapkan kelak ketika sudah memenuhi usia dan syarat, dapat menjadi pendonor darah yang aktif serta membantu sesama dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Kegiatan ini bertujuan menguatkan data kesehatan pelajar, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat, serta memastikan setiap siswa mengetahui golongan darahnya sejak dini. Informasi ini sangat penting karena dapat menentukan kecepatan dan ketepatan penanganan dalam situasi kegawatdaruratan.
Guru SMPN 1 Tutur, Nafa Wahyuningtyas, mengungkapkan bahwa program ini merupakan kegiatan perdana yang sangat dinantikan di sekolahnya.
“Sebagian besar siswa di sini masih belum mengetahui golongan darahnya. Kami sebagai guru sangat terbantu dengan adanya program ini, karena selain memberi edukasi kesehatan, kegiatan ini juga mempermudah kami dalam pendataan siswa. Anak-anak juga terlihat sangat antusias, terutama saat mengetahui mereka akan mendapatkan kartu golongan darah yang bisa mereka gunakan sewaktu-waktu saat dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Nabila Aura, siswi SMKN 1 Gempol, menyatakan antusiasmenya mengikuti kegiatan ini.
“Baru kali ini ada pemeriksaan golongan darah di sekolah. Ketika melihat nama saya terdaftar, saya langsung excited. Apalagi kami dijelaskan bahwa mengetahui golongan darah itu penting, terutama kalau terjadi keadaan darurat. Kartu yang kami dapatkan juga bagus dan bisa disimpan dalam jangka panjang. Sangat bermanfaat bagi kami yang belum pernah diperiksa sebelumnya,” tuturnya.
Ketua PMI Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji, SH., M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program unggulan PMI Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan analisis PMI, banyak masyarakat yang belum mengetahui golongan darahnya, padahal informasi tersebut sangat krusial dalam penanganan medis darurat.
“Semua layanan ini gratis. Selain pemeriksaan golongan darah, PMI juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, pelayanan kebencanaan, ambulance, dan lainnya. Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya diperiksa, tetapi juga diberikan kartu golongan darah yang berkualitas untuk digunakan jangka panjang,” jelasnya.
Program ini dibiayai dari sumbangan masyarakat melalui kupon Bulan Dana PMI, yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk layanan kemanusiaan.
PMI Kabupaten Pasuruan berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi dasar tentang kesehatan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sejak dini. Dengan mengetahui golongan darahnya, para siswa diharapkan kelak ketika sudah memenuhi usia dan syarat, dapat menjadi pendonor darah yang aktif serta membantu sesama dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
