Perjuangan Relawan dalam Evakuasi Petugas Pintu Air Irigasi di Malang
0 menit baca
Pada pagi yang dingin sekitar pukul 08.00 WIB, R bersama tiga rekannya tengah membersihkan sumbatan kayu yang menghambat aliran air di pintu irigasi. Saat R menyelam ke kedalaman dua meter untuk mengikat kayu dengan tali, ia tak kunjung muncul kembali. Arus deras dan kondisi pintu air yang bermasalah menjadi tantangan berat bagi tim penyelamat.
Namun, semangat dan kerja sama lintas sektor segera menyala. Petugas PMI Kabupaten Malang, Bayu Narayana, menyampaikan bahwa bersama timnya mereka berkoordinasi dengan Polsek Bululawang, BPBD, Koramil, serta komunitas rescue lokal seperti Bululawang Rescue dan USS Malang Raya. Mereka bergerak cepat menuju lokasi dengan peralatan dan strategi evakuasi yang matang.
“Kami tahu waktu sangat berharga. Setiap detik sangat berarti bagi korban,” ujar Bayu.
Tim penyelamat harus menghadapi arus sungai yang deras dan medan yang sulit, namun mereka tidak menyerah. Dengan penuh kehati-hatian, mereka melakukan pencarian menyeluruh di bawah air, mengandalkan pengalaman dan solidaritas yang kuat.
Warga sekitar pun turut membantu, memberikan informasi dan dukungan moral.
Kepala Desa Kasembon, Sari Dewi, mengungkapkan betapa pentingnya sinergi antara aparat, relawan, dan masyarakat dalam situasi darurat seperti ini.
Setelah hampir empat jam pencarian, sekitar pukul 11.50 WIB, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan selamat oleh tim. Meskipun nyawa R tidak tertolong, usaha keras para relawan menyelamatkan nyawa dan mencegah dampak lebih besar patut diapresiasi.
Kisah ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja, terutama di lingkungan berisiko tinggi seperti pintu air irigasi. Para relawan dan aparat di Malang terus berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan dan edukasi keselamatan demi mencegah tragedi serupa di masa depan.
“Kami semua merasa kehilangan, tetapi kami juga bangga dengan keberanian dan dedikasi para relawan yang berjuang keras demi keselamatan sesama,” katanya.
Setelah hampir empat jam pencarian, sekitar pukul 11.50 WIB, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan selamat oleh tim. Meskipun nyawa R tidak tertolong, usaha keras para relawan menyelamatkan nyawa dan mencegah dampak lebih besar patut diapresiasi.
Kisah ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja, terutama di lingkungan berisiko tinggi seperti pintu air irigasi. Para relawan dan aparat di Malang terus berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan dan edukasi keselamatan demi mencegah tragedi serupa di masa depan.
Perjuangan tanpa pamrih para relawan dan sinergi masyarakat menjadi cahaya harapan di tengah duka, menunjukkan bahwa dalam setiap tragedi, ada kisah keberanian dan kemanusiaan yang menginspirasi.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
