PMI dan Universitas Borobudur Jaktim Salurkan Bantuan ke Beberapa Wilayah Bencana di Sumbar
Sabtu, Januari 31, 2026
lintas86.com, Padang – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat menjalin sinergi dan kolaborasi dengan Universitas Borobudur Jakarta Timur dalam upaya penanganan pasca bencana banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat beberapa waktu lalu.
Menurut Ahmad Jais, peran serta berbagai pihak sangat penting karena PMI tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan visinya, yakni bergerak bersama masyarakat.
Tim relawan dari Universitas Borobudur yang berjumlah 10 orang terdiri dari berbagai fakultas, seperti kesehatan, psikologi, teknik, pertanian, komputer, dan hukum, didampingi oleh tiga dosen pembimbing lapangan.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Universitas Borobudur mendistribusikan berbagai bantuan berupa perlengkapan dan seragam sekolah, selimut, bantal, paket beras, karpet dan cat masjid, mukena, sarung, aneka makanan ringan, serta perlengkapan kebersihan. Bantuan ini disalurkan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor.
Ahmad Jais juga mengapresiasi semangat, jiwa korsa, serta kebersamaan relawan Universitas Borobudur yang terjun langsung dan melekat di berbagai pelayanan seperti kesehatan, pembersihan rumah, pembersihan gorong-gorong, pendampingan psikologis, serta distribusi bantuan.
Sementara itu, Asep Faturohman menyampaikan rasa terima kasih kepada PMI yang telah menerima timnya dengan penuh kekeluargaan di pos lapangan Toboh.
Seorang warga, Zulaekha, menceritakan pengalamannya selama dan setelah bencana sebelum adanya bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan relawan universitas Borobudur Jakarta Timur.
Setelah tim relawan dan PMI turun tangan, Sari merasa sangat terbantu.
Kini, Zulaekha dan keluarganya mulai bangkit dari musibah itu.
Sebagai tambahan informasi, PMI membuka akses layanan hotline atau WhatsApp untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat di nomor 0813 5617 0153 yang dapat diakses setiap saat oleh masyarakat yang ingin memberikan masukan, saran, atau kritik seputar layanan PMI.
Kolaborasi antara PMI dan Universitas Borobudur Jakarta Timur ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi berbagai elemen masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan pasca bencana serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Kerja sama ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Koordinator Pos Lapangan PMI Toboh, Malalak Ahmad Jais, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim relawan dari Universitas Borobudur Jakarta Timur yang telah turun langsung membantu masyarakat di lokasi bencana.
Koordinator Pos Lapangan PMI Toboh, Malalak Ahmad Jais, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim relawan dari Universitas Borobudur Jakarta Timur yang telah turun langsung membantu masyarakat di lokasi bencana.
“Kami sampaikan terima kasih kepada kawan-kawan dari Universitas Borobudur Jakarta Timur yang telah bergerak bersama dan turun membantu masyarakat pasca bencana di beberapa pelayanan,” ujar Ahmad Jais. Sabtu, (31/1/2026)
Menurut Ahmad Jais, peran serta berbagai pihak sangat penting karena PMI tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan visinya, yakni bergerak bersama masyarakat.
“Dengan kondisi yang ada, kawan-kawan dari Universitas Borobudur mampu dengan cepat beradaptasi menghadapi medan yang ada serta berbaur dengan masyarakat,” tambahnya.
Tim relawan dari Universitas Borobudur yang berjumlah 10 orang terdiri dari berbagai fakultas, seperti kesehatan, psikologi, teknik, pertanian, komputer, dan hukum, didampingi oleh tiga dosen pembimbing lapangan.
Salah satu dosen pembimbing, Asep Faturohman, mengungkapkan bahwa tim relawan dijadwalkan berada di Sumatera Barat selama sepuluh hari untuk menjangkau beberapa titik sekaligus mendistribusikan bantuan hasil donasi yang dihimpun dari berbagai pihak.
“Kami berharap, meski tak seberapa, momentum ini sekaligus sebagai upaya memberikan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan bagi mahasiswa,” tegas Asep.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Universitas Borobudur mendistribusikan berbagai bantuan berupa perlengkapan dan seragam sekolah, selimut, bantal, paket beras, karpet dan cat masjid, mukena, sarung, aneka makanan ringan, serta perlengkapan kebersihan. Bantuan ini disalurkan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor.
Ahmad Jais juga mengapresiasi semangat, jiwa korsa, serta kebersamaan relawan Universitas Borobudur yang terjun langsung dan melekat di berbagai pelayanan seperti kesehatan, pembersihan rumah, pembersihan gorong-gorong, pendampingan psikologis, serta distribusi bantuan.
“Semua ini menunjukkan bahwa kepedulian dan solidaritas kemanusiaan bisa terwujud melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Asep Faturohman menyampaikan rasa terima kasih kepada PMI yang telah menerima timnya dengan penuh kekeluargaan di pos lapangan Toboh.
“Terima kasih kami sampaikan kepada pos PMI lapangan di Toboh yang telah berkenan menerima kami dengan kekeluargaan, dan semoga ini menjadikan jalinan silaturahmi yang kuat dalam kebersamaan,” pungkasnya.
Seorang warga, Zulaekha, menceritakan pengalamannya selama dan setelah bencana sebelum adanya bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan relawan universitas Borobudur Jakarta Timur.
"Sebelum bantuan datang, kami sangat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rumah kami terendam lumpur, dan akses ke pasar serta fasilitas kesehatan tertutup. Anak-anak saya sampai tidak bisa sekolah karena seragam dan perlengkapan mereka basah dan rusak," ungkap Zulaekha.
Setelah tim relawan dan PMI turun tangan, Sari merasa sangat terbantu.
"Bantuan berupa perlengkapan sekolah, makanan, dan alat kebersihan sangat meringankan beban kami. Relawan juga membantu membersihkan rumah dan memberikan pendampingan psikologis, membuat kami merasa lebih kuat dan tidak sendiri."
Kini, Zulaekha dan keluarganya mulai bangkit dari musibah itu.
"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah datang membantu. Semoga bantuan ini bisa terus berlanjut untuk warga lain yang masih membutuhkan," tutupnya dengan harapan.
Sebagai tambahan informasi, PMI membuka akses layanan hotline atau WhatsApp untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat di nomor 0813 5617 0153 yang dapat diakses setiap saat oleh masyarakat yang ingin memberikan masukan, saran, atau kritik seputar layanan PMI.
Kolaborasi antara PMI dan Universitas Borobudur Jakarta Timur ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi berbagai elemen masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan pasca bencana serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
