Solidaritas PMI Pulihkan Semangat Warga Weh Tenang Uken, Bener Meriah
0 menit baca
lintas86.com, Bener Meriah - Kampung Weh Tenang Uken, Kecamatan Permata, baru-baru ini menjadi saksi bisu dari bencana alam yang membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakatnya. Banjir bandang disertai tanah longsor yang melanda kampung tersebut tidak hanya merusak infrastruktur dan rumah-rumah warga, tetapi juga mengguncang jiwa dan semangat mereka. Dalam situasi yang penuh kesulitan ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Bener Meriah hadir sebagai pahlawan kemanusiaan yang tak kenal lelah, memberikan bantuan dan harapan kepada warga yang terdampak.
Ketua PMI Bener Meriah, dr. Jawahir Syahputra, M.K.M, bersama tim relawan yang terdiri dari Iwan Gayo, Alwin, Rusli, dan Pahlawan, secara aktif menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Weh Tenang Uken.
Ketua PMI Bener Meriah, dr. Jawahir Syahputra, M.K.M, bersama tim relawan yang terdiri dari Iwan Gayo, Alwin, Rusli, dan Pahlawan, secara aktif menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Weh Tenang Uken.
Penyaluran donasi ini dilakukan dengan penuh perhatian dan kehati-hatian agar tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi warga yang membutuhkan. Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan kepada Reje Kampung Weh Tenang Uken, Mohd Syarif, yang menjadi perwakilan masyarakat setempat.
Bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan penting seperti tas sekolah untuk anak-anak, selimut hangat, family kit yang berisi perlengkapan dasar keluarga, kelambu untuk perlindungan dari nyamuk, serta perlengkapan kebersihan dapur dan pribadi. Paket bantuan ini sangat berarti bagi warga yang kehilangan hampir seluruh harta benda mereka akibat bencana. Setiap item yang disalurkan bukan hanya barang materi, tetapi juga simbol kepedulian dan harapan baru bagi mereka.
Dalam pernyataannya, dr. Jawahir Syahputra menegaskan bahwa misi PMI Bener Meriah adalah memberikan dukungan kemanusiaan yang tulus dan berkelanjutan.
Kehadiran PMI tidak hanya sebatas memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi agar warga tetap kuat dan optimis dalam menghadapi masa pemulihan. Tim PMI terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan dukungan lanjutan sesuai kebutuhan.
Mohd Syarif, Reje Kampung Weh Tenang Uken, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang telah diterima.
PMI Bener Meriah menunjukkan bahwa misi kemanusiaan adalah perjuangan tanpa batas waktu dan tanpa pamrih. Mereka terus berupaya memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan memberikan dampak positif yang nyata. Kerja sama erat antara PMI, donatur, aparat desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam membantu korban bencana.
Bencana yang menimpa Kampung Weh Tenang Uken juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Solidaritas yang ditunjukkan PMI Bener Meriah diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam membantu pemulihan korban bencana, tidak hanya di Bener Meriah, tetapi juga di daerah lain yang menghadapi musibah serupa.
Semangat kemanusiaan yang tak kenal lelah dari PMI Bener Meriah adalah contoh nyata bagaimana solidaritas dan kepedulian dapat menjadi kekuatan besar dalam menghadapi bencana. Dengan dukungan bersama, warga Kampung Weh Tenang Uken dapat kembali membangun kehidupan yang lebih baik dan penuh harapan.
Bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan penting seperti tas sekolah untuk anak-anak, selimut hangat, family kit yang berisi perlengkapan dasar keluarga, kelambu untuk perlindungan dari nyamuk, serta perlengkapan kebersihan dapur dan pribadi. Paket bantuan ini sangat berarti bagi warga yang kehilangan hampir seluruh harta benda mereka akibat bencana. Setiap item yang disalurkan bukan hanya barang materi, tetapi juga simbol kepedulian dan harapan baru bagi mereka.
Dalam pernyataannya, dr. Jawahir Syahputra menegaskan bahwa misi PMI Bener Meriah adalah memberikan dukungan kemanusiaan yang tulus dan berkelanjutan.
“Kami berharap bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kampung Weh Tenang Uken. Ini adalah bentuk nyata dari solidaritas kami sebagai sesama manusia yang peduli,” ujarnya penuh empati.
Kehadiran PMI tidak hanya sebatas memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi agar warga tetap kuat dan optimis dalam menghadapi masa pemulihan. Tim PMI terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan dukungan lanjutan sesuai kebutuhan.
Mohd Syarif, Reje Kampung Weh Tenang Uken, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang telah diterima.
“Bantuan dari PMI Bener Meriah dan masyarakat indonesia serta para donatur sangat berarti bagi kami. Ini bukan hanya soal barang, tapi juga dukungan moral yang menguatkan kami untuk bangkit kembali. Semoga kebaikan ini menjadi ladang pahala bagi semua pihak yang terlibat, termasuk para donatur,” ungkapnya dengan penuh haru.
PMI Bener Meriah menunjukkan bahwa misi kemanusiaan adalah perjuangan tanpa batas waktu dan tanpa pamrih. Mereka terus berupaya memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan memberikan dampak positif yang nyata. Kerja sama erat antara PMI, donatur, aparat desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam membantu korban bencana.
Bencana yang menimpa Kampung Weh Tenang Uken juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Solidaritas yang ditunjukkan PMI Bener Meriah diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam membantu pemulihan korban bencana, tidak hanya di Bener Meriah, tetapi juga di daerah lain yang menghadapi musibah serupa.
Semangat kemanusiaan yang tak kenal lelah dari PMI Bener Meriah adalah contoh nyata bagaimana solidaritas dan kepedulian dapat menjadi kekuatan besar dalam menghadapi bencana. Dengan dukungan bersama, warga Kampung Weh Tenang Uken dapat kembali membangun kehidupan yang lebih baik dan penuh harapan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
