PMI Tembus Bahaya Longsor untuk Salurkan Bantuan ke Warga Kampung Jamur Konyel
0 menit baca
lintas86.com, Aceh Tengah – Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Pada Sabtu, Aa17 Januari 2026, PMI menyalurkan bantuan kepada 343 jiwa dari 100 kepala keluarga korban banjir di Kampung Jamur Konyel, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.
Perjalanan menuju lokasi pendistribusian bantuan tidaklah mudah. Tim PMI harus berhati-hati karena jarak dari pusat kota cukup jauh dan kondisi jalan masih berpotensi longsor. Meski demikian, semangat dan tekad para relawan tidak surut untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Markas PMI Provinsi Aceh, Surya Chandra Nasution. Ia didampingi oleh Koordinator Lapangan Tim Dukungan Bencana (TDB) PMI Aceh Tengah, Fauzi Husaini yang akrab disapa Bang Poli, bersama staf dan relawan PMI setempat.
Surya Chandra Nasution menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PMI dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan korban banjir, seperti makanan dan peralatan kebersihan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang rumah dan infrastruktur mereka rusak akibat banjir.
Pengiriman bantuan ini juga menjadi simbol solidaritas masyarakat Indonesia yang turut serta menyumbangkan donasi untuk meringankan beban korban bencana. Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi sulit, masyarakat Indonesia tetap bersatu membantu sesama.
Zulkarnain, salah satu warga Kampung Jamur Konyel yang enggan disebutkan namanya secara lengkap, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang telah diberikan oleh PMI dan para donatur.
Koordinator Lapangan, Fauzi Husaini, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Selain bantuan langsung di Aceh Tengah, PMI DKI Jakarta juga mengadakan kegiatan sosial untuk korban bencana, termasuk promosi kesehatan, layanan psikososial, dan layanan kesehatan. Ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh PMI dalam pemulihan pasca bencana.
Banjir yang melanda Kampung Jamur Konyel menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah warga dan infrastruktur setempat. Kehadiran dan bantuan dari PMI diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang tengah berjuang pulih dari bencana ini.
PMI menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam setiap upaya penanggulangan bencana, dengan menjalin kerja sama erat bersama pemerintah dan masyarakat dalam memberikan bantuan kemanusiaan.
Dengan semangat gotong royong dan kemanusiaan, PMI terus berupaya memberikan dukungan terbaik bagi masyarakat yang terdampak bencana, agar mereka dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan yang layak.
Perjalanan menuju lokasi pendistribusian bantuan tidaklah mudah. Tim PMI harus berhati-hati karena jarak dari pusat kota cukup jauh dan kondisi jalan masih berpotensi longsor. Meski demikian, semangat dan tekad para relawan tidak surut untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Markas PMI Provinsi Aceh, Surya Chandra Nasution. Ia didampingi oleh Koordinator Lapangan Tim Dukungan Bencana (TDB) PMI Aceh Tengah, Fauzi Husaini yang akrab disapa Bang Poli, bersama staf dan relawan PMI setempat.
Surya Chandra Nasution menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PMI dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana.
"Bantuan yang kami serahkan hari ini berasal dari Kapal Kemanusiaan PMI gelombang kedua bersama Kalla Lines. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga mereka dapat bangkit kembali dan menjalani kehidupan secara normal," ujar Surya dengan penuh harap.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan korban banjir, seperti makanan dan peralatan kebersihan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang rumah dan infrastruktur mereka rusak akibat banjir.
Pengiriman bantuan ini juga menjadi simbol solidaritas masyarakat Indonesia yang turut serta menyumbangkan donasi untuk meringankan beban korban bencana. Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi sulit, masyarakat Indonesia tetap bersatu membantu sesama.
Zulkarnain, salah satu warga Kampung Jamur Konyel yang enggan disebutkan namanya secara lengkap, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang telah diberikan oleh PMI dan para donatur.
"Terima kasih atas kebaikan seluruh masyarakat Indonesia dan para donatur. Bantuan ini memberi kami harapan dan kekuatan untuk bangkit. Doa terbaik dari kami semua," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Koordinator Lapangan, Fauzi Husaini, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
"Kami berupaya semaksimal mungkin agar bantuan ini sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dalam waktu yang cepat," jelas Fauzi.
Selain bantuan langsung di Aceh Tengah, PMI DKI Jakarta juga mengadakan kegiatan sosial untuk korban bencana, termasuk promosi kesehatan, layanan psikososial, dan layanan kesehatan. Ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh PMI dalam pemulihan pasca bencana.
Banjir yang melanda Kampung Jamur Konyel menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah warga dan infrastruktur setempat. Kehadiran dan bantuan dari PMI diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang tengah berjuang pulih dari bencana ini.
PMI menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam setiap upaya penanggulangan bencana, dengan menjalin kerja sama erat bersama pemerintah dan masyarakat dalam memberikan bantuan kemanusiaan.
Dengan semangat gotong royong dan kemanusiaan, PMI terus berupaya memberikan dukungan terbaik bagi masyarakat yang terdampak bencana, agar mereka dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan yang layak.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
