Anak-anak Terdampak Banjir Pidie Jaya Temukan Harapan dalam Pendampingan Psikososial
0 menit baca
lintas86.com, Pidie Jaya – Setelah banjir besar yang melanda Pidie Jaya pada akhir November 2025, anak-anak yang menjadi salah satu kelompok paling rentan dalam bencana ini, kini mendapatkan secercah harapan melalui program pendampingan psikososial yang diinisiasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Pidie Jaya.
Program ini dirancang untuk mengurangi dampak trauma pascabencana bagi anak-anak dan membantu mereka kembali ke ritme kehidupan yang normal.
Banyak anak mengalami berbagai bentuk trauma akibat bencana tersebut, mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga kerugian emosional karena menghadapi ketidakpastian.
Melalui program ini, PMI Pidie Jaya memberikan perhatian khusus kepada anak-anak melalui berbagai kegiatan yang dirancang untuk memulihkan kesehatan mental dan emosional mereka.
Salah satu peserta program yang tidak mau disebutkan namanya, siswa kelas lima di salah satu sekolah dasar yang terimbas banjir, mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya kegiatan ini.
"Setelah banjir, saya takut untuk pergi ke sekolah dan bermain di luar. Tapi, dengan kegiatan yang seru dan kakak PMI yang baik, saya jadi mulai berani lagi," ungkapnya dengan senyum penuh harapan.
Pendampingan ini menyediakan berbagai aktivitas, termasuk permainan kelompok, sesi bercerita, dan variasi kegiatan kreatif lainnya yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik anak-anak untuk bangkit dari trauma yang mereka alami. Para relawan PMI memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan perasaan mereka dalam lingkungan yang aman dan suportif.
Rahma, personil PMI yang memimpin salah satu sesi, menjelaskan,
"Pendekatan kami menekankan pada menciptakan ruang aman bagi anak-anak untuk berbagi dan berkomunikasi. Pendampingan ini penting agar mereka bisa merasakan kembali kebahagiaan dan optimisme."
Selain membantu proses pemulihan emosional, program ini juga dirancang untuk secara bertahap mendorong anak-anak untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pendidikan di desa mereka. Hal ini mencakup dukungan untuk kembali ke sekolah dan terlibat aktif dalam kegiatan komunitas.
Dengan upaya berkelanjutan dari PMI dan dukungan masyarakat setempat, diharapkan anak-anak terdampak banjir di Pidie Jaya dapat menemukan kembali semangat dan keberanian untuk menghadapi hari esok yang lebih cerah. Program pendampingan psikososial ini memainkan peran krusial dalam membangun ketangguhan generasi muda di tengah tantangan pascabencana.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
